Archive for the 'Fiksi' Category

Stagen Merah

 “Ibu….Ibu….grup kami juara satu. Bulan depan lagu kami akan direkam!”  Suara bocah lanang itu mengejutkan Marni. Segera dilemparkannya stagen berwarna merah itu dari tangannya. Janda beranak dua itu segera lari ke arah datangnya suara. Di depan pintu kamar Marni memeluk erat kedua anaknya, Jupri dan Juli. Tangisnya tak terbendung. “Iya, Bu. Kami juga mendapat hadiah uang sepuluh juta,” sahut Juli anak bungsunya sampul menyorongkan sampul coklat. Tubuh Marni mendadak lunglai. Jerit tangis Jupri dan Juli mengundang perhatian tetangganya. Artikel selengkapnya

Ada Apa Dengan Inspektur Suzana?

Puluhan sms masuk di handphone Inspektur Suzana. Isinya senada. Ucapan selamat atas kenaikan pangkatnya dari lpda menjadi Iptu. Suzana membaca dengan cermat sms dari ibunya.”Selamat ya Nak atas kenaikan pangkatmu. Sekarang pikirkan masa depanmu. Sudah saatnya kamu membangun rumah tangga. Ibu kan juga pengin segera momong cucu.” Gadis manis berambut ala Demi Moore  itu tersenyum membaca pesan ibunya yang panjang. Seperti biasa anak sulung yang selalu menghormati orangtuanya menjawab sms dengan santun.”Inggih, Bu. Pangestunipun. Matur nuwun.” Artikel selengkapnya

Nonton Kuda Berkhitan di Surabaya

Pagi umun-umun Mbah Kromo Dingklik sudah kena pajak. Kromy, cucu laki satu-satunya datang menghampiri dan minta sangu. Bocak kelas 5 SD ini berpakaian rapi. Tas punggung yang disandang tampak menggelembung. Sepertinya full muatan. Mbah Kromo Dingklik  membetulkan letak leher baju cucunya.

“Memangnya mau ke mana kok minta sangu?” tanya Mbah Kromo Dingklik. Artikel selengkapnya

Bukan Bisma Dari Dunia Sana

Bus yang membawa rombongan Blogger Wanodya Krida Utama berhenti di depan sebuah gedung yang cukup besar. Halamannya tampak asri. Aneka tanaman bunga sedang mekar seakan ikut gembira menyambut kedatangan mereka. Terlihat papan nama yang cukup besar berdiri dengan gagah dekat pagar. Panti Pesona Bunga Bangsa, begitu bunyinya. Yayasan yang pendiriannya diprakarsai oleh Panglima Kodam ini menampung, merawat, dan mendidik putra-putri TNI, utamanya yang ayah dan ibunya sudah meninggal dunia sejak mereka masih balita. Artikel selengkapnya

Lamaran Yang Ditukar

Binsat merapikan kumisnya. Ia tak ingin wanita cantik itu menilai dirinya ceroboh karena membiarkan rambut di atas bibirnya semrawut. Binsat ingat, Pertiwi pernah mengirimkan pesan melalui inbox Facebooknya yang mengoreksi profile picturenya:”Tumpukan buku pada rak yang menjadi background foto selfie Mas Binsat acak-acakan. Makanya segera cari pendamping lagi agar ada yang mengingatkan.” Kisah selengkapnya