10 Benda Yang Meringankan Kegiatan Saya

Dalam hidup dan kehidupan seseorang pasti banyak kegiatan yang dilakukan. Tugas kantor atau kegiatan pribadi datang silih berganti. Jangankan yang masih aktif bertugas, saya yang sudah berlabel pensiun saja masih juga banyak kegiatan. Tak ada yang memerintah sih tetapi saya kan tidak mau hanya diam tanpa aktivitas apa-apa.

Sebagai seorang blogger, penulis buku, dan warga masyarakat biasa saya tetap menyibukkan diri. Agar kesibukan tersebut tidak terlalu merepotkan diri maka saya membeli barang yang dapat meringankan tugas. Berikut benda-benda yang sangat membantu kegiatan saya.

.

1. Handphone

Saya mulai mempunyai dan memanfaatkan handphone tahun 1996 ketika bertugas di Palembang. Pada mulanya gadget mungil itu lebih banyak saya gunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Waktu saya dinas di Balikpapan, dari tahun 1975 hingga tahun 1980 saya hanya bisa berkirim surat kepada Emak. Maklum kala itu beliau belum memasang pesawat tilpun.

Perkembangan selanjutnya telepon seluler bisa saya manfaatkan untuk memotret. Saya tak perlu lagi membuat foto ke studio kecuali untuk foto resmi misalnya untuk KTP atau KTA. Kini saya bisa memotret apa saja, kapan, saja, dan di mana saja. Lebih seru lagi ketika jaman selfie atau wefie menjamur. Di sawah, pemakaman, resepsi pernikahan, bahkan sedang makan juga potret-potretan dulu.

Telepon pintar itu sekarang juga sudah bisa digunakan untuk mengirim uang. SMS banking memungkinkan saya membayar tagihan kartu kredit. Dengan ponsel saya juga bisa memesan taksi, hotel, tiket kereta api, mendengarkan lagu, dan lain sebagainya.

Hanphone benar-benar saya rasakan manfaatnya ketika saya jauh dari family. Sewaktu saya dan isteri menunaikan ibadah haji saya bisa kontak Emak dan anak-anak di tanah air. Ini berbeda ketika Emak naik haji. Saya tidak bisa memonitor bagaimana keadaan Emak selama 40 hari. Maklum Emak tidak mau membawa handphone. “Nggak usah, aku ora iso,” begitu kata beliau.

.

Selfie dulu ach

.

2. Kartu Debet

Harus diakui bahwa kartu debit membuat transaksi keuangan menjadi lebih mudah. Jika uang di dompet menipis maka saya membayar belanjaan dengan menggunakan kartu debit. Demikian pula jika ingin transfer uang kepada kerabat, sahabat, dan penjual barang atau jasa online. Akan lebih bagus jika ATM sudah masuk ke seluruh desa di Indonesia.

.

Tinggal gesek transaksi beres

.

3. Kacamata Baca

Saya mulai memakai kacamata baca setelah usia 45 tahun. Benda ini bukan hanya sebagai alat bantu membaca buku, baca artikel di internet atau baca SMS di handphone tetapi juga untuk menonton televisi. Saya membeli beberapa kacamata untuk cadangan. Maklum saya suka lupa di mana meletakkan kacamata tersebut. Selain itu saya juga sering menduduki atau merebahi kacamata yang saya letakkan di tempat tidur. Saya membeli kacamata baca yang murah-meriah di mal atau toko kacamata. Dengan harta sekitar Rp.30 ribu sampai Rp. 40 ribu saya sudah merasa nyaman.

.

Kacamata baca murah meriah

.

4. Laptop

Benda ini jelas merupakan alat persenjataan utama saya. Dengan benda ini saya bisa menulis artikel di blog dan juga menulis naskah buku. Jika dihubungkan dengan internet maka saya bisa memanfaatkan benda ini untuk mencari informasi apapun. Jika bepergian ke luar kota saya selalu membawa benda pintar ini.

Jaman memang sudah berubah. Menulis tanpa menggunakan komputer sudah jarang saya lakukan. Untuk membuat naskah khutbah juga saya gunakan komputer. Lebih cepat dan naskahnya lebih mudah dibaca daripada ditulis tangan. Apalagi tulisan tangan saya sudah agak sukar dibaca.

 

Jika sudah di depan laptop suka lupa berdiri

.

5. Printer

Daftar alamat dan label alamat teman-teman blogger yang akan saya kirimi buku atau tali asih saya cetak dengan memanfaatkan printer. Ini lebih praktis daripada ngeprin di warnet atau tukang printer yang ada. Kadang printer di kampung ngadat sehingga saya harus pergi ke desa lain untuk ngeprin.

Saya membeli printer yang dilengkapi alat scanner. Foto bisa saya scan di rumah sehingga lebih cepat. Setelah itu hasilnya saya simpan di laptop. Printer ini juga untuk membantu Dita yang suka mendapat tugas sekolah dan harus diprin. Praktis, bukan.

.

Printer dan scanner

.

6. Teko Listrik

Teko listrik saya gunakan untuk merebus air minum. Saya memang lebih sering membuat minuman sendiri daripada menyuruh isteri. Teko ini juga sangat berjasa ketika saya tinggal di mes perwira saat saya dinas di Jakarta. Teko listrik ini bahkan ikut meringankan tugas saya ketika menunaikan ibadah haji. Di Arafah banyak jamaah setenda yang meminjam teko untuk membuat mi instan.

Selain teko saya juga baru saja membeli panci listrik. Ini saya gunakan untuk memasak mi instan, merebus pisang, jagung, dan kentang. Kalau malam lagi lapar maka saya bisa menyiapkan mi instan sendiri. Kadang saya sarapan kentang rebus yang saya coleki sambal tomat sasetan. Maklum isteri lagi tinggal di Surabaya.

.

Teko dan panci listrik memang alutsista yang pas untuk jombo

.

7. Kamera

Walaupun di handphone dan tab juga ada kamera tetapi saya tetap memerlukan kamera digital. Kamera ini saya gunakan jika bepergian dan ingin mengambil gambar yang lebih bagus. Padahal belum tentu juga ya hasilnya. Pengambil gambarlah yang akan menentukan bagus dan tidaknya hasil jepretan. Pokoke, yang penting punya dulu hehehe.

.

Kamera DSLR untuk belajar memotret yang benar

.

8. Flash Disk Penyimpan Data

Saya membeli flash disk untuk menyimpan data. Ini sebagai cadangan jika sewaktu-waktu saya harus membuat artikel di warung internet. Flash disk juga sebagai alat pengaman jika data di komputer atau laptop musnah. Selain flash disk saya juga mempunyai external hard disk dengan kapasitas yang cukup besar.

.

Alat penyimpan data

.

9. Modem

Karena saya belum memasang internet dengan hubungan kabel maka saya masih memakai modem. Laptop dan modem inilah yang sering saya bawa jika saya traveling ke luar kota. Yang harus dijaga adalah jangan sampai modem ketinggalan.

.

Modem untuk koneksi internet di kampung dan saat traveling

.

10. Kendaraan Bermotor

Jaman sekarang hampir semua hidung mempunyai kendaraan bermotor. Tentu, sepeda motorlah yang mendominasi daerah pedesaan maupun perkotaan. Mereka yang kaya raya dan mempunyai mobil banyak juga masih mengoleksi sepeda motor, bukan. Dengan kendaraan bermotor maka mobilitas saya menjadi semakin cepat. Apalagi sekarang saya tinggal di kampung. Jika tidak mempunyai motor tentu agak repot kalau akan pergi ke kota. Tukang becak dan Β tukang ojek tidak ada. Angkot yang dulunya masuk kampung saya sekarang sudah tidak ada lagi. Mungkin rute ke kampung saya dianggap kurus karena pemilik sepeda motor cukup banyak.

Untuk kegiatan di kampung saya juga memanfaatkan sepeda onthel biar sehat.

.

Naik sepeda motor lebih irit dan fleksibel

.

Itulah 10 benda yang meringankan pekerjaan atau kegiatan saya. Di antara barang-barang tersebut memang menyedot uang juga. Tetapi manfaatnya memang cukup banyak.

Barang apakah yang sahabat anggap meringankan pekerjaan atau kegiatan sehari-hari?

 

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

15 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. HP, Laptop, buku, alat tulis. itu penyokong kegiatan menulis saya pakde. Masih ada, tapi optional yaitu kopi

    Saya juga ngopi, ngeteh, dan njahe

  2. Susindra says:

    Pakde memang super keren. Pensiun dan usia tak menjadi limit untuk berkegiatan ala pemuda. Kapan ya kita bisa kumpul2 blogger lagi. Kangen….

    Hlaaa….kapan tour de Warung Blogger ke kota-kota?

  3. Yati Rachmat says:

    Untuk semua kelengkapan itu emang menyedot fulus, ya, Pakde, tapi, tapiii…gegara semua itu kan jadi bisa menghasilkan doku tuh, balik modal deh berkali-kali lipat. Yeeaaayyy…

    Ada kebahagiaan lain selain yang tangible Mbak

  4. Kacamata baca…haha… aku juga menginginkan benda ini Pakde.. Aku dah punya empat tapi koq masih kurang ya… Satu di laci meja ktr, satu di dlm kendaraan, satu standby di rumah, satu lagi selalu kubawa2 dalam ssaku baju.. aku dah sulit baca kalo gak bawa kacamata baca..

    Bener tuh Jeng
    Kalau kacamata ketinggalan jadi nggak bisa membedakan antara sayur nangka dan daging ayam hahaha

  5. Agung Rangga says:

    kalau saya mungkin cuma butuh laptop, modem, smartphone dan power bank. πŸ˜€

    Betul,power bank juga urgent

  6. vizon says:

    Hampir ke sepuluh barang-barang di atas, juga menjadi barang-barang yang meringankan pekerjaan saya, Pakde. Cuma ada satu yang agak relatif. Yakni kartu debit. Kalau di awal bulan, sangat meringankan tuh, tapi kalau sudah akhir bulan, rada berat mau menengoknya di mesin, hahaha… πŸ˜€

    Apalagi yang fangsiunan Mas

  7. Ila Rizky says:

    hehe, ada tekonya juga ya, pakdhe πŸ˜€ nyentrik bin praktis πŸ˜€

    Iya, cepat masak loch

  8. ophi ziadah says:

    Printer nih yg masih jadi kendala pakde..
    Yg lama rusak dan blom ketemu gantinya.
    Blom ketemu dananya maksudnya hahhaha *curcol.
    Utk kendaraan klo sy ganti dg gojek pakde

    di Kampung saya gak ada ojek je

  9. momogrosir says:

    kartu debet itu perlu banget

    Iya, saya juga senang menggunakan kartu ini

  10. ndop says:

    1. hape
    2. kamera
    3. pese
    4. leptop
    5. mouse logitech G300 (kangge mektor, nek gak mouse iki, emoh. HAHAHA)
    6. sepatu running
    7. Sepeda gunung
    8. Kasur sepringbed
    9. Cafe (kalau bosen kerja di rumah, kerja di kafe saja)
    10. Lombok (Nek ora pedes, ra kolu mangan. HAHAH)

    Saya kurang doyan pedes Mas

  11. dee ann rose says:

    Sudah lengkap, Pakdhe. Paling ditambah charger-an, kopi, sama air mineral. Hehe

    Jos, kopi memang sahabat sejati

  12. susanti dewi says:

    hampir sama Pakde, kecuali teko listrik hehe

    Beli donk

  13. tukinfo says:

    sama persis sama punya ku ahahaha

    Hooh, kita kompak ya

  14. Hari says:

    Kalau saya modem yang paling penting tapi emang kebanyakan itu barang-barang yang ngeringanin beberapa hal sih jadi lebih mudah hehe.

    Iya, modem memang andalan kita

  15. shoheh riza says:

    Tambahan satu lg ndan…

    Kopi hehe

Leave a comment