Teks

5 Alasan Mengapa Saya Suka Nomor 1

Setiap masuk kelas saya sering deg-degan, apalagi jika pas pelajaran differensial integral. Pasalnya, dalam buku absen STM nama saya berada pada nomor 1 alias paling atas. Tampaknya pemberian nomor urut ini dilakukan berdasarkan abjad nama murid. Abdul Cholik, memiliki 2 huruf yang sangat berdekatan, diawali dengan huruf A, disusul huruf B. Kebetulan di kelas 1M1 tak ada teman yang memakai nama Abdul sebagai nama depan.

“Abdul Cholik, kerjakan PR soal nomor 3, Imam soal nomor 5,” suara pak guru yang lembut ini seolah halilintar di telinga saya. Dengan langkah gontai saya maju ke depan kelas sambil nyangking buku pekerjaan rumah. “Tulis soalnya, lalu kerjakan, tanpa melihat bukumu.” Yaelaaaaaa…sirik amat tho Pak. Dengan tertatih-tatih saya mengerjakan soal itu sampai selesai. Bukan karena saya pintar tetapi cletukan teman-temanlah yang membantu saya berhasil mengerjakan ilmu yang membuat kepala saya pening itu.

Kejadian di atas adalah salah satu nggak enaknya jika saya mendapatkan nomor satu pada buku absensi kelas. Selebihnya saya menyukai nomor kecil ini dengan berbagai alasan.

1. Lebih cepat mendapat pelayanan publik.

Jika antri di rumah sakit atau klinik nomor 1 pasti dipanggil dan dilayani duluan. Bayangkan jika gigi saya cenut-cenut dan komplikasi dengan kepala yang juga ikut nyut-nyutan mendapat nomor antrian 23. Wah, bisa panjang tuh sambatnya. Apalagi perawatan atau pengobatan gigi jarang ada yang sebentar. Jika saya mendapat giliran pertama maka gigi saya yang sakit bisa segera diobati.

Hal yang sama juga terjadi jika antri di bank, kantor pajak, kantor layanan SIM/STNK, BPJS, Dukcapil, BPN, dan kantor layanan publik lainnya. Jika mendapat nomor antrian kecil maka urusan cepat klar. Makin cepat, makin baik agar keperluan kita dapat segera ditangani petugas.

2. Mendapat tempat duduk di depan.

Mempunyai tiket bernomor 1 pada moda transportasi umum pada umumnya mendapat tempat duduk paling depan. Ini juga menyenangkan karena saya bisa segera turun dari kereta api, pesawat terbang, atau bis jika sampai bandara, stasiun, dan terminal tujuan.

Keuntungan lain, saya bisa ke kamar kecil dengan mudah karena biasanya toilet kereta api atau pesawat terbang berada di depan dan belakang.

Yang lebih utama lagi, jika berangkat ke musala atau masjid, datang paling awal juga bisa duduk di saf paling depan.

3. Mengurangi Kegrogian.

Ada kegiatan yang menyebabkan kita grogi. Wawancara pekerjaan dan wawancara skripsi atau disertasi sering membuat orang senewen, grogi, dan bahkan stres. Oleh karena itu jika saya mendapat nomor 1 untuk diwawancarai maka saya sambut dengan gembira. Groginya hanya sebentar dibandingkan peserta nomor urut 19.

Ada loch peserta yang lari-lari bertanya kepada temannya yang baru saja keluar dari ruang wawancara. “Gimana….gimana…gimana wawancaranya?” Pada umumnya teman menjawab: “Enak kok, wawancaranya santai, tidak terlalu formil, dan banyak diselingi humor.” Walaupun jawaban itu sedikit menghibur tetapi tetap saja kegrogian melanda peserta-peserta berikutnya.

Kegrogian juga melanda dalam kegiatan fisik di lapangan. Pada latihan terjun payung pasti ada kegrogian, sedikit atau banyak. Maklum latihan ini ada sangkut pautnya dengan nyawa. Namanya juga diterjunkan dari udara ke tanah. Nah, penerjun yang berada pada urutan nomor wahid di pesawat terbang tentu cepat keluar dari pesawat, cepat mendarat, dan cepat pula istirahat.

.

Latihan dasar para

.

4. Hadiah lebih baik.

Jika saya menjadi juara nomor 1 dalam lomba blog atau giveaway dapat dipastikan hadiahnya lebih baik daripada juara kedua atau ketiga. Jika juara pertama mendapat hadiah Rp.500.000 plus t-shirt cantik, mug gambar karakter, dan buku bermutu maka juara II dan seterusnya tentu kurang dari itu.

Selain senang dengan hadiahnya tentu juga bangga donk menjadi sang juara. Oleh karena itu saya suka sekali mengikuti aneka lomba dan giveaway. Saya tak pernah main-main dalam urusan lomba. Saya pastikan artikel yang saya ikutkan benar-benar ciamik. Soal kalah atau menang itu urusan juri, bukan. Saya pernah menerbitan artikel berjudul 9 Alasan Mengapa Blogger Mengikuti Lomba.

5. Mejeng di depan.

Di lingkungan pendidikan militer, perwira, bintara, dan tamtama yang lulus nomor 1 pasti mewakili peserta didik lainnya untuk menerima ijazah. Dia akan maju menghadap inspektur upacara untuk menerima ijazah tersebut. Ini tentu sangat membanggakan.

Saya sudah 3 kali menempati urutan nomor satu dalam kelulusan pendidikan militer ย yang saya ikuti. Itu terjadi pada tahun 1975, 1976, dan 1979. Tentu saja saya harus membuktikan prestasi di pendidikan tersebut di medan penugasan. Tak elok jika lulusan terbaik di pendidikan lalu plonga-plongo di lapangan pekerjaan.

Itulah 5 alasan mengapa saya menyukai nomor 1. Saya memang bukan anak pertama di keluarga saya. Ada kakak perempuan yang mendahului saya. Sayangnya kakak sudah meninggal dunia saat berusia 2 tahun sebelum saya sempat melihatnya. Alhasil, walaupun saya anak nomor 2 tetapi menjadi anak tunggal hidup.

Oh iya, di lingkungan taruna zaman saya dulu sering keluar ucapan dari para taruna senior. Jika kami memuji-muji senior maka mereka membalas dengan kata: “Ngecap.” Sahabat tahu kenapa? Yup, tak ada kecap nomor dua, yang ada adalah kecap nomor 1. Artinya yunior tidak perlu ngecap atau mencari muka kepada seniornya.

Apa yang sahabat lakukan agar mendapat juara nomor 1 dalam lomba blog?

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

18 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. ade anita says:

    Kebalikan sama aku pakde… aku karena namaku ade anita, jadi setiap awal tahun ajaran, selalu berharap ada anak di kelas yang punya nama abdul atau setidaknya achmad… ehhehehe… karena aku nggak suka nomor satu… aku belum siap tampil duluan, gugupan, dan sering merasa harus lihat contoh duu baru bisa percaya diri buat maju.

    Kalau suruh menyanyi sih oke
    Suruh nggarap matematika serasa semaput je

  2. Inayah says:

    Hahhaa aku tengah2,,tapi aku anak nomer 1. Enaknya sih kasih sayang melimpah. Anak ke 1 cucu ke 1 hehhehw

    Wah, fulus dan hadiah melimpah ya wakt kecil

  3. Sulis says:

    Aku kok sedih ya pakdhe klo dapet urutan teratas gitu di presensi. Untung aku di bawah. Lha nanti bawaannya deg-deg an klo suruh maju… Matematika, fisika. Klo pelajaran2 itu..lemot aku pakdhe

    Berarti kita sekelas ya di bidang matematika

  4. ahaha…. sama aku juga pakde…

    klw pas lahiran bisa mesen nama mungkin bisa pake nama Abdul tau aan ahahaa ๐Ÿ˜€

    Aan mantap tuh, dijamin nomor urut 1

  5. damarojat says:

    nomer 1 kalau di antrian puskesmas…wah…hepi banget Pakde.

    kalau di sekolah dulu ga pernah absen no. 1, tp di SD sering dapat ranking 1. nah, di SMP dan SMA jangan ditanya, dapatnya bawah melulu.

    biar lomba blog dapat juara 1, ikuti semua aturan trus berdoa deh. tapi saya belum pernah dapat juara 1. hehe…

    Semoga lain kali jadi juara number wahid

  6. Oyong Ilham says:

    malah kebalik sama aku pak de , aku paling gk suka kalau udah paling urut no. 1 , kebetulan nama aku amat

    Deg-degan ya

  7. ninda says:

    wah belum pernah dapat juara satu pakdhe ๐Ÿ˜€

    Maju terus semoga berhasil di lomba yang akan datang

  8. Izzah Annisa says:

    Hweee… Kalo pas di pelajaran matematika, saya mau banget deh, sekelas sama Pakde. Biar Pakde yang dipanggil nomor satu, saya belakangan aja. Bila perlu ndak dipanggil, karena udah dikerjain sama Pakde, hihihi…

  9. hehehe…ini saya banget soal nomor satu yang TAK disukai…gegara nomer absen pertama saya selalu diminta maju ke depan kayak Pakdhe gitu, untuk pelajaran apa pun… tapi secara tak langsung saya terpacu untuk rajin belajar, lha maluu klo terlalu enggak bisa jawab soal…sementara maju ke depan adalah pasti

    Iya, kalau nggak siap bisa kringet dingin

  10. Aku suka nomor tengah tengah aja klo di kelas pakdhe, tapi kalo soal lomba yang penginnya sih nomor 1 haha

    Menang lomba memang asik

  11. Levina says:

    Haha..itu yang mengurangi deg deg an bener Pak Dhe. Semakin cepat lebih baik, apalagi kalau giliran presentasi kebagian abis makan siang..dijamin ga enak makan siangnya … gelisah tak berujung. Xixi.

    Betul sekali, empal serasa sandal hahahaha

  12. Susanti Dewi says:

    saya anak kesatu pakde, tapi kalau disuruh maju pertama utk maju ke depan kelas, grogi… hehe

    Kalau maju untuk menyanyi sih oke, kena matematika langsung koplok dengkul

  13. Indah nuria says:

    Nomor satu memang ada keseruan sendiri.. On top of the list! Aku sih suka, karena memang oke bangeet..

    Hooh,ada rasa haru dan bangga
    Perjuangan tak sia-sia

  14. davin says:

    sebuah tantangan yang berbeda ketika menjadi yang pertama…

    Iya, ngeri-ngeri sedep

  15. Anak ke satu yang suka nomer satu itu memang nomer satu dan satu ๐Ÿ˜€

    Jatah kue lebih dari satu

  16. Krim HN Asli says:

    karena istri 1 itu sdh cukup bagi saya, hehehe

    cukup juga bagi saya

  17. Bidara says:

    Kalo aku sih sukanya no pertengahan pakdhe, jadi tegangnya nggak terlalu..

    Hooh, apalagi kalau harus maju di depan kelas nggarap matematika

  18. andi says:

    Saya jarang dapet nomor 1, tapi nama andi paling biasanya urutan antara 4-7an. Deg-degan klo masih zaman sekolah mah, tapi klo pas hafalan pelajaran agama biasanya belakangan soalnya kadang di balik yang maju duluan yg namanya dari z ahaha

Leave a comment