Teks

7 Alasan Mengapa Saya Suka Memakai Sarung

Terus terang, tanpa tedeng aling-aling, saya suka memakai sarung sejak kecil, sampai sekarang, dan insya Allah sampai nanti. Walaupun saya traveling ke luar negeri, kain sarung tak pernah ketinggalan. Kain sarung bukan hanya saya pakai di rumah, bahkan di hotel bintang berapapun. Ketika jalan-jalan di mancanegara saya juga tak segan-segan memakai pakaian yang bentuknya mirip sarung bantal itu. Di lobi hotel atau jalan-jalan ke luar dari hotel sekalipun saya pernah memakai sarung. Yaaa…ini terjadi ketika saya berada di Makkah dan Madinah.

Tip Ibadah Umroh

Memakai sarung ketika sholat lebih sip

.

Jenis, corak, model, bahan, dan harga kain sarung bervariasi. Mulai dari harga Rp. 20.000 per lembar sampai ratusan ribu rupiah, bahkan mungkin ada yang berharga jutaan. Terus terang, kain sarung koleksi saya tidak ada yang harganya sampai seratus ribu rupiah. Prinsip saya, lebih baik punya sarung yang harganya tidak mahal tetapi jumlahnya banyak.

.

Harga kain sarung

Sarung kotak-kotak

,

Inilah 7 alasan mengapa saya suka memakai sarung.

1. Jika sedang sholat saya lebih banyak memakai sarung daripada memakai celana panjang. Dengan memakai sarung gerakan sholat lebih nyaman terutama saat rukuk, sujud, dan duduk. Ini juga berlaku saat berwudhu. Nggak perlu melipat celana, cukup mengangkat sarung sedikit saja ketika membasuh kaki.

2.Β  Sarung juga lebih praktis dipakai saat tidur. Apalagi bagi pengantin baru. “Gampang oncek-oncekane,” kata orang Jawa. Namanya di kamar sendiri, nggak pakai daleman juga oke-oke saja, bukan. Dikombinasi dengan isteri yang hanya pakai daster sepertinya lebih mudah, lebih cepat, dan asyik tak tertandingi. Hahaha ha ha ha hak……….

3. Jika sedang terserang diare, memakai celana panjang atau celana pendek sekalipun jelas menyulitkan diri. Lebih pas jika penderita memakai kain sarung. Tinggal nyingkap sarung maka kemungkinan kebrojolan TA-1 bisa dieliminir. Bayangkan jika memakai celana, membuka kancing atau ritsluiting dalam keadaan tergesa-gesa sungguh memerlukan keahlian khusus.

4. Ketika menghadiri acara kondangan yang duduknya lesehan, memakai sarung jelas lebih nyaman. Pemilik perut buncit akan kewalahan ngatur nafas dan duduknya. Apalagi jika celana panjang terlalu ketat.

.

Toko Sarung di Jombang

Sarungan lebih sip saat acara tumpengan model duduk lesehan

.

5. Sarung tak menghalangi saya melakukan olahraga. Jika ada pertandingan sepakbola dengan memakai sarung saat peringatan Hari Kemerdekaan R.I saya siap kok jadi kiper.

.

Peraturan main sepakbola

Siap jadi kiper

.

6. Sarung bisa difungsikan sebagai selimut saat cuaca dingin. Ini jika di suatu tempat tidak tersedia selimut misalnya naik kereta api atau bis yang ACnya terlalu dingin. Tinggal mengambil sarung dari dalam tas atau koper. Hangat deh.

7. Bertamu, menerima tamu, dan menghadiri suatu acara juga tak dilarang memakai sarung. Tentu ada kecualinya, jika dress code menentukan lain.

.

Cara memakai sarung dengan cepat

Sarung itu praktis, ekonomis, dan isis

.

Setelah saya pensiun dan tinggal di desa saya semakin enjoy memakai sarung. Maklum di desa banyak acara yang membuat kain sarung lebih sering dipakai. Acara selamatan kelahiran bayi, tahlilan, Yasinan, dan aneka kegiatan selamatan lainnya yang digelar dengan model duduk lesehan lebih asoi jika tamu memakai kain sarung.

Menjelang Maghrib hingga pagi hari saya lebih banyak memakai kain sarung daripada memakai celana panjang.

Oh ya, satu lagi. Kain sarung juga bisa dipakai untuk bahan kemeja atau rok wanita. Dulu ada pakaian model “Sarfi” singkatan dari Sarung Basofi. Beliau kala itu menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur dan memperkenalkan kemeja berbahan sarung. Gaya juga loch.

Itulah 7 alasan saya suka memakai sarung.

Apakah sahabat juga sering memakai kain sarung dalam kehidupan sehari-hari?

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

12 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Inayah says:

    “Sarung is my denim” kalau di Pekalongan pak dhe

  2. Kalinna says:

    Adem kalo kata papah pakde hehe

  3. zunif says:

    kalau saya sebenarnya suka sarung BHS pak, bahan nya lembut dan nggak terasa kalau dipakai, dirumah cuma punya satu dan sudah robek, pengen beli lagi tapi harga nya mahal, mungkin bapak perlu coba, siapa tahu cocok. Ini bukan promosi ya pak, tapi pengalaman pribadi hhh πŸ™‚

    Saya juga punya satu dikasih famili. Dan..ternyata memang mahal.

  4. Iya pakdhe, sarung juga bisa dijadikan selimut. Kadang kalo anakku ada kegiatan sekolah di luar kota yg hawanya dingin, dan ragu2 di tempat penginapan ada selimut atau tidak. Dia suka aku bawain sarung. Dibawa di dalam tas juga tidak memakan tempat karena tipis, kalo bawa selimut kan tebel, bisa menghabiskan tempat 1 tas sendiri itu.

    Saya sejak kecil sudah pakai sarung

  5. Dedew says:

    Sarong is trendy ya Pakde emang lebih nyaman dan isis yaa…

    Yes, I like wearing sarung

  6. aku belum punya sarung, pakde. tapi emang adem ya jadi semriwing hehe..

    Mosyoook, sudah segede itu belum punya sarung?
    Beli donk dan rasakan sensasinya

  7. lebih enak sih dan keluar masuknya angin lebih terasa wuehehe, jadi gak panas πŸ˜€

    Jos, memudahkan isteri.

  8. Anisa says:

    Wah ternyata banyak banget ya manfaat yang memudahkan ketika memakai sarung

    Yoi

  9. Sarung memang identik dengan perlengkapoan umat lelaki ya. Tapi terkadang aku juga pakai sarung buat bawahan mukena. kalau bahannya enak, adem, sarungan terus juga asoy. Motifnya pilih yg jangan ngejreng lah biar kelihatan elegan hihihi.

    Betul sekali. Gampang oncek2ane hahahah

  10. kalo pake sarung sih adem bawaannya. hhe

  11. Sama om, aku juga suka memakai sarung. Lebih nyaman hehehe

  12. nurul.potret says:

    Memang sarung banyak manfaatnya

Leave a comment