Buku Baru: Setelah Kata SAH Berkumandang

Dengan mengucapkan puji syukur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala saya luncurkan buku ke-11 dari Program Satu Bulan Satu Buku 2015. Buku setebal 140 halaman ini berisi 33 kiat untuk mewujudkan pernikahan yang sehat. Ditulis dengan menggunakan bahasa yang renyah dan gurih sehingga mudah difahami. Buku ini bagus untuk referensi bagi mereka yang akan menikah, pengantin baru, dan pasangan yang sudah lama menikah.Untuk kado pernikahan juga oke.

Ini dia tampilannya.

.

.

Judul: Setelah Kata Sah Berkumandang

Penulis: Abdul Cholik

Penyunting: Aisha S.Maharani

Desain Isi: SixmidArt

Desain Sampul: Dani St

Cetakan Pertama: November 2015

Penerbit: Penerbit Sixmidad, Bogor

ISBN: 978-602-0997-18-6

Jumlah Halaman:140 halaman

Harga:Rp.35.000  (belum termasuk ongkos kirim)

Order: Mas Rudy G. Aswan via Inbox Facebook Belalang Cerewet.

 

———————————

Setelah kata SAH berkumandang maka seorang laki-laki dan perempuan sudah resmi menjadi pasangan suami-isteri. Babak baru kehidupan bersama dimulai. Semula mereka tidak saling mengenal satu sama lain. Tak sedikit perbedaan dalam ucapan, sikap, tingkah laku, dan lagak-lagu bawaan. Setelah aklimatisasi sejenak pada masa pacaran atau taqarrub, lalu tinggal di bawah satu atap  bernama rumah tangga. Masih perlu waktu untuk beradaptasi, menyesuaikan irama masing-masing agar tak saling bertabrakan.

Tidak ada yang bisa membuat kita bahagia seperti hidup dengan orang yang kita cintai dan kita merasa nyaman bersamanya. Dari semua hubungan manusia, pernikahan bisa menjadi bagian yang paling menyenangkan dan membahagiakan. Dia bisa menjadi sumber kekuatan dan sukacita yang mendalam. Dari pernikahan itu pula kita bisa mendapatkan keturunan yang akan meneruskan generasi kita. Sebaliknya, begitu menggelisahkan, membosankan, dan mencemaskan jika seseorang  berada dalam pernikahan yang tidak sehat. Pernikahan seperti itu bisa membuat orang frustasi, kecewa, dan merasa tertekan.

Buku ini menjelaskan 33 kiat untuk mewujudkan pernikahan sehat dan harmonis. Tak ada maksud menggurui, hanya berbagi pengalaman dan hasil pengamatan saya.

.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

7 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. momtraveler says:

    Selamat ya pakdhe…salut banget deh sama pakdhe yg sangat produktif. Moga2 bukunya bermanfaat dan laris ya dhe 🙂

    Amiin. Mumpung masih muda Jeng

  2. Jiah says:

    waaa ini….
    pelajaran after nikah

    Sebelum nikah juga boleh baca kok

  3. inda fitri says:

    pak de kereeenn..
    selamat ngge pak de 🙂

    Matur nuwun Jeng

  4. ipul gassing says:

    Selamat pakdhe untuk buku barunya.
    kapan ya saya bisa bikin buku juga? hihihi

    Mulailah sekarang Mas nulis naskah bukunya

  5. 21inchs says:

    wah keren pakdhe
    berbagi pengalaman dari yg sdh merasai asam garamnya pernikahan

    Iya Mas
    Sudah hampir 40 tahun menikah

  6. irai says:

    Selamat Pak De untuk peluncuran bukunya. Sukses selalu. Saya kemarin beli buku “Yuk Ibadah di Dunmay” betmanfaat sekali unt anak saya yang ABG.

    Wah terima kasih ya Jeng

  7. Pakde, sudah masuk toko buku mana, Pak?

    INi penerbitan mandiri (self publishing) jadi nggak ada di toko buku

Leave a comment