Teks

Yuk Atur Uangmu Agar Nyaman Hidupmu

Cara mengatur uang

Setelah pensiun dari dinas militer pada tahun 2006 hidup dan kehidupan saya mulai berubah. Saya tidak bekerja lagi karena saya memang berniat memanfaatkan sisa umur untuk meningkatkan kualitas ibadah dan tentunya kumpul bareng keluarga.

Dengan tetap mensyukuri nikmat Tuhan yang tiada tara saya manfaatkan tunjangan pensiun dengan sebaik-baiknya. Penghasilan memang agak berkurang oleh karena itu saya wajib mengubah pola dan gaya hidup agar tetap bisa survive. Di kalangan kami memang ada ucapan bernada canda bahwa ada pensiuan mantab (makan tabungan) dan pensiunan matang (makan hutang)

Alhamdulillah saya bukan termasuk pensiunan yang makan hutang. Mengapa? Tak lain dan tak bukan karena saya memang sudah diajari oleh atasan, senior, dan orang tua agar saya mengatur uang dengan sebaik-baiknya. Dengan pengaturan gaji yang saya terima setiap bulan maka saya bisa membiayai kuliah kedua anak saya sampai menjadi sarjana.

Banyak nasihat yang saya terima tentang cara mengatur keuangan. Atasan saya bilang:”Kendalikan uangmu agar uangmu tidak mengendalikanmu.” Sementara Emak saya wanti-wanti memberi nasihat agar saya tidak sering membeli gombal (pakaian, maksudnya) “Lebih baik beli perhiasan emas karena mudah dijual jika sewaktu-waktu kamu membutuhkan uang.”

Beberapa senior dilingkungan militer sering mengatakan bahwa prajurit itu singkatan dari prasaja (sederhana), jujur, dan irit (hemat) Ucapan mereka juga saya pedomani dalam mengatur uang yang saya terima dari pemerintah setiap bulan.

Setelah menikah semua gaji saya serahkan kepada isteri. “Yuk atur uangmu,” itulah pesan yang saya sampaikan isteri saya. Seruan ini diikuti dengan seksama oleh isteri saya. Karena isteri saya juga anak seorang tentara maka dia tahu betul apa yang harus dilakukan dalam mengatur keuangan keluarga.

Amplop merah putih

Dari gaji yang saya terima, isteri membagi-bagi dalam beberapa amplop. Ada amplop berwarna merah dan ada pula amplop berwarna putih. Uang untuk pengeluaran yang tak bisa ditawar dan ditunda dimasukkan ke dalam amplop merah. Uang untuk biaya sekolah anak, membayar listrik dan air, arisan kantor dan serta fee asuransi  dimasukkan ke amplop merah. Ini memang kewajiban yang tak boleh dilalaikan.

Uang untuk belanja sehari-hari, dana kesehatan, uang rekreasi, dimasukkan ke dalam amplop putih. Dana ini sifatnya fleksibel dalam jumlah dan pengeluarannya.

Cara mengatur keuangan

Amplop merah putih untuk mengatur uang

.

Budaya menabung

Kegiatan menabung langsung saya mulai begitu saya menerima gaji dari pemerintah. Tabungan ini selain sebagai dana cadangan juga kami gunakan untuk biaya cuti. Maklum lokasi penugasan saya lebih banyak di luar propinsi yang jaraknya cukup jauh dari kampung halaman. Saya bertugas di Balikpapan selama 10 tahun dan di Palembang 6 tahun. Selebihnya saya ditugaskan di pulau Jawa yaitu di Cimahi, Surabaya, dan Jakarta. Dengan penugasan selama itu tentu tak elok jika kami tidak mudik ke kampung halaman untuk menengok orangtua dan famili lainnya.

Besarnya setoran tidak pasti. Jika ada honor mengajar atau penugasan lain sebagian saya masukkan tabungan.

Investasi

Sesuai arahan Emak, investasi yang saya lakukan ya membeli emas. Selain untuk aksesoris juga untuk investasi yang sewaktu-waktu bisa dijual kembali. Itu tidak berarti kami harus berpelit diri dalam membeli pakaian, utamanya untuk anak-anak. Karena penugasan saya sering berpindah tempat maka saya dan isteri sering mendapat kenang-kenangan berupa perhiasan emas. Cinderamata ini diberikan oleh komandan kesatuan atasan dan juga komandan satuan bawahan. Ini juga termasuk investasi, bukan.

Tanggap darurat dengan asuransi

Berbekal ceramah yang dilakukan oleh sebuah perusahaan asuransi maka saya tertarik untuk menyisihkan sebagian gaji untuk mengikuti asuransi. Sesuai agama yang saya anut saya memahami benar bahwa setiap makhluk bernyawa pasti akan mati. Kematian adalah hak prerogatif Tuhan. Manusia tak bisa meminta kematiannya dipercepat atau diperlambat. Oleh karena itu mengikuti asuransi saya anggap sebagai kegiatan tanggap darurat yang sangat penting.

Ada dua jenis yang saya ikuti yaitu asuransi jiwa dan asuransi pendidikan untuk anak-anak saya. Dengan cara itu maka jika saya sewaktu-waktu dipanggil oleh Tuhan maka ada dana yang bisa dimanfaatkan oleh keluarga saya. Alhamdulillah asuransi tersebut bisa saya manfaatkan ketika anak saya mulai masuk kuliah.

Kala itu pengetahuan saya tentang perusahaan asuransi dan produknya masih sangat terbatas. Beruntung kini sudah ada Sinarmas MSIG Life yang bisa membantu kita mengatur keuangan. Ada 3 produk yang dikeluarkan oleh perusahaan keren ini yaitu Produk Individu, Produk Bank, dan Produk Kumpulan. 

Saya dan anak-anak tentunya bisa mengikuti produk individu yang salah satunya adalah asuransi tradisional. Di bidang kesehatan anak-anak bisa memilih produk Smile Kesehatan yang membantu menjalani rawat inap di rumah sakit akan terasa lebih mudah. Produk ini juga menyediakan perlindungan kesehatan untuk anggota keluarga kita yang yang lain.

Selain itu mereka juga perlu menyimak produk Power Save. Produk ini merupakan sarana perlindungan terhadap risiko kecelakaan sekaligus berinvestasi multi guna, sangat sesuai bagi mereka yang peduli terhadap masa depan dirinya dan keluarga.

Keluarga sehat dan bahagia

Tidak ada yang lebih indah daripada melihat orang-orang yang saya sayangi tetap sehat

.

Masih banyak produk menarik dan bermanfaat yang dikeluarkan oleh Sinarmas MSIG Life. Silakan langsung menuju situs resmi agar mendapatkan pengetahuan yang lengkap dan mendalam tentang produk andalannya.

Jika ada yang berpendapat bahwa mengatur keuangan itu bisa dilakukan nanti saja karena toh masih muda maka itu sebuah kesalahan besar. Sekali lagi, kematian adalah rahasia Tuhan. Tak elok jika manusia mati meninggalkan keluarga yang mengalami kesulitan keuangan. Berhemat, menabung dan mengikuti asuransi merupakan tiga kegiatan penting dalam pengelolaan keuangan.

Rezeki memang sudah disiapkan oleh Tuhan. Namun manusia harus menjemputnya. Rezeki yang sudah kita dapatkan selayaknya diatur dengan sebaik-baiknya. Hindari hidup boros karena sesungguhnya boros adalah sahabat setan.

Sekali lagi, kendalikan uangmu agar uang tak mengendalikan dirimu.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

18 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Bai Ruindra says:

    Soal memang sensitif banget. Salah atur eh keblalasan.

    Bisa bablas mas

  2. indri says:

    mengatur keuangan memang keharusan ya pakde, demi keluarga tercinta

    Agar masa tua tak merana

  3. Apalagi kalau sudah berkeluarga, harus pandai2 mengatur keuangan ya, Dhe. Kalau nggak, belum waktunya gajian sudah pailit hehe 😀

    Liburan terpaksa mlungker kayak trenggiling

  4. Rani R Tyas says:

    Betul pakdhe.. jangan sampai kita yang diatur oleh uang. Duh naudzubillah min dzalik..

    Bisa kalang kabut dan mabuk

  5. YATI says:

    Harus banyak latihan buat ngatur keuangan nih

    Pakai simulasi segala ya hahahaha

  6. Inayah says:

    nah…kalau udah pensiun lain cerita ya pak Dhe. dana tak terduga perlu disiapkan ,,nyumbang sana sini

    Betul, kegiatan sosial tak boleh dilupakan

  7. atiqo says:

    masalah uang akan selalu sensitif dan perlu edukasi agar cermat membelanjakan. salam kenal pak dhe 🙂

    Betul, jangan sampai karena uang kita jadi radang-meradang

  8. Fakhruddin says:

    Mantab ulasannya, Pak. Menabung memang cara paling ampuh utk membhat perencanaan keuangan. Doakan kami para muda mudi yg baru menjalani kehidupan ini bisa seperti Bapak, tidak makan hutang 🙂

    Menabung memang harus dibiasakan sejak dini

  9. dewi says:

    itu yang susah pakde atur uangnya 😛

    Apalagi kalau ceka ya Jeng

  10. ninda says:

    hmm susahnya kalau ada diskon bisa khilaf pakdhe *ups

    Yang nggak perlu juga diambil ya

  11. inspiratif banget pakde, keren pisan deh keluarganya heboooh

    Heboh biar nggak garing hahaha

  12. wah terimakasih banyak om menginspirasi via tulisan ini,

    Sama2

  13. Luar biasa pengaturan uangnya, Pakde. Saya juga bercita-cita, nanti kalau tua tetap sejahtera dan tidak merepotkan anak-anak. Terimakasih infonya, Pakde.

    Salam.

    Saya kalau lagi tongpes ya minta anak

  14. susanti dewi says:

    setuju banget sama kutipan ini ‘kendalikan uangmu agar uang tak mengendalikan dirimu’ ini pakde 🙂

    Kalau kita dikendalikan uang bisa berantakan

  15. di sekitar says:

    kalau saya sejak beberapa tahun ini menggunakan teknik the power of 20 rb untuk menabung.

    Hasilnya bener-ben.er diluar perkiraan saya.
    Semangat nabung jadi bertambah

    Lama2 kan jadi banyak Mas

  16. Ranto N says:

    Memang banyak jenis investasi utk masa pensiun. Kuncinya, kita harus menyesuaikan pendapatan kita dgn jenis investasi yg kita pilih. Kita jg hrs jeli dan hati-hati dlm memilih lembaga keuangan yg terpercaya dlm mengelola dana pensiun.

    Betul sekali, jangan salah langkah

  17. Rindang says:

    Wahh, bagus juga nih Pakdhe ide tentang amplop merah dan putihnya

  18. Ikhwan says:

    Artikel ini sangat bermanfaat, memberi motifasi untuk mengatur keuangan sebaik-baiknya. Terima kasih infonya Mas Cholik.

Leave a comment