Amal Ibadah Bernilai Dua Gunung

Mengiringi jenazah ke tempat pemakaman merupakan amalan yang bernilai ibadah. Dari  Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang mengantarkan jenazah seorang muslim dengan iman dan ihtisab sampai mensalatkannya dan selesai penguburannya, sesungguhnya dia akan kembali dengan membawa 2 qirath. Masing-masing qirath seperti gunung Uhud. Siapa yang mensalatinya saja kemudian pulang sebelum dikuburkan, sesungguhnya dia pulang membawa 1 qirath. ” [HR.Bukhari]

Jika ada tetangga, sahabat, atau kerabat yang meninggal dunia, kaum muslim pada umumnya mengawalinya dengan takziah ke rumah duka. Di kampung saya misalnya, kaum ibu membawa beras untuk disumbangkan kepada keluarga yang ditinggalkan. Sedangkan kaum lelaki bisa menyumbangkan uang sesuai kemampuan masing-masing. Bantuan kepada shahibul musibah bisa juga berupa menyiapkan alat-peralatan pemakaman, menggali liang lahat, memandikan jenazah, mengikuti shalat, sampai mengiringi/mengantarkan jenazah ke tempat pemakaman.

Sementara untuk jenazah anggota militer atau kepolisian perlu dikomunikasikan dengan instansi terkait jika akan dilakukan pemakaman dalam upacara militer. Ada peraturan khusus mengenai hal ini termasuk apakah almarhum bisa atau tidak bisa dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. Pengurusan masalah ini biasanya dibantu oleh personil dari Kodim, Polres, atau Garnizun setempat.

Upacara pemakaman militer

Para peserta takziah hendaknya memahami dengan baik etika dan  aturan yang berlaku  dalam ajaran Islam. Yang jelas acara pemakaman berbeda dengan acara-acara yang lain. Tak elok jika dalam keadaan berduka seperti ini pelayat banyak bercanda atau bergosip tentang almarhum, baik di rumah duka maupun di tempat pemakaman. Walaupun tidak ada aturan khusus tentang pakaian yang digunakan tetapi sebaiknya dihindari pemakaian busana yang menyolok, mewah, dan kurang sopan.

Kita sebaiknya memberikan hiburan, membesarkan hati, dan menyabarkan keluarga almarhum.

Saat mengantarkan jenazah ke tempat pemakaman sebaiknya digunakan oleh para pelayat sebagai suatu momen peringatan diri bahwa kematian juga akan sampai juga pada dirinya. Dengan cara itu maka para pelayat akan berusaha untuk memperbaiki kualitas keimanan dan ketaqwaannya serta menyiapkan sebaik-baik bekal untuk menghadap Allah Subhana wa Ta’ala.

Pada acara pemakaman diadakan pembacaan doa. Para pelayat mendoakan almarhum/almarhumah agar diampuni segala dosanya, diterima amal ibadahnya, dan mendapat tempat yang layak di sisi-Nya. Untuk keluarga yang ditinggalkan semoga diberi kesabaran dan kekuatan iman.

Mengiringi jenazah termasuk salah satu dari hak seorang muslim terhadap muslim yang lainnya. Dari Abu Hurairah t ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hak seorang muslim terhadap sesama muslim itu ada enam, yaitu:(1) jika kamu bertemu dengannya maka ucapkanlah salam,(2) jika ia mengundangmu maka penuhilah undangannya,(3) jika ia meminta nasihat kepadamu maka berilah ia nasihat,(4) jika ia bersin dan mengucapkan: ‘Alhamdulillah’ maka do’akanlah ia dengan Yarhamukallah (artinya = mudah-mudahan Allah memberikan rahmat kepadamu),(5) jika ia sakit maka jenguklah dan(6) jika ia meninggal dunia maka iringilah jenazahnya.”[HR. Muslim, no. 2162]

Berkaitan dengan pemakaman jenazah tersebut hanya diwajibkan bagi laki-laki. Sedangkan bagi perempuan tidak diwajibkan, bahkan ada yang menganggapnya makhruh. Dari Ummu ‘Athiyyah radhiallahu anha dia berkata:“Kami dilarang untuk turut mengiring jenazah, tetapi (larangan itu) tidak begitu ditekankan atas kami.” (HR. Al-Bukhari no. 1278 dan Muslim no. 1556)

Dalam prakteknya banyak juga wanita yang ikut mengiring jenazah ke tempat pemakaman.

Berkaitan dengan doa untuk orang yang meninggal dunia ini di kampung saya, [dan juga kampung yang lain] ada acara tahlil selama 7 hari.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

11 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Fahrizi says:

    Mengiringi jenazah ke tempat pemakaman emang besar banget yaa pakde pahala nya..

    salam hangat pakde…

    Betul sekali. Juga menunjukkan simpati kita kepada keluarga yang ditinggalkan.

  2. Ristin says:

    Pakaian jg sbg perwakilan bahasa sbg turut berduka jika sedang melayat ya..sudah umum jg di tempat saya ada acara tahlil selama 7 hari 🙂

    Betul, tapi saya tak memperhatikan itu. Pakaian apa saja.

  3. Ikut mengiringi jenazah sampai ke liang lahatnya paling tidak bisa memberi support secara motil kepada anggota keluarganya yang ditinggalkan..

    Betul sekali.Kasihan jika yang ngantar sedikit ya

  4. kalo di kampung saya, acara tahlilan orang meninggal sampe tujuh hari Pakde, tapi masih ada lagi acara lainnya seperti 3 harian, tujuh harian, 40 harian dan 120 harian.

    Iya sama dengan di kampung saya. 3 hari, 7, 40, 100, 1000 hari.
    Setelah itu setiap pendak juga ada yang mengadakan tahlilan.

  5. uni dzalika says:

    Postingaannya super sekali, betul ini, saya sering menyaksikan bagaimana nggak mudahnya mengantar jenazah, mulai dari proses dan urusan lainnya. Semoga yang mengatar pahalanya dapat sebesar-besarnya.
    Unidzalika.com

    Mengantar jenazah sebenarnya mudah kok

  6. Iya Pak. Ikut menyolatkan dapat pahala juga, demikian juga jika ikut mengantarkan dan menguburkannya. Ternyata banyak juga ya sebetulnya amalan2 dimana kita bisa mengumpulkan banyak pahala.

    Iya, pahala tergelar di mana-mana

  7. novaviolita says:

    wanita emang gak di anjurkan untuk menagantar jenazah ke liang lahat.. tapi jika yang berduka itu teman atau kerabat sebaiknya ikut… sebagai dukungan moril untuk keluarga yang ditinggalkan…

    Sekarang sudah banyak yang ikut nglayat sampai makam

  8. zata ligouw says:

    seperti biasa, postingan pakde selalu sarat dengan pesan yang berguna banget buat diparktekan sehari2. Makasih ya pakdeeee…

    Iya, yang praktis-praktis saja.
    Sama2

  9. Tanti Amelia says:

    Seringnya menemukan yang ngelayat ngobrol dan cekikikan sendiri di sudut 🙁

    Hooh, nggak ambil pelajaran blaS

  10. Ikut menyalatkan dan juga menguburkan ini penting sekali nggih, Pakde. Di samping itu, menjaga sikap bahwa keluarga itu sedang berduka juga penting nggih, Pakde; hal terakhir ini kadang tidak menjadi perhatian pada sebagian orang.

    Betul sekali. Jangan lagi kesusahan malah ditambahi susah dan repot

  11. DaniPetak says:

    “Saat mengantarkan jenazah ke tempat pemakaman sebaiknya digunakan oleh para pelayat sebagai suatu momen peringatan diri bahwa kematian juga akan sampai juga pada dirinya. ”

    Namun sekarang ada oknum yang enggan malas melayat orang meninggal baik itu tetangga karena kesibukan duniawi. Nah kalau orang tersebut meninggal dan ga dibalas dengan dilayatkan gimana ya.

    Lha itu dia
    Padahal melayat termasuk ibadah yang bagus

Leave a comment