3 Cara Cowok Menemukan Pasangannya

Tuhan telah menentukan jodoh bagi setiap hambaNya. Tinggal manusia yang berikhtiar menjemputnya. Jalan untuk menemukan pasangan ada yang mudah, ada yang berliku-liku hingga ada yang sampai ‘berdarah-darah.’ Bahkan jodoh itu ada yang datang saat manusia lanjut usia. Yang terakhir ini memang agak lebay, namun begitulah kenyataannya.

Ada cowok yang begitu mudah menemukan calon isterinya. Sahabat saya berkenalan dengan calon isterinya di suatu acara sunatan familinya. Tak berapa kemudian mereka menikah dan bahagia hingga sekarang. Tetapi juga tak jarang yang menemui HTAG yaitu hambatan, tantangan, ancaman, dan gangguan sebelum seseorang hidup bahagia bersama pasangannya. Dalam sinetron seringkali digambarkan, pasangan yang sudah menikah baru mendapat restu dari orangtua setelah mereka beranak-pinak. Ndilalahnya, begitu ridho diberikan oleh sang ibu tak berapa lama ibu menghembuskan nafas yang penghabisan. Sinetron memang suka begitu. Tetapi memang mungkin juga terjadi di alam nyata.

Banyak jalan menuju Roma. Begitu pula cara cowok menemukan gadis yang kelak menjadi isterinya. Berikut disampaikan 3 cara cowok menemukan pasangannya.

1. Perkenalan Perjumpaan

Laki-laki bertemu wanita pada suatu waktu dan tempat secara tidak sengaja. Misalnya saat berada di ruang tunggu bandara, pelabuhan, stasiun, terminal, kantin, rumah sakit, bank, kantor pos, dan lain sebagainya. Dalam perjumpaan pertama tersebut terjadi interaksi, bertegur sapa, bersalaman, ngobrol, bertukar nomor handphone, BB, lalu saling mencari tahu identitas masing-masing.

Perkenalan perjumpaan ini ada kemungkinan berlanjut sampai lamaran, pertunangan, dan akhirnya menikah. Tetapi ada juga sih yang tidak sampai ke pelaminan karena berbagai sebab.

2. Perkenalan Serba Situasi

Laki-laki mengenal perempuan karena sebuah kejadian yang tiba-tiba, tanpa rekayasa. Seorang perempuan yang sedang berjalan tergesa-gesa tiba-tiba menabrak seorang laki-laki yang berjalan berlawanan arah dengannya. Ini juga sering digambarkan di sinetron. Wanita yang terjatuh dari sepeda lalu ditolong oleh seorang laki-laki yang melihat kejadian tersebut. Bisa juga seorang polisi lalu lintas berkenalan dengan wanita yang melanggar rambu-rambu lalu dihentikan olehnya. Cinlok (cinta lokasi) juga sering terjadi antara dua bintang sinetron/film, bukan. Shooting bersama selama berbulan-bulan bisa menumbuhkan rasa saling suka, lalu timbul benih-benih cinta di antara pemain yang akhirnya menikah.

Duduk sebangku  berjam-jam saat berada di pesawat, kereta api, bus, atau kapal bisa menyebabkan laki-laki dan perempuan berkenalan, bukan. Dalam kopdar blogger berskala besar, menengah, atau kecil mungkin juga ada blogger yang menemukan pasangannya.

3.Perkenalan  Bulsit

Bulsit dalam artikel ini adalah singkatan dari kata penimbul situasi. Istilah ini saya dapatkan ketika dinas di lingkungan militer. Dalam setiap latihan selalu ada petugas yang disebut bulsit (penimbul situasi) Misalnya ketika kami sedang melaksanakan latihan patroli. Ketika kami sedang berjalan kaki melalui medan yang menanjak kemudian terdengar bunyi rentetan tembakan. Kelompok yang melakukan penembakan kepada kami itu disebut penimbul situasi agar realisme latihan tercapai. Kami segera mengambil posisi untuk bertahan dan menghalau musuh dengan tembakan. Setelah musuh berhasil dilumpuhkan maka kami melanjutkan tugas patroli lagi.

Perkenalan bulsit terjadi jika ada yang mengatur pertemuan tersebut. Bulsitnya bisa dilakukan oleh keluarga, teman sekolah, teman sekantor, dan lain sebagainya. Perencanaan pertemuan ini bisa diketahui atau tanpa sepengetahuan pihak-pihak yang akan diperkenalkan.

Seorang ibu minta anak laki-lakinya mengantar pergi ke tempat arisan. Nyonya rumah mempunyai anak perempuan yang juga ingin dikenalkan kepada si laki-laki. Di tempat arisan sengaja diciptakan situasi agar laki-laki bisa bertemu dan berkenalan dengan si perempuan. “Nak Raymoe, bisa minta tolong antar Kamla mengambil kue sebentar,” begitulah rekayasa orangtua agar kedua manusia berlawanan jenis itu bisa lebih dekat lagi.

Dalam interaksi antara laki-laki dan perempuan, bulsit ini sering disebut sebagai Mak Comblang. Saya sendiri belum tahu seberapa cantik Mak Comblang itu. Kok nggak ada Pak Comblang ya hehehehe.

.

Itulah 3 cara laki-laki menemukan pasangannya dari sekian banyak cara yang tersedia. Tentu saja masih ada faktor lain apakah pertemuan antara laki-laki dan perempuan itu berlanjut sampai ke jenjang pernikahan atau kandas di tengah jalan. Penentu utama tentu saja Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Pernahkah sahabat menjadi Mak Comblang?

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

8 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Lidya says:

    pernah dan tidak berhasil hehehe

    Yang penting kedudukan sekarang kan

  2. Aku pernaaah pakdheee.. Dan berhasil hehehe.. Tapi lamaaaa 😉

    Rapopo..kan sudah dapat hahaha

  3. ade sutisna says:

    bisa di coba nih cara – cara nya makasih gan http://www.haperoom.com/

    Sama2 Mas

  4. Ila Rizky says:

    hehe, sekarang malah banyak yang nyari lewat mak comblang, pakdhe. mungkin saking sibuknya 😀

    Biro jodoh masih adakah?

  5. kalau saya diperkenalkan dulu eh nikah deh sekarang pakdhe 🙂

    Nggak masalah, banyak kok yang begitu

  6. @kakdidik13 says:

    Wah cukup 3 cara saja ya Pak Dhe, smoga suatu saat Aku cepet ketemu ma jodohku hehehe. Amiin #bloggerkekinian #KOBEL

    Bukan hanya 3, banyak lagi caranya
    Amiin

  7. kalau aku menemukan pasanganya ketika walimahan pakde, baru ketika itu aku sapa dirinya ya itulah jodohku dan berakhir ke jenjang pernikahan

    Banyak cara ya Mas
    Temanku juga ketemu jodohnya di acara sunatan tetangganya

  8. wah sepertinya perkenalan serba situasi sayamah pakde hahahah 😀

    Hooh, yang pentingnya endingnya

Leave a comment