Hati-hati Mengikat Seekor Kucing

Cara memelihara kucingBeberapa watu yang lalu saya menerbitkan artikel berjudul Tips Mudik Lebaran Tahun 2016. Dalam artikel tersebut saya sampaikan apa saja yang perlu dilakukan dan tidak dilakukan. Namun demikian masih ada satu hal lagi yang perlu mendapat perhatian para pemudik sebelum meninggalkan rumah yaitu keberadaan hewan piaraan. Apa yang harus dilakukan terhadap kucing, ayam, burung, atau binatang kesayangan lainnya? Kalau hanya punya sekor kucing tentu bisa di bawa namun jika jumlahnya cukup banyak tentu repot juga. Salah satu alternatif pemecahannya adalah mengirimkan binatang kesayangan itu di tempat penitipan hewan.

Saya tidak ingin membahas secara khusus cara mudik lebaran dengan membawa ayam, itik, burung, kucing, biawak, atau binatang unik-menarik lainnya. Fokus saya adalah perilaku manusia terhadap makhluk ciptaan Tuhan yang berlabel binatang. Makhluk beraneka jenis ini jumlahnya banyak sekali , tersebar di muka bumi, dan juga berada di sekitar kita.

Berbuat baik bukan hanya untuk manusia saja tetapi juga untuk makhluk hidup ciptaan Tuhan yang lainnya. Hal ini dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Dari Abu Hurairoh bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Pada suatu ketika ada seorang laki-laki sedang berjalan melalui sebuah jalan, lalu dia merasa sangat kehausan. Kebetulan dia menemukan sebuah sumur, maka dia turun ke sumur itu untuk minum. Setelah keluar dari sumur, dia melihat seekor anjing menjulurkan lidahnya menjilat-jilat tanah karena kehausan. Orang itu berkata dalam hatinya; ‘Alangkah hausnya anjing itu, seperti yang baru ku alami.’ Lalu dia turun kembali ke sumur, kemudian dia menciduk air dengan sepatunya, dibawanya ke atas dan diminumkannya kepada anjing itu. Maka Allah berterima kasih kepada orang itu (diterima-Nya amalnya) dan diampuni-Nya dosanya.’ Para sahabat bertanya; ‘Ya, Rasulullah! Dapat pahalakah kami bila menyayangi hewan-hewan ini? ‘ Jawab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: ‘Menyayangi setiap makhluk hidup adalah berpahala.’ [HR.Muslim, no.2244]

.

Cara menyayangi binatangJangan menganggu kemesraan mereka

.

Seorang petani yang memberi makan kepada kerbau, sapi, kambing, atau ayam miliknya tentu merupakan hal yang biasa. Bagaimana terhadap hewan piaraan tetangga yang mencari makan di sekitar rumah kita? Jika mereka tidak melakukan pengrusakan atau melahap habis padi atau nasi kita tentu tak selayaknya dihardik. Dihalau secukupnya saja setelah binatang itu cukup kenyang. Ini memang sulit, bukan. Nggak juga sih, toh mereka tak membawa keranjang untuk membawa padi yang kita jemur. Jika kita salah langkah malahan menimbulkan bibit pertengkaran dan permusuhan dengan tetangga.

Kita salut kepada para manusia penyayang binatang. Mereka begitu perhatian dan telaten dalam mengurus makhluk Tuhan bernama hewan tersebut. Para penyayang binatang itu bukan hanya sekedar memberi makan dan minum. Mereka juga memperhatikan dan merawat kesehatannya.  Jika terjadi sesuatu terhadap binatang mereka juga tak segan turun tangan untuk menolong ketika binatang itu mengalami kecelakaan. Di layar televisi juga sering kita saksikan sebuah operasi penyelamatan terhadap ikan paus yang terdampar di pantai lalu mengembalikannya ke habitatnya.

Kita juga pernah menyaksikan sebuah langkah penyelamatan monyet agar tidak dijadikan tontonan oleh manusia. Monyet yang didandani seolah seperti manusia, dilatih untuk melakukan ini itu dengan memungut bayaran kepada penontonnya akhirnya dilepaskan ke alam bebas oleh pemerintah daerah DKI. Ini menunjukkan bahwa hewan ciptaan Tuhan harus disayangi oleh manusia. Terhadap binatang yang sering dimakan manusia pun ada aturannya ketika manusia hendak menyembelihnya. Pisau yang digunakan untuk menyembelih harus tajam dan saat menyembelih tidak melakukan penyiksaan terhadapnya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa ssalam juga memberikan peringatan kepada umat beliau yang suka menganiaya binatang. Ibnu Umar ra mengabarkan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Seorang perempuan bisa masuk neraka karena telah mengikat seekor kucing tanpa mau memberinya makan, dan kucing itu tidak dibiarkan untuk mencari makan, dari makanan yang terserak di permukaan bumi.” [HR. Bukhari]

Nah, jika burung yang sahabat tempatkan di dalam sangkar sampai mati kelaparan maka sahabat harus bertanggung jawab loch. Kalau hanya senang membeli tetapi tidak suka merawat dan memberi makan lebih baik di lepaskan lagi agar si burung terbang tinggi dan berkumpul dengan teman-temannya. Perilaku kucing kadang menjengkelkan dan kurang elok. Si meong ini suka BAK dan BAB seenak udelnya. Tapi lebih tidak elok jika si empunya kucing lantas membanting dan menendang makhluk ciptaan Tuhan tersebut.

Mari kita menyayangi binatang ciptaan Tuhan agar kita terhindar dari murka-Nya.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

15 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Kasihan juga klo punya hewan peliharaan dibuarkan bgitu tanpa ada perawatan. Sayangilah binatang ^_^

    Mending dilepaskan kalau nggak bisa merawat

  2. Noted, Pakdhe…
    Tapi pernah kambing tetangga masuk dapur saya ngabisin satu lirang pisang kepok yang rencananya mau dibikin kolak. Sebel sih, tapi untungnya bisa saya usir tanpa kekerasan…cuma teriak aja..hehe 😀

    Kambing kelaparan masuk rumah tetangga ya hahahaha

  3. damarojat says:

    si Weslie mau ditinggal mudik saya ajari makan pakan kering. tapi ga doyan. waduh pusing juga Pakde. kalau ga mau ya sudahlah, si pus ini dibiarkan di luar aja biar cari makan sendiri sama kucing liar lainnya.

    Iya, kalau dikurung nanti malah mati kelaparan

  4. momtraveler says:

    Sya lagi bingung ni mo nitipin kucing2 kemana selama lebaran nanti.masih ga tenang klo blm ketemu yg mau dititipi kucingku yg banyak bgt jumlahnya

    Kalau ada konter penitipan hewan bisa dicoba

  5. Jarwadi MJ says:

    mungkin perlu dipikirkan secara teknologi pakdhe, kalau untuk kucing, sekarang sudah ada alat, semacam pet feeder yang bisa dikontrol jarak jauh

    Bagus kalau ada alat seperti itu

  6. Ira guslina says:

    Nah iya Pak De. Saya suka kucing. Tapi karena rumah kami di jakarta kecil dan tak cukup leluasa untuk kucing main saya tak mau pelihara takut membuat kucingnya sengsara karna sering ditinggal. Juga tak mau mengganggu kenyamanan tetangga. Kalau di kampung kucing beranak pinak di rumah kami… 🙂

    Iya, apalagi kalau kucingnya suka nonggo ya
    Nggak enak sama tetangga

  7. Irly says:

    Memelihara berarti menyayangi dan bertanggung jawab ya Pakdhe…
    Dilema memang buat yang mau mudik tapi punya hewan peliharaan..

    Dijual dulu hahahaha

  8. Lidya says:

    saya gak bisa merawat binatang pakde, paling cuma suka lihat aja

    Pelihara ikan Gurami untuk cadangan lauk kalau ada tamu

  9. Inggih, Pakde, rasa kasih sayang terhadap makhluk lain, apalagi binatang peliharaan kita, sungguh penting. Inilah buah yang bernama akhlak dari orang yang telah beribadah. Jangan sampai hewan peliharaan yang ditinggal mudik mati kelaparan.

    Jangan banting2 kucing ya

  10. Apalagi kucing itu salah satu binatang kesayangan Nabi ya, Dhe..

    Iya, beliau sampai menggunting sorbannya karena takut membangunkan kucing yang tidur di sorban beliau

  11. Eko Nurhuda says:

    Wah, kalo saya dulu jaman kecil malah suka ngelepasin burung punya om. Ceritanya dititipin di rumah om, dapet tugas ngasih makan burung dan bersihin sangkar. Eh, sering banget kelupaan nutup pintu sangkar. Lepas deh. 😀

    Untung nggak digibeng hahahaha

  12. Bener banget, Alhamdulillah dari kecil suka banget sama hewan terutama kucing. Gatau kenapa kalau lihat kucing gitu bawaannya kasihan. Tapi emang sih kucing termasuk hewan yang lucu. hehehe

    Walau suka BAK/BAB seenaknya
    Namanya juga binatang ya

  13. bang badhar says:

    untung dirumah gak pelihara kucing, tapi anehnya kucing terus berdatangan ke rumah.. bahkan udah ampe beranak cucuk,, klo udh pada ngumpul sekaligus, suasanya udh kyk di TK, ributtttt

    Bisa dijual Mas

  14. Susindra says:

    Saya tidak mengizinkan anak beli burung kecil yg dijual di SD/TK Pakde. Takut mati. Kalau saya pengen punya kolam ikan saja. Lebih mudah dipelihara.

    Iya, enakan kolam ikan

  15. Indra3h says:

    Saya paling malas dengan kucing tetangga. Sering datang cuma nitip pi saja. Bagaimana itu, Pakde?

    Memang, usir saja

Leave a comment