Teks

Asyiknya Nonton Serial India

11 bulan tinggal di Wellington, Tamilnadu, India, menjadikan saya agak akrab dengan film dan kebudayaan India lainnya. Hampir setiap sore menikmati acara tari, nyanyi, film, dan serial India. Setelah saya berlangganan Star TV barulah ada tontonan lainnya, termasuk film barat.Tetapi jauh sebelum tahun 1994 itu saya juga sudah pernah menonton film India di gedung bioskop, di Jombang maupun Magelang. Setelah aneka TV muncul di Indonesia maka kegemaran nonton serial atau film India semakin sering. Tentu saya selang-seling dengan menikmati film asing, Indonesia, dan sinetron khas Indonesia.

Paling tidak sudah 3 serial India yang saya tuntaskan yaitu Mahabharata, Ramayana, dan Jodha Akbar. Harus saya akui bahwa serial ini sangat memikat. Bukan hanya kisahnya tetapi juga aktor dan aktris, setting, property, dan kostumnya.

Sebagai penonton yang sudah berlabel lansia, dalam melihat tontonan tentu bukan melihat yang indah dan gebyar-gebyarnya saja. Bagi saya, ada hikmah atau pelajaran yang dapat dipetik dari setiap film, drama, sinetron, dan sebangsanya. Intinya memang tetap satu yaitu: kebenaran akan mengalahkan kebatilan, yang baik dan yang buruk akan terlihat dan pasti juga akan menerima balasannya.

Setelah beberapa eposide biasanya sudah bisa membuat kesimpulan sementara bahwa tokoh protagonis kelak akan mendapatkan kemenangan atau kebahagiaan. Sementara si tokoh antagonis akan menderita atau menjadi sadar diri. Tetapi proses menuju akhir cerita itulah yang mengasyikkan.

Sebagai orang yang menyukai dan sering menonton wayang plus membaca komiknya saya sudah mengetahui alur kisah Mahabharata dan Ramayana. Namun menyaksikan serial di layar televisi tentu lebih menyenangkan. Yang cantik tampak nyata hahahaha.

Ada perbedaan dalam menggambarkan tokoh-tokoh antara serial Mahabharata dan Ramayana versi India dengan versi wayang atau wayang orang Indonesia. Mungkin imajinasi kita dan orang sana berbeda atau disesuaikan dengan kekinian.

Saya ambil contoh tokoh Rahwana atau Dasamuka dalam serial Ramayana. Meskipun sama-sama bengis dan angkara murka tetapi penampilannya berbeda, demikian pula lagak lagunya. Rahwana versi serial India pemerannya cakep dan agak gaul. Ini terlihat ketika Rahwana yang bertabiat bengis itu memainkan alat musik petik yang mirip gitar. Sementara dalam pagelaran wayang atau wayang orang Indonesia Rahwana digambarkan berwajah sangar, bertaring, dan berambut gimbal.

Hal yang sama juga saya lihat pada serial Mahabharata. Pada serial India, Sengkuni juga ganteng dan rambutnya apik. Sementara di wayang orang Indonesia Sengkuni diperankan oleh pemain yang berpostur ceking dan bicaranya lirih, klemak-klemek. Soal jail methakilnya dan hobi ngompori orang serta kelicikannya sih sama.

Gatotkaca Indonesia selalu gagah, ganteng, dan berkumis. Sementara Gatotkaca versi serial India berwujud raksasa.

Raden Gatotkoco

Gatotkoco Indonesia

.

Tuntasnya serial Ramayana, Mahabharata, dan Jodha Akbar digantikan oleh serial kehidupan kekinian. Beberapa di antaranya sedang saya tonton yaitu Anandhi, Archana Mencari Cinta, Geet, Janji Vidya, dan yang terbaru Dev dan Sona. Ada perpaduan antara kehidupan manusia di wilayah pedesaan dan orang-orang kota. Ini juga cukup memikat. Tapi ada satu hal yang lebih menarik yaitu setelah menikah wanita harus tinggal di rumah mertuanya. Saya belum menemukan pasangan pengantin baru langsung tinggal di rumah sendiri, sewa, atau mengontrak.

Serial India rata-rata berdurasi panjang dalam hal jumlah episodenya. Ratusan deh pokoknya. Konflik-konflik dibangun secara intens beserta solusinya. Walaupun terasa ada konflik remeh-temeh yang dihadirkan juga.

Apakah semua serial itu sempurna? Tentu saja tidak, ada juga kejanggalan-kejanggalan yang sebenarnya bisa dikurangi. Ini terjadi pada serial kuno maupun yang modern. Jodha Akbar misalnya, sejak menikah sampai anaknya juga menikah wajahnya tetap itu-itu saja. Kenapa makeupnya tidak diubah menjadi tampak tua ya. Kini Anandhi dan Jagdis sudah dewasa dan hampir punya anak tetapi sang nenek, ayah, dan ibunya tetap saja masih berwajah lama, sama dengan ketika Anandhi dan Jagdis masih kanak-kanak.

Orang bijak bilang, tontonan hendaknya sekaligus menjadi tuntunan bagi pemirsanya. Pesan moral harus ada baik dalam ucapan maupun perilaku tokohnya. Ini menjadi tanggung jawab penulis skenario, sutradara,dan produsernya. “Naaak, kita boleh miskin harta tetapi jangan sampai miskin hati.” Kalimat yang diucapkan oleh ibunya Dev dalam serial Dev dan Sona itu adalah salah satu pesan yang layak kita cermati dan pedomani.

Bagi saya, dan mungkin beberapa penonton lainnya, serial India memang asyik dan mengasyikkan. Namun kecintaan saya terhadap budaya Indonesia tak pernah berkurang karenanya.

Serial India manakah yang sahabat sukai?

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

9 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Kalau saya sukanya ramayana pakde
    Saya juga suka

  2. inayah says:

    pak dhe suka ntn re-run angling darmo sama mak lampir ngga?

    Nggak pernah

  3. mawardi says:

    ya pak de isteri saya gemar sekali tuh

  4. zahro says:

    Wah beda ya pemeran di India dan Indonesia hehehe

  5. ajeng dewi S says:

    Assalamualaikum, Pak dhe..
    Kangen sekali mampir kesini..
    terakhir saya komen kayaknya tahun 2014 mungkin..hehe
    jadi ingin aktif ngeblog lagi saya..
    semoga pak Dhe Cholik selalu diberi kesehatan dan bahagia selalu..
    aamiin..

  6. Indah Nuria says:

    Aku dulu suka nonton jugaaa pakdhe.. sekarang jarang banget nonton TV ๐Ÿ™‚

    Hiburanku hanya TV, nonton film di bioskop nggak pernah lagi

  7. D I J A says:

    Eyang, kalo nonton serial India, Dija kurang suka
    tapi kalo nonton film India, Dija suka banget

    Eyang harus nonton film yang judulnya “Like Star on Earth”

    Wah belum nonton film itu Nduk

  8. infoana says:

    bedanya pemeran India dan Indonesia, hahaha

  9. Batam says:

    Assalamualaikum, Pak dhe..

    ane sih lebih suka nonton serial Indonesia.. mungkin uda terbiasa dari kecil ya… hehehe..

    kl serial India, sebentar aja sudah bosan.. trus ane juga rada takut sama orang India, karena sering baca berita kriminalitas negatif dari negara bersangkutan.. seram…!!!

    Bravo Pak Dhe untuk blog nya..

    SUKSES SELALU!!

Leave a comment