Teks

10 Hal Kecil Yang Dapat Membesarkan Manusia

Manusia adalah makhluk sosial. Manusia yang satu akan berhubungan dengan manusia atau sekelompok manusia yang lainnya. Jika interaksi berjalan dengan baik maka kehidupan manusia akan indah. Tetapi tak selamanya seperti itu. Karena berbagai keadaan, adakalanya kedamaian, kenyamanan, dan keamanan terganggu oleh ulah segelintir manusia.

Dalam artikel ini akan saya kemukakan 10 sikap dan perilaku manusia yang tampaknya kecil dan remeh tetapi dapat membesarkan pelakunya.

1. Tersenyum dengan ikhlas

Tersenyum itu sebenarnya sangat mudah dilakukan. Tapi dalam prakteknya hanya sekedar menggerakan bibir saja ternyata ada yang kurang mampu. Sebuah senyuman akan mencerahkan jiwa dan membuat orang lain dan pelakunya merasa senang.

Seorang konsumen akan merasa nyaman jika pemilik atau pelayan toko melayaninya dengan tersenyum. Saya juga merasa betah jika teller, costumer service, perawat, dokter, petugas loket, pramugari, atau bagian front office hotel mudah tersenyum. Kepenatan menunggu antrian serasa hilang karena senyuman mereka.

Cara tersenyum yang ikhlas

Senyuman itu mencerahkan jiwa

.

 2. Menjawab salam

Rasanya kok ada yang kurang pas jika seorang atasan hanya menjawab dengan kata: “Hmm..” sambil terus membaca. Padahal saya mengucapkan: “Selamat siang, Pak.” Salam saya yang bisa diartikan sebuah do’a itu seperti dicuek-bebekin.

Lain halnya dengan atasan yang antusias menjawab salam: “Selamat pagi. Apa kabar? Silakan duduk.” Terasa lebih ramah dan penuh penghargaan, bukan. Saya menjadi terasa ‘diuwongke′ atau dimanusiakan.

Seorang ustadz bahkan mengulang salam sampai 3 kali karena peserta tausiah tampak aras-arasen menjawab salamnya. Mungkin sibuk ngobrol atau main gadget ya.

Tebarkan salam, begitu sering dikatakan orang.

3. Menepati waktu

Sebuah acara bisa berantakan karena ada orang yang tidak bisa menepati waktu. Jutaan rupiah atau dolar mungkin melayang karena seorang pengusaha terlambat hadir dalam rapat penting.

Betapa ndokolnya hati saya ketika seorang staf sebuah instansi mengatakan bahwa rapat agak terlambat karena direktur sedang menerima tamu. Lho, mengundang rapat pejabat dari instansi luar kok nggak tepat waktu. Memangnya kami yang diundang ini nggak punya pekerjaan.

Jika karena keadaan di luar kehendak manusia sehingga tak bisa menepati waktu sebaiknya memberitahu pihak yang mengundang.

4. Merespon undangan

Adakala dalam undangan resmi ada tambahan kalimat : RSVP. Regret only. Ini mengandung pengertian bahwa jika yang diundang tidak bisa hadir agar memberitahu kepada pihak pengundang. Jika tidak melakukannya maka yang diundang dianggap bersedia menghandiri undangan tersebut.

Ini berkaitan dengan kesiapan pengundang dalam menyambut tamu. Dalam rapat, upacara, dan atau jamuan makan resmi biasanya nama yang diundang ditempelkan pada kursi. Jika yang diundang tidak hadir tanpa memberi tahu maka kursi itu akan kosong. Ini tidak bagus dari segi etika. Pihak panitia harus mencabut nama itu dan menggantinya dengan nama lain. Jadi repot, bukan.

Merespon undangan juga menjadi wajib jika yang diundang adalah orang penting, pembicara, penceramah, dan pemeran-pemeran penting lainnya. Panitia tentu akan kelabakan jika seorang penceramah tidak hadir tanpa pemberitahuan.

 5. Memberikan tempat duduk kepada orang lain

Jika ada wanita hamil atau orang tua berdiri di sebelah, seorang pemuda yang gagah perkasa sebaiknya menawarkan tempat duduk kepadanya. Tak usahlah pura-pura tidur. Jangan lupa tersenyum ya. Menawarkan tempat duduk dengan memasang wajah sengak alias muka berak menandakan tidak ikhlas. Tersenyumlah ketika menawarkan tempat dudukkepada orang lain.

Dalam sebuah bus yang membawa penumpang ke terminal kedatangan saya menyilakan seorang wanita yang berdiri. Wanita itu bilang: “No, thanks.” Ya sudah, saya kembali duduk. Yang penting saya sudah menawarkan kepadanya.

6. Membukakan pintu

Pernahkah sahabat tetap menahan pintu mini market agar orang lain bisa masuk? Saya sering melakukannya. Kebiasaan ini saya contoh ketika saya mengikuti pendidikan di luar Amerika Serikat. Melihat saya di belakangnya, seorang laki-laki tetap menahan pintu dengan tangannya sampai saya masuk toko.

Perbuatan seperti itu bagus dilakukan utamanya jika di belakang kita ada wanita, orangtua, atau anak-anak. Mereka yang mengerti etika dan tatakrama biasanya akan mengucapkan terima kasih. Jika tidak ya nggak usah cemberut.

 7. Antri

Mengikuti antrian sangat dianjurkan. Ada atau tidak ada tulisan ‘Harap Antri’ atau alat pembatas antrian menerobos antrian dianggap sebagai manusia tak berbudaya. Beruntung sekarang di kantor layanan publik sudah ada mesin yang mengeluarkan nomor antrian.

Budaya tidak antri sering terlihat. Pemberian sembako atau daging gratis sering menimbulkan masalah karena calon penerimanya tidak mau antri. Saya sering melihat sopir bis kadang berani menerobos antrian dengan mengambil badan jalan sebelah kanan atau kiri. Sebuah perbuatan yang membahayakan orang lain.

Untuk memudahkan dan menyenangkan pembesar, pada acara dan tempat tertentu kadang dipasang papan kecil bertuliskan “Undangan VIP” lengkap dengan karpet merah. Sebaliknya, di beberapa instansi layanan publik juga ada papan bertuliskan “Loket Untuk Lansia.” Jika ada tulisan seperti itu yang belum lansia ya jangan main srobot saja.

Menerobos antrian untuk mengambil makanan pada resepsi pernikahan atau event lain sungguh sangat memalukan. “Lapar kaleeee,” mungkin akan diucapkan oleh pengantri yang lain.

Manfaat antri dengan tertib

Pembesar juga wajib antri

.

8. Membuang sampah dengan tertib

Di tempat umum biasanya sudah disiapkan kotak untuk membuang sampah. Manusia berbudaya selayaknya memanfaatkan fasilitas tersebut. Kemalasan membuang sampah dengan tertib membuat lingkungan menjadi kotor dan kumuh. Di negeri tertentu, membuang sampah sampah secara sembarangan bisa kena denda loch.

Rasanya sedih jika sebuah sungai penuh dengan sampah hasil buangan para penduduk.Berton-ton sampah diangkut dari pintu air karena dianggap biang banjir. Ketika banjir melanda banyak penduduk yang menangis. Tetapi saat musim kemarau tiba mereka tetap membuang sampah seenaknya.

Membuang sampah melalui jendela kendaraan pribadi atau kendaraan umum juga dianggap tidak berbudaya. Jika tak ada tempat sampah ya letakkan di dalam mobil saja. Nanti jika sudah di rumah atau di tempat peristirahatan sampajh tersebut bisa dibuang di tempat sampah yang tersedia.

9. Mengucapkan terima kasih

Perbuatan ini juga sangat ringan dan mudah dilakukan. Tapi ada saja yang mengabaikan, termasuk atasan atau majikan. Mungkin ada karyawan yang nyletuk: “Bos itu kalau dibantu atau dikasih sesuatu nggak pernah sekalipun bilang terima kasih. Hatinya terbuat dari batu kaleee.”

Ketika kita menerima kebaikan dari orang lain selayaknya mengucapkan terima kasih. Bagus juga jika dia kita doakan yang baik-baik sebagai balasannya.

Sebuah tepukan di pundak bawahan, disertai ucapan terima kasih yang ikhlas dari seorang atasan akan memberikan dampak positif. Demikian pula sebaliknya. Jika bawahan menerima sesuatu dari atasan sebaiknya juga mengucapkan terima kasih. “Yaaa, kirain dikasih duit sama bos. Ternyata cuma dikasih tiket dangdut doank.” Tak perlulah diucapkan.

10. Minta maaf

Jika kita berbuat salah tak usah malu untuk minta maaf kepada orang lain. “Maaf, Dik saya tadi tidak bisa menghadiri pertemuan karena mendadak dipanggil Dirjen.” Patut diacungi jempol atasan yang mau minta maaf kepada  bawahan.

Seorang sepupu saya selalu minta maaf sewaktu pamit pulang. “Kenapa kok minta maaf?” tanya saya. Dia menjawab dengan tersenyum. “Yaaa siapa tahu sewaktu kita ngobrol tadi ada kata-kata saya yang kurang pas,” ujarnya.

Minta maaf tak harus menunggu Idul Fitri. Jika kita merasa melakukan kesalahan besar atau kecil, sengaja atau tidak, terang-terangan atau tersamar,sebaiknya segera minta maaf.

Itulah 10 hal kecil yang dapat membesarkan manusia di mata manusia yang lainnya. Bahkan mungkin juga di hadapan Tuhan.

Mari kita melakukan kebaikan karena sesungguhnya tak ada kebaikan yang sia-sia.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

7 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Siti Aisah says:

    Subhanallah, pak Dheku ini keren tenan adaaaa aja idenya. Betul banget Dhe, 10 hal yg kecil tapi sangat penting dalam kehidupan. Semua nya dicontohkan Rasulullah (sunnah) namun kadsng kita lupa untuk melaksanakannya. Trims pak Dhe sudah mengingatkan!
    Salam hangat dari Cianjur

    Saya kan jarang tidak keren, Jeng
    Hatur nuhun

  2. Inayah says:

    memanusiakan manusia ya pak dhe. hemm..aku sebagai generasi muda kadang merobotkan manusia.

  3. papapz says:

    masya allah, alhamdulillah..pakde skarang tambah keren soalnya br ngeliat profilnya hihi.. bener banget pakde aku juga ingin berusaha mengamalkan seemuanya ^^

  4. 7688281.com says:

    hal-hal kecil yang seperti inilah yg kadang kita sepelekan,

  5. Mnas says:

    Benar sekali. Banyak hal yang di era digital sekarang mulai dilupakan. Seseorang dengan mudah membatalkan janji, tidak memenuhi undangan, dll.

  6. felyina says:

    Siap! Terima kasih atas remindernya, Dhe

  7. Iman says:

    ok pak dhe…

Leave a comment