Teks

Mengapa Buah Belimbing Perlu Diblongsong?

Dua buah pohon belimbing yang saya tanam di samping rumah terpaksa saya tebang. Ada dua alasan mengapa saya lakukan tindakan nekat tersebut. Yang pertama lahan itu akan saya tanami sayuran yaitu pare. Alasan yang kedua karena buah belimbing yang cukup lebat itu selalu berjatuhan sebelum ukurannya mencapai maksimal.

Cara menanam pohon belimbing

Pohon belimbing cangkokan

.

Saya sendiri tidak mengetahui mengapa buah belimbing itu berjatuhan. Mungkin karena kekurangan sinar matahari. Maklum di sekitarnya ada beberapa pohon pisang milik tetangga yang menghalangi sinar matahari menembus pohon belimbing. Mungkin juga karena buah belimbing itu diganggu oleh lalat buah.

Setelah beberapa bulan ternyata pohon itu bersemi kembali dengan daun yang cukup lebat. Bunga pun lalu bermunculan yang jumlahnya cukup banyak. Kini buah belimbing beraneka ukuran sudah menghiasi pohon. Alhamdulillah.

Guna mencegah rontoknya pentil belimbing maka buah yang sudah berukuran minimal sebesar ibu jari itu saya blongsong dengan kantong plastik. Terus terang saya meniru langkah beberapa tetangga yang juga membungkus aneka buah di kebun mereka. Ini untuk mencegah agar buah belimbing tidak diganggu lalat buah atau ulat.

Karena saya sendiri belum pernah menikmati rasa buah belimbing yang saya tanam maka saya mengikuti cara membungkus buah-buahan yang dilakukan oleh tetangga. Pembungkus buah belimbing saya lapisi dengan kertas di dalamnya. Konon, dengan cara ini maka buah belimbing rasanya akan menjadi manis.

.

Cara Membungkus Buah Belimbing

Belimbing diblongsong agar tak dimakan lalat buah atau kalong

,

Karena plastik pembungkus buah dilapisi kertas maka tentu saja saya tidak akan mengetahui bagaimana keadaan buah belimbing itu, baik ukurannya maupun kondisinya. “Ya dipegang saja, Mbahkung,” kata Sandy anak saya. Weleh-weleh, berarti secara berkala saya harus naik tangga untuk memegangi atau merabanya ya.

Sejatinya saya agak enggan untuk membungkus buah-buah yang saya tanam. Saya ingat sebuah hadits tentang sedekah dari hasil tanaman.

Dari Anas bin Malik Rodhiyallohu ‘Anhu bahwa Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Tidaklah seorang muslim menanam pohon, tidak pula menanam tanaman kemudian hasil tanaman tersebut dimakan oleh burung, manusia atau binatang melainkan (tanaman tersebut) menjadi sedekah baginya.” (HR. Imam Bukhari hadits no.2321)

.

Maafkan saya ya burung, ulat, atau hewan lainnya. Kali ini buah belimbing saya bungkus. Saya dan anak-cucu ingin merasakan hasil tanaman itu dulu. Tapi di kebun saya masih banyak kok tanaman yang tidak saya bungkus buahnya. Mangga dan rambutan yang selalu berbuah lebat itu masih bisa kalian nikmati karena saya biarkan tanpa bungkus. Monggo.

Manfaat buah belimbing bagi kesehatan sudah banyak diketahui orang. Buah yang banyak mengandung aneka vitamin itu berguna untuk menyehatkan jantung, meningkatkan produksi ASI, dan anti kanker.

Apakah sahabat mempunyai pengalaman tentang cara membungkus buah-buahan di pohonnya? Silakan berbagi dengan saya dan sahabat lainnya.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

4 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Bener pakde,, rezeki memang sudah dibagi2, ada yang buat kita, ada yang buat ulet, ada yang buat burung…

    Semoga pohon pare-nya tumbuh subur… 😀

  2. felyina says:

    PakDhe telaten bener mblongsongi Belimbing.

  3. desk says:

    bungkus kertas koran pakde

  4. Cikasur says:

    Wkwk minta maaf segala ya ke hewan2…
    Semoga semakin sering berbuah belimbingnya biar Mantappp

Leave a comment