Teks

Hati-hati: Kecantikan Bisa Lenyap Dalam Sekejap

Inner beauty seringkali diucapkan namun ada saja yang melalaikan. Kaum hawa yang berusaha keras untuk menampilkan kecantikan wajah cukup banyak. Membeli produk kecantikan, mendatangi salon atau klinik kecantikan merupakan hal yang lazim. Hal ini bisa dimaklumi karena penampilan jasmanilah yang akan tampak dan terlihat duluan.

Kurang elok jika tampil di muka umum wajah tampak semrawut atau acak-acakan. Saat menghadiri resepsi pernikahan, pergi ke kantor, mengikuti upacara, atau jalan-jalan di luar rumah potret diri menjadi lain. Wajah yang tampak biasa-biasa manakala berada di rumah menjadi tampak beda ketika berada di luar rumah. Dari ujung rambut sampai ujung kaki lebih enak dipandang, asal jangan berlebihan.

Namun para wanita sebaiknya ingat dan waspada. Kecantikan bisa lenyap dalam sekejap. Segala make up, busana, dan aksesoris yang melekat pada dirinya menjadi tidak ada artinya. Ini disebabkan oleh kebiasaan kurang baik yang mendadak muncul yang membuat orang lain ternganga, jengah. Kebiasaan yang dianggap sepele namun terjadi berulangkali akhirnya menjadi karakter. Silakan simak beberapa kebiasaan kurang baik yang sering muncul.

 

1. Pelit senyuman

Kecantikan wanita bisa hilang atau minimal berkurang karena pelit senyuman. Wajah yang selalu cemberut sungguh kurang enak dipandang. Mungkin sekali waktu keluar senyumannya namun yang muncul bukan senyuman ikhlas tetapi ada rona sinisnya. Banyak orang yang tak menyadari bahwa sebuah senyuman bisa mencerahkan jiwa orang lain. Senyuman yang ikhlas bahkan bisa menjadi sedekah yang mendatangkan pahala. ‎Ingat hadits ini: “Senyummu terhadap wajah saudaramu adalah sedekah.” (HR. Tirmidzi 1956

Nah, jika tak ingin kecantikan lenyap dalam sekejap seyogyanya jangan pelit mengeluarkan senyuman. Senyuman yang tulus tak sulit dilakukan, wajahpun enak dipandang dan menyenangkan.

.

Senyum itu sedekah

Jika belum mampu sedekah harta maka tersenyumlah

.

2. Bersendawa

Bersendawa (glegeken) di muka umum dianggap kurang patut. Apalagi jika bunyi sendawanya keras dan berulangkali. Entah kenapa kebiasaan tak sedap itu sering muncul saat atau setelah makan. Kecantikan wanita bisa lenyap manakala sedang makan bersama atau mengikuti rapat mendadak bersendawa. Ucapan: “Maaf saya agak masuk angin,” tak akan mampu menutupi rasa malu. Orang lain umumnya kurang toleransi terhadap kebiasaan kurang baik ini. Oleh karena itu mau tidak mau kebiasaan bersendawa harus dihilangkan. Jika mengalami kesulitan sebaiknya segera menyingkir ke tempat yang sepi untuk melepaskan sendawanya.

3. Membersihkan lubang hidung alias ngupil

Entah merasa risi, gatal, atau terasa ada yang mengganjal menjadikan wanita cantikpun ada yang hobi mengorek-orek lubang hidungnya. Tanpa sadar kebiasaan ngupil itu juga sering ditampilkan di muka umum. Ada orang yang merasa biasa-biasa saja tetapi banyak yang merasa risi, jengah, bahkan jijik melihat orang ngupil di dekatnya. Agar kecantikan tak lenyap maka kegiatan bersih-bersih lubang hidung ini sebaiknya tidak dilakukan di hadapan orang lain.

4. Mulut berdecak ketika makan

Bagaimana rasanya makan bersama dengan seorang pacar, isteri, atau sahabat yang ketika makan mulutnya heboh dan berisik banget. Mulut berdecak cak cak cak ketika sedang mengunyah makanan kadang tak disadari oleh pelakunya. Bisingnya sih tak seberapa tetapi bisa membuat orang lain merasa terganggu. Mengunyah makanan yang terlalu cepat atau tergesa-gesa sering menjadi biangnya. Oleh karena itu kebiasaan kurang baik ini perlu dikurangi dan selanjutnya dihilangkan. Nikmati makanan dengan perlahan agar decak mulut tak muncul sembarangan.

5. Buang angin

Di tempat umum sebenarnya jarang ada wanita yang berani buang angin dengan sengaja. Angin nakal ini bisa keluar tanpa disertai bunyi dan ada pula yang nyaring suaranya. Wanita yang bersin atau batuk kadang dibarengi buang angin loch. Kentut, begitu istilahnya, secara umum dianggap kurang sopan jika dilakukan di tempat umum.

Walaupun ada orang yang bilang bahwa tidak bisa kentut ongkosnya mahal, namun buang angin ini tak baik jika dilakukan secara sembarangan di muka umum. Walaupun tidak mengeluarkan suara, kentut yang aromanya merangsang sukma bisa membuat orang lain saling curiga. Mertua pun bisa dijadikan tersangka hahahaha.

Sengaja atau tidak, kentut di muka umum menyebabkan orang lain spontan melihat sang pencetusnya, tersenyum nakal, atau sinis, bahkan ada yng langsung menutup hidungnya dan segera menyingkir. Wanita bisa kehilangan muka jika keluarnya angin itu disertai suara yang meliuk-liuk manja.

6. Membersihkan slilit

Sisa makanan yang menyelip di antara gigi lazim disebut slilit. Cak Emha Ainun Najib bahkan pernah menerbitkan buku berjudul Slilit Sang Kyai. Benda yang nyelip di antara gigi umumnya daging atau benda lain yang agak keras.

Sekalipun di meja makan restoran atau rumah makan disediakan tusuk gigi namun membersihkan slilit tanpa tedeng aling-aling di depan orang lain tetap tidak dianjurkan. Nggak etis donk masih ada teman yang sedang makan kitanya membuka mulut lalu korek-korek gigi.

Jika slilit itu menganggu sebaiknya dibersihkan di toilet agar tak mengganggu kenikmatan orang lain. Harap diingat, membersihkan slilit dengan tusuk gigi tidak dianjurkan oleh dokter. Gunakan benang khusus untuk membersihkan gigi.

7. Menyalip antrian

“Wajahnya sih cantik tetapi nyalipnya itu loch yang menyebalkan,” gumam seorang laik-laki yang sedang antri mengambil makanan di sebuah resepsi pernikahan. Nah, lho. Cantik, anggun, dan perhiasannya berharga mahal kok nggak punya kesabaran dalam antrian. Nyalip antrian tanpa permisi sungguh tak elok.

Budaya antri di negeri ini kadang agak payah. Terlebih lagi jika lorong dan pembatas antrian tidak disiapkan. Lihat saja antrian mengambil sembako gratis, uang cuma-cuma, daging kurban, dan lain-lainnya. Saling dorong saling injak masih sering terjadi. Tak jarang budaya tidak tertib ini menimbulkan kericuhan bahkan sampai timbul korban jiwa.

Walaupun rambut disasak tinggi, wajah terpoles make up berharga aduhai, bibir tersaput lipstik luar negeri, tetap harus antri. Jika merasa isteri pejabat tinggi maka masuklah jalur antri yang ada tulisan ‘VIP.’ Nyelonong dalam antrian bisa menjadi bahan omongan, ejekan, bahkan umpatan.

.

Antri dengan tertib

Antri membuat hepi

.

8. Mengambil makanan menggunung

Saya sering mengelus dada melihat tumpukan piring di bawah meja saat menghadiri resepsi pernikahan. Sisa makanan masih banyak dalam piring yang tergeletak itu. Nasi dengan aneka lauk-pauk ini menjadi mubadzir. Sementara shohibul hajat hatinya khawatir. Takut jika persediaan makanan untuk tamu undangan dan kerabatnya berhenti mengalir.

Harus diakui bahwa ada sementara orang yang mengambil makanan dalam jumlah yang cukup banyak sehingga piringnya tampak seperti gunung. Mungkin dia malas untuk mengambil makanan lagi karena jumlah tamu yang begitu banyak dan berdesak-desak. Akibatnya segala makanan diambil sekaligus. Pemandangan seperti itu bisa membuat orang yang sedang antri berdecak kagum tetapi disertai pandangan sinis sambil geleng-geleng.

Hei, jangan curiga bahwa itu perilaku orang tak mampu yang jarang makan enak. Orang kaya, ganteng, dan cantik juga ada kok yang melakukannya. Sensasinya bho.

9. Marah tak terkendali

Jarang lho ada yang bilang: “Eh, Jeng Ngatno kalau sedang marah besar kok tambah cantik ya.” Wanita atau pria yang sedang marah pada umumnya menampakkan wajah sengak, dilihat tak enak. Apalagi jika kemarahannya itu disertai umpatan, caci-maki, mengeluarkan kata kotor dan vulgar serta membentak-bentak.

Orang yang sedang marah besar tak ada yang tersenyum. Yang tampil adalah suara keras, cemberut, otot lehernya keluar, dan wajahnya merah padam. Ini berlaku bagi wanita cantik maupun yang kurang cantik. Roman mukanya jelas menjadi tidak ramah, bahkan cenderung menakutkan.

Nah, agar wajah cantik tidak lenyap dalam sekejap maka kemarahan harus dikendalikan. Anger management perlu diterapkan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mewasiatkan umatnya agar jangan marah. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Engkau jangan marah!” [HR al-Bukhâri].

Bagaimana jika masih tetap ingin marah? Salah satu jalan keluarnya adalah mengambil air wudhu.  Simak hadits ini: Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu. (HR. Ahmad 17985 dan Abu Daud 4784)

Lebih bagus lagi jika kita membaca do’a ta’awudz. Ini haditsnya. “Sungguh saya mengetahui ada satu kalimat, jika dibaca oleh orang ini, marahnya akan hilang. Jika dia membaca ta’awudz: A’-uudzu billahi minas syaithanir rajiim, marahnya akan hilang. (HR. Bukhari dan Muslim)

Itulah 9 kebiasaan kurang baik yang bisa melenyapkan kecantikan seorang wanita. Sungguh, inner beauty sangat penting dalam kehidupan wanita. Kecantikan di wajah selayaknya dibackup dengan kecantikan hati.

Jika ada yang ingin menambahkan silakan.

Beauty is not in the face; beauty is a light in the heart

~ Kahlil Gibran ~

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

17 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Ety Abdoel says:

    Hahaha, Pakde bisa aja ngingetinnya.
    Padahal kaum lelaki juga harusnya menghindari hal itu kan Pakdeee…#kabur ah takut dislentik

    Iya ,berlaku universal untuk pria dan wanita

  2. saya makannya dikit koq, Dhe… tapi nambah lagi nambah lagi, hihihi… becanda Pakde, hehehe…

    terima kasih remindernya Pakde.. 🙂
    Lebih baik begitu
    Daripada tangan gemetar mbawa piring full nasi dan lauk, sup, dan buah

  3. Yulia says:

    hihihi… Pakde emang bisa aja bikin tipsnya… semua tips diatas memang tak semestinya dilakukan seorang perempuan “kecuali” kepepet kali ya dhe..

    Iya, berlaku juga untuk laki-laki

  4. Retno says:

    Hihihi… betul-betul Pakdhe… daripada orang jadi illfeel mending “menyingkir”sebentar , terimakasih sudah diingatkan Pakdhe…

    Hooh, jangan sampai orang sekitar bilang :” Ayune ayu tapi amoniaknya bikin semaput.”

  5. rita dewi says:

    Wah betul semua Pakde. Pakde pasti selalu memperhatikan wanita2 di sekeliling yaa….

    Paling mangkel kalau disalip wanita cantik di tempat prasmanan

  6. Nanang budi says:

    bagus cara ngingetinnye, ceep kreatif dah 🙂

    Thank you Mas

  7. wkwk setelah di fikir-fikir bener juga pakde …

    Lha saya kan jaang nggak bener Mas

  8. Slilit saya kira pakde salah tulis selulit. Hahahha.. beneran baru tahu nih istilah ini.

    Adinda menyebutnya apa? Sulit

  9. Wih…. pakde teliti sekali. Saya paling mangkel kalau ada yang ngelakuin no 6 Pakde. Duh… hilang selera makan seketika.

    Betul, apalagi kalau makan nasinya sudah dingin dan nggak ada lauk yang pas

  10. ninda says:

    pakdhe bisa saja haha 😀
    eh yg difoto antri kayaknya mbak elsa ya pakdhe?

    Iya Mbak Elsa yang hadir saat peluncuran buku saya

  11. pena says:

    setuju pakde sama ulasannya, terutama masalah antri…kesadaran orang indo masih dibawah rata kalo dibandingin sama negara lain..huft

    Iya, kadang rebutan sampai jadi rusuh

  12. Mas Ahmad says:

    Nyari tempat tersembunyi dulu untuk melakukannya agar kecantikan tidak jadi hilang 😀

    Betul, etika juga harus ditampakkan

  13. Anton says:

    Betul sekali pakde.. kalau buang angin sih, saya masih bisa terima. Namanya juga manusia kalau ga buang angin malahan bisa sakit.

    Cuma kalau makan sambil berdecak… ampuunnn….. hadeeuhhh… penilaian langsung drop banget dah

    (NB : maaf baru sempet balas kunjungan pakde soalnya baru dinas luar dan baru kembali)

    Iya Mas. Makan sambil mulutnya riuh-rendah bikin bising hahahaha

  14. Manfaat2 says:

    kata upin ipin. betul betul betul 😀

  15. pebrianto says:

    haha parah kalu wanita kebiasaannya kaya gitu, bikin ga menarik meskipun oranya cantik.

Leave a comment