Teks

Maestro Cilik

Suara biola itu memaksaku menghentikan pekerjaan. Sebenarnya tinggal satu lembar lagi draft novel itu akan selesai. Tapi suara biola itu yaaa ampuuun. Menjerit, melengking. Mirip ratapan manusia yang berlarian dalam sebuah gempa.

Ada tanya dalam hati. Siapakah sang maestro yang begitu dahsyat menggesek biola itu? Bukankah tetangga sebelah rumah itu seorang wanita beranak satu yang telah ditinggal mati suaminya. Setahuku, janda ayu itu jarang keluar rumah karena sibuk mengurus balita kesayangannya.

Suara biola semakin memilukan.

“Bintaaaaar, jangan menggesek biola dengan gagang sapu. Nanti putus talinya!”

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

1 Comment

Skip to Comment Form ↓
  1. Aisyah says:

    Suka dengan cerita pendek seperti ini.. ^^
    Jadi teringat buku Green Eggs and Ham yang dibuat hanya dengan 50 kata..

Leave a comment