Ada Apa Dengan Cinta? Ini Dia Rahasianya

Terus terang saya belum nonton film Ada Apa Dengan Cinta 2. Saya juga belum membaca review yang ditulis oleh para sahabat yang sudah menonton film yang menyedot perhatian publik ini. Uniknya, isteri, anak, menantu, dan para cucu juga belum ada yang bertanya atau mengajak untuk nonton. Mungkin minggu ini atau minggu depan mereka akan berbondong-bondong ke bioskop. Boleh jadi mereka akan menikmati film ini melalui Youtube.

Berkaitan dengan itu maka saya tak akan mengulas bagaimana perjalanan cinta antara Rangga (diperankan oleh Nicholas Saputra) dan Cinta (Dian Sastrowardoyo) Tak elok jika belum nonton filmnya lalu berpretensi tahu kisah cintanya.

Kali ini saya hanya ingin menyampaikan sebuah hadits yang memesankan bagaimana cara kita mencintai seseorang atau sesuatu. Rasullulah Shalallahu ‘alaihi wasallam berpesan.

“Cntailah sesuatu itu dengan biasa-biasa saja, karena boleh jadi suatu saat nanti dia akan menjadi sesuatu yang kamu benci, dan bencilah sesuatu yang tidak kamu ketahui dengan biasa-biasa saja, karena boleh jadi suatu saat nanti dia akan menjadi sesuatu yang kamu cintai (H.R. Bukhari, Abu Daud, Tirmizi, dan Ibnu Majah, dari Abu Hurairah)

Saya sering ngelus dada menyaksikan sikap suami-isteri yang berpisah karena berbagai sebab. Mereka saling menyerang dengan kata-kata di media. Tutur kata, wajah, dan bahasa tubuhnya mengisyaratkan rasa tidak suka kepada pasangannya. Tak jarang aib pasangan dibuka. Padahal saat berpacaran mereka saling memujinya. Pada saat akad nikah dan resepsi pernikahan begitu bertabur bunga yang aromanya semerbak mewangi. Setelah menikah mereka juga honeymoon ke tempat yang nun jauh di sana.

Ucapan, sikap, dan tingkahlaku yang dulu begitu manis mendadak berubah drastis ketika mereka berpisah. Apa saja yang berlebihan memang kurang baik. Termasuk mencintai dan membenci secara berlebihan. Tak heran jika Vety Vera menyanyikan lagu berjudul Sedang-sedang Saja.

.




Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

13 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Aih..iya yaa Pakde 🙂
    Jadi ingat dulu setiap hari jumat pakde sering bikin postingan yang berkaitan dengan hadist atau ayat-ayat tertentu, atau pembahasan khotbah jumat yang pakde dengar sewaktu pergi jumatan.

    Iya untuk pengingat diri sendiri

  2. Setuju, Pakde. Segala sesuatu itu, tidak baik jika berlebihan. Termasuk mencintai seseorang. Biasa-biasa aja, ya De.

    Miris juga dengan pasangan suami istri, yang setelah berpisah malah saling menjelekkan satu sama lain. Membuka aibnya masing-masing. Ngeri, deh.

    BTW, saya juga belum nonton AADC yang lagi heboh itu, kok! he..he..he..

    Saya sudah bertahun-tahun nggak pernah nonton film di gedung bioskop

  3. sumarno says:

    cinta berlebihan kalau putus rasanya sakitnya minta ampun, 😀

    hahahaha Ngejer2

  4. Hani S. says:

    Terima kasih Pak Dhe sudah mengingatkan kembali, hadits di atas nyata adanya, pernah ngalamin keduanya juga. Karena itulah dalam Islam, semua yang berlebihan tidak baik.

    Hiks, dalem bangeeet maknanya 😀

    Iya, gosok gigi sehari 30 kali ya kebanyakan ya

  5. barhan says:

    Hihihihihi….kali ini tertawa hihi……sesuk mungkin bwha hahahahaha…..
    sing penting sedang-sedang sajaaaaa…aaaaaa…

    Betul sekali Mas.
    Eh..orang lama muncul lagi

  6. Aku ingat liriknya ..yang sedang sedang sajaaaaa, malah njoget ***

    Moon walk

  7. Alamak Vety Veraaa. Langsung inget Alam Mbah Dukun. :v

    Artis lama yang populer pada zamannya

  8. Inayah says:

    Jiahahaha…enak buat joget

    Hooh

  9. evrinasp says:

    catet itu catet hehe, iya pak dhe jangan begitulah ya terhadap pasangan sehidup semati, semoga awet terus selamanya, aamiin

    Amiin

  10. Keke Naima says:

    setuju, Pakde. Yang sedang-sedang ajaaahh *joget 😀

    Iya, kalau berlebihan entar mubazir

  11. kuncinya ya sedang – sedang saja ya Pakdhe :)…memang cinta suka bikin lupa..semoga cinta kita pada-Nya semakin kuat..

    Amiin
    Kalau gosok gigi sampai 25 kali sehari bisa aus giginya

  12. Aireni Biroe says:

    Intinya jika berurusan dengan keduniawian, baiknya mencinta dan membenci itu yang biasa-biasa aja ya, Pakde. 😀

    Betul sekali
    Contoh sudah banyak soalnya

  13. Eko Nurhuda says:

    Berarti menunggu sampai 14 tahun itu termasuk berlebihan ya, Pakde? Hehehe
    Saya juga pengen nonton film ini, tapi harus ngungsi ke luar kota kalau mau dapet bioskop.

    Di kotaku juga nggak ada biskop lagi

Leave a comment