Pesona Bunga Kamboja

Hari Minggu pagi kemarin saya ikut ta’ziah di rumah tetangga. Isteri sahabat saya waktu Sekolah Rakyat meninggal dunia karena sakit. Setelah acara tahlil oleh ibu-ibu dilanjutkan dengan shalat jenazah di mushala yang tak jauh dari rumah duka. Dengan menggunakan kereta dorong yang ditutup jenazah almarhum kami antar ke Tempat Pemakaman Umum yang tak letaknya cukup dekat dengan rumah saya.

Setelah usai acara pemakaman saya berkeliling di TPU. Sudah sejak kecil saya melihat bahwa di antara tanaman yang ada di TPU terdapat banyak sekali pohon bunga kamboja. Tanaman ini bukan hanya ada di TPU kampung saya tetapi juga di berbagai tempat. Saya tidak mengetahui alasannya mengapa bunga cantik ini banyak di tanam di kuburan, bahkan terdapat juga di TMP (Taman Makam Pahlawan)

Bude Srini, tetangga saya, memanfaatkan bunga kamboja ini untuk mengepulkan asap dapurnya. Setiap hari beliau memetik bunganya, menjemur, dan menjualnya kepada para pencari bunga kamboja. “Mungkin untuk bahan membuat parfum,” ujar Bude Srini. Selain beliau ternyata ada orang lain yang berburu bunga cantik ini.

Dalam pekembangannya perdu yang bunganya berwarna putih ini juga menjadi penghias rumah-rumah mewah. Warna bunganya pun beraneka warna, ada yang merah, pink, dan kuning. Ada pula pohonnya yang dibonsai dan cukup ditanam di pot kecil.

Saya sempat mengabadikan pohon kamboja yang masih pendek. Saya potret dari jarak dekat sekali. Di antara kelopak bunga itu ternyata tampak beberapa buah nisan di bawahnya. Nah, saya pun memberi judul foto saya dengan kalimat:

Bukan sekedar penghias taman.

Tetapi teman dalam kesunyian.

.

A photo posted by Abdul Cholik (@pakdecholik) on

.
Judul di atas sebenarnya terlalu lebay, hanya sekedar untuk berpuitis ria. Pada kenyataannya tak ada yang bisa menemani jenazah di alam kubur kecuali amal-ibadahnya. Keluarga yang dicintai dan harta benda yang dimiliki ditinggalkan begitu saja. Hanya pada hari tertentu sanak familinya mengunjungi dan berdoa di makamnya. Itu pun jika jaraknya memungkinkan. Jika domisilinya cukup jauh mungkin mereka hanya mendoakan saja tanpa mengunjungi makamnya. Tak masalah, doa lebih penting daripada bunga taburnya bukan.

Apakah sahabat juga melihat tanaman bunga kamboja di TPU terdekat?

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

11 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Lidya says:

    iya pakde kebanyakan di pemakaman tanamannya kamboja

    Kenapa nggak ditanami mangga atau jambu
    Kan bisa untuk seger-segeran ya

  2. Dwi Puspita says:

    kalo kamboja yg warna warni biasanya menghiasi taman ppakde..kalo yg putih emang ada tempat khususnya…

    Masa, Jeng

  3. jiah says:

    byk kamboja di makam….
    eh tp, di SDku dulu, depan kelas jg ada kamboja gede

    Bunga indah, jaman sekrang ada yang merah,pink, dan kuning ya

  4. woah, nama kita hampir sama ternyata pak de.
    salam kenal saja

    Beda huruf ya

  5. kunjungan ke dua…..
    manfaat banget website/Blog nya…..
    keep posting yang positif gan/sist..
    ijin lihat-lihat blog/website nya ya…..

    jangan lupa kunjungi website saya ya 🙂

    Perumahan di Bekasi
    Daftar rumah Murah Tambun-Bekasi tahun 2016

    Terima kasih

  6. Maulidi says:

    bunga blur…kesalahan pada kamera bukan penggunanya. Atau memang nisannya yang jadi fokus. hehehe…

    Bunganya goyang nich kenan angin

  7. […] yang tampak pada gambar di atas adalah untuk blog Neo BlogCamp. Di homepage tampak artikel berjudul Pesona Bunga Kamboja. Pada gambar di sudut kanan atas tampak ikon SEO Status, ada gambar bertuliskan angka 3. Itulah […]

  8. juki says:

    Tapi serem eh, kalau nanem bunga kamboja di pekarangan rumah, baunya itu loh.. berasa gimana gitu

    Emang ada baunya ya Jeng?
    Belum pernah mencium sih

  9. adesutisna says:

    indah sekali bungannya andaikan saya punya pacar tapi ga punya
    http://androoz.co/

    Cari donk

  10. Cara Membuat Anak Kembar says:

    Kenapa ya bunga kamboja putih identik dengan kuburan? Padahal bunganya bagus, tapi kalo identik dengan kuburan kan jadi serem.

    Saya juga tidak tahu sejarahnya

  11. Agenset says:

    ngeri juga nanam ni bunga, abis baunya identik dengan kuburan gitu sih

    Kan sekarang ada yang bonsai, malah laris

Leave a comment