Teks

Aku Ingin Jumpa DenganMU di Tanah Suci Lagi

.

Setiap merapikan isi perpustakaan pribadi saya hampir selalu mengambil beberapa buku berwarna hijau itu. Kudekap buku itu, seringkali airmata mengambang. “Alhamdulillah, Engkau telah memberi saya dan isteri menunaikan rukun Islam yang kelima, ya Allah.”

Hal yang sama terjadi manakala saya singgah ke gudang yang terletak di samping dapur. Koper berwarna coklat, tas jinjing, dan tas kecil milik saya dan isteri ada di sana. Dan, ada satu lagi koper berwarna biru milik almarhumah Emak. Perlengkapan ibadah haji itu juga selalu mengingatkan saya sekaligus membuat saya rindu untuk kembali ke Tanah Suci. Ada keinginan kuat untuk menjumpai DIA di sana.

Dokumen ibadah haji

Dokumen ibadah haji 2006 masih tersimpan rapi

.

Tahun 2006, sepuluh tahun yang lalu, saya dan isteri melaksanakan ibadah haji. Biarlah surat kabar dan media di tanah air menyebarkan berita tentang jamaah haji yang ‘kelaparan.’ Bagi kami, sebutan haji akbar 2006 ini lebih bermakna bagi saya dan para jamaah lainnya. Saya meyakini, Allah Subhanahu wa Ta’ala tak memberi kami kelaparan. Sesungguhnya itu merupakan ujian kesabaran untuk mengukur kadar keimanan dan ketaqwaan kami. Alhamdulillah, kami lulus.

Perjalanan ibadah haji tahun 2006 itu saya abadikan dalam sebuah buku berjudul Dahsyatnya Ibadah Haji yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo melalui Quanta Emk. Buku ini bukan manasik haji tetapi lebih bertutur tentang pengalaman saya di lapangan. Ada sih beberapa tip yang bermanfaat bagi para calon jamaah haji.

Buku Dahsyatnya Ibadah Haji

Buku Dahsyatnya Ibadah Haji

.

Dalam suatu obrolan di tenda di padang Arafah, sorang pimpinan rombongan berkata: “Ibadah haji itu cukup sekali seumur hidup ya Pak Cholik. Jangan sampai kita dilaknat oleh manusia yang sedang antri naik haji sementara kita bolak-balik bisa naik haji.” Saya tercekat membayangkan antrian panjang kaum muslimin untuk menunaikan ibadah haji. Sejak saat itu saya dan isteri tidak ingin naik haji lagi.

Tetapi, siapa yang bisa mengingkari perasaan sendiri. Setiap menghadiri undangan acara syukuran famili dan orang kampung yang akan naik haji selalu saja ada keinginan untuk kembali ke Tanah Suci. “Jangan menganggu antrian, kita bisa ibadah umrah, bukan.” Itu ucapan isteri manakala saya menyatakan keinginan untuk berangkat ke Tanah Suci lagi. Saya mengangguk faham.

Ibadah umrah selanjutnya menjadi harapan, cita-cita, dan keinginan yang sangat kuat. Jika teman-teman blogger mempunyai istilah khusus yang disebut resolusi, maka melaksanakan ibadah umrah merupakan sebuah #Resolusiku2017. 

Niat untuk melaksanakan sebuah kebaikan harus segera dilakukan jika sudah terbuka kesempatan untuk melaksanakannya. Itulah sebabnya saya ingin melaksanakan ibadah umrah pada tahun 2017 ini. Saya berusaha dengan kuat untuk menyisihkan dan menabung sebagian rezeki yang saya terima dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Begitu kuatnya keinginan saya untuk umrah saya beberapa kali menuliskannya di timeline Facebook saya. Sekitar 119 lebih sahabat yang mengamininya. Alhamdulillah, terima kasih teman-teman.

Ibadah umrah 2017

Status saya di Facebook tentang keinginan untuk umrah tahun 2017

.

Saya juga sudah mulai melihat aneka situs untuk mengetahui besarnya biaya ibadah umrah. Talkshow di televisi yang membahas ibadah umrah juga sering saya perhatikan. Penyelenggara ibadah haji dan umrah yang ada di kota Jombang juga sudah saya dapatkan datanya. Ternyata biaya ibadah umrah memang beraneka ragam. Tergantung lamanya berada di tanah suci, ke mana saja mau singgah setelah beribadah, dan lain sebagainya.

Last but not least, dalam setiap kesempatan tak lupa saya dan isteri berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar saya dan isteri diberi kesehatan, kesempatan, dan kelapangan rezeki agar dapat kembali ke Tanah Suci untuk beribadah di sana. Saya juga ingin mengajak adik isteri yang sudah janda untuk menyertai kami. Ini untuk memberikan kesempatan kepada adik untuk meningkatkan kualitas ibadahnya.

Ibadah haji 2006

Saya dan isteri di Makkah tahun 2006

.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabulkan doa kami untuk melaksanakan ibadah umrah pada tahun 2017 dan tahun-tahun berikutnya. Aamiin ya rabbal ‘alamin.

Ini #Resolusiku2017 , mana resolusi sahabat?

.

Tulisan ini diikutkan dalam Hidayah-Art First Giveaway “Resolusi Tahun 2017 Yang Paling Ingin Saya Wujudkan”

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

12 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Nchie Hanie says:

    Amiin..
    Semoga PAkde dan Budhe bisa melaksanakan ibadah Umroh yaa.

    Aku juga pengen Dhe,
    Dari awal tahun ini banyak yang nawarin tuh temen2 dr, belom kesampaiannya aja, ga penuh2 celengennya .

    Ikootlah Dhe nebeng ke sananya *gelantungan di sayap pesawat eeehh..
    Selamat Ngontes …

    Aamiin.Jangan, duduk dekat saya saja, mbawa dingklik sendiri

  2. lendyagasshi says:

    Pakde…
    Sungguh mulianya ibadah kadang terkotori oleh nila setitik.

    Semoga Allah mengijabah langkah-langkah kebaikan yang pakde dan istri jejakkan.
    Aamiin.

    Aamiin, terima kasdih doanya

  3. Susi says:

    Saya juga baru terpikir tentang “laknat” yg mungkin diucapkan krn antrian calhaj yang luar biasa banyaknya. Krn di sini ada 1 keluarga yg hampir tiap tahun ada 1 anggota keluarga yg berangkat haji.

    Kuota haji akan ditambah katanya

  4. Inda Chakim says:

    Semoga resolusinya tercapai ya pak dhe amiiinnn

    Aamiin, matur nuwun doanya

  5. susanti dewi says:

    Pakde… semoga ibadah umroh di th 2017 bersama bude bisa terlaksana. Aamiin. Semoga diberi kemudahan menuju ke tanah suci ya Pakde…

    Hatur nuhun doanya. Aamiin

  6. hani says:

    Semoga pakDe dan buDe diijabah Allah swt bisa Umroh 2017. Semog sukses giveawaynya… Saya sih inginnya ke Bukhara pakDe, ke Musoleumnya Imam Bukhori…

    Amiin. Terima kasih doanya
    Bagus jAauga ya wisata religi itu. Semoga tercapai keinginannya

  7. Saya juga pengen pergi haji, Pakde. Tapi saya mau lunasi hutang saya dulu. 🙂

    Terima kasih Pakde, untuk tidak “mengganggu” antrian. Saya yakin Pakde punya dana lebih untuk bolak-balik ke Mekkah, tapi saya salut dengan pilihan Pakde untuk tidak mementingkan diri sendiri. 🙂

    Semoga Pakde, Bude dan Emak menjadi haji mabrur..aamiin.. 🙂

    Bener, hutang harus diselesaikan dulu agar tenang ibadahnya
    Aamin, terima kasih doanya

  8. Retno says:

    Semoga Pakde, dan Bude diberi kelancaran… Diberi kemudahan dalam segala urusan Amiin.
    Saya juga ingin naik haji, Pakde… Tapi kalu punya celengan ingin naik hajikan orang tua lebih dulu…

    Bagus. Saya juga memberangkatkan Emak naik haji dulu
    Baru saya menyusul beberapa tahun kemudian
    Aamiin, matur nuwun doanya

  9. Saling doa yuk Pakdhe semoga niat kita untuk umroh segera dijabah Allah SWT… Amiiin

    Aamin
    Nggih Jeng, semoga diijabah

  10. Mirwan Choky says:

    Amiiinnnn… semoga tercapai.
    Terima kasih

  11. Inayah says:

    amiinn…semoga terlaksana ya pak dhe

    Terima kasih

  12. Jadi merinding bacanya, niat yang sama juga dari kami Pakdhe. Pengen Umroh sekeluarga, mari saling mendoakan dalam hal kebaikan.

    Maturnuwun udah ikut GA saya, Pakdhe 🙂

    Terima kasih kunjungannya

Leave a comment