Kencring-kencring

Mbah Muslim tercengang.

Artina terlihat cantik banget dengan busana muslimnya.

“Mau kemana, Nduk?”

“Menghadiri resepsi pernikahan teman, Mbah.” Kata Artina sambil merapikan jilbabnya.

Jreng…terlihat beberapa gelang emas melingkar di pergelangan tangan cucunya. Wow..silau.

“Sik…sik…sik. Kok banyak amat gelang yang kamu pakai.”

“Iya, Mbah. Namanya juga sudah dibeli masa nggak dipakai. Ini yang disebut dengan gelang keroncong, makin banyak jumlahnya semakin bagus. Suaranya juga kencring, kencring, kencring.”

“Nduk, gelang itu memang milikmu dan kamu beli dari uang sendiri. Tapi mbok jangan dipakai semua, satu saja sudah cukup. Gelang yang dikakimu sebaiknya juga dilepas. Kayak penari ngremo saja.”

“Emangnya kenapa, Mbah?”

“Di resepsi nanti kamu pasti bertemu dengan teman-temanmu, tetanggamu, dan orang lain yang belum mengenalmu.”

“So, what’s the problem, Mbah? Memakai perhiasan bagi wanita kan diperbolehkan. Yang diharamkan adalah laki-laki yang memakai perhiasan emas.”

“Yang kamu sampaikan itu benar, Nduk. Namun cobalah melihatnya dari sisi yang lain. Jika temanmu juga ingin memiliki gelang emas seperti milikmu itu lalu merengek-rengek kepada orangtuanya untuk dibelikan gelang yang sama bagaimana? Orangtuanya pasti kepikiran. Kalau orangtuanya waras sih nggak apa-apa, tapi kalau bokap dan nyokapnya kalap bisa-bisa mereka akan melakukan apa saja untuk memenuhinya. Tak peduli dengan cara yang haram sekalipun.”

Artina termenung. Ucapan kakeknya sungguh tak pernah terpikirkan olehnya.

“Belum lagi jika ada beberapa isteri yang juga hobi nyidam perhiasan emas dan barang-barang mahal lainnya. Suaminya mungkin tergoda untuk nilep uang kantor guna memenuhi rengekan isterinya untuk membeli gelang kayak yang kamu pakai itu.Lepaskan gelangmu, pakai saja satu seperti yang sering dipakai oleh penduduk di sini ya. Ojok pamer, nggak apik, Nduk.Nanti dikira sombong sama orang yang melihatmu.”

“Terima kasih, Mbah sudah mengingatkan.” Artina masuk kamar melepas 4 gelang yang dipakai. Hanya gelang kecil yang dipakai sekedar aksesoris untuk melengkapi busana muslimnya.

Mbah Muslim mengacungkan dua jempol. “Nggak kurang kok kecantikanmu,” ujar Mbah Muslim sambil tersenyum.

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. An-Nuur ayat 31)

Wanita memang tidak dilarang memakai perhiasan emas. Namun demikian perlu juga diperhatikan lingkungan di mana dia tinggal dan saat memakai perhiasan tersebut. Dilihat dari segi keamanan, wanita memakai perhiasan yang mahal harganya,  emas atau berlian terlalu banyak juga bisa mengundang penjahat untuk melakukan aksinya. Lebih bijak jika perhiasan yang dipakai cukup saru atau dua potong sementara sisanya disimpan sebagai tabungan.

 

 

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

7 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Lebih bijak tidak memakai perhiasan secara berlebihan, agar terhindar dari orang yang berniat tidak baik untuk mengambilnya.. Apalagi saat ini jamannya ekonomi tak menentu.. Tampil sederhana dan tidak membuat cemburu orang lain mungkin itu lebih baik ..

    Iya, jangan membuat penjahat menjadi bringas hahahaha

  2. nh18 says:

    Lalu …
    Artina pun jadi banyak tersenyum …
    sebentar-sebentar tersenyum …
    menampakkan giginya … yang terbuat dari emas …

    🙂

    Salam saya Pak De

    hahahaha…kalau paceklik dicopot 1-2 buah

  3. setujuuu pakdheee..malah menarik perhatian orang jahat hehehe. Aku untungnya ngga punya 🙂

    Masuk rekening semua ya hahahaha

  4. Inayah says:

    Aku ndak make apa apa pakde…duuh cincin kapan tersemat ya *curcol

    Insya Allah dalam waktu dekat

  5. rina susanti says:

    selain itu pake banyak perhiasan emas tidak aman, banyak kejadian di hipnotis copet atau rampok karena pake perhiasan mencolok, mending di simpan aja buat tabungan yang di pakai cincin aja

    Iya, nggak model lagi pakai perhiasan buanyak

  6. Beuh,, leress pakde
    bijak,,emang bagusnya ga berlebihan.. karena segala yang berlebihan itu tidak disukai

    Bikin ngiler dan mungkin bikin mata ngincer

  7. handdriati says:

    aku ndak pake apa2 pakde, cuma cincin kawin doang hehehe…

    Iya, lebih aman begitu

Leave a comment