Cara Menerapkan Security Mindedness Dalam Kehidupan Sehari-hari

Security mindedness (sadar pengamanan) bukan hanya menjadi domain para aparat pengaman. Kesadaran akan pentingnya pengaman saja juga layak ditumbuh-suburkan dalam diri anggota masyarakat. Keamanan terhadap diri pribadi, barang, dokumen, dan lingkungan sendiri sungguh sangat penting. Kelalaian untuk menjaganya bisa menimbulkan kerugian jiwa dan atau harta benda.

Kerugian jiwa dan harta benda dimaksud bisa disebabkan oleh manusia, binatang, atau alam. Sebuah rumah yang terbakar bisa terjadi karena ulah manusia yang sengaja melakukan pembakaran. Bisa juga karena kelalaian pemilik rumah atau orang lain. Demikian pula sebuah keceakaan lalu lintas. Korban berjatuhan karena cuaca buruk, kondisi kendaraan, keadaan jalan, dan cuaca.

Penerapan sadar security dilakukan kapan saja, di mana saja, dan oleh siapa saja. Harus disadari bahwa jumlah aparat keamanan tidak sebanding dengan jumlah penduduk. Oleh karena itu setiap orang perlu memiliki kesadaran yang tinggi terhadap masalah keamanan khususnya terhadap diri sendiri dan lingkungannya.

Aplikasi sadar security dalam kehidupan sehar-hari sebagai berikut.

1. Pengamanan Dalam Rumah

a. Jangan lupa mengecek kunci-mengunci pintu, jendela,brankas, dan almari sebelum tidur atau sebelum meninggalkan rumah. Termasuk mengunci kendaraan bermotor yang ada di garasi.

b. Cek listrik, kran air, setrikaan, dan kompor. Jika ada kabel listrik yang mengelupas segera perbaiki. Hindari membuat sambungan yang terlalu banyak atau bertumpuk.

c. Jika akan memasang obat nyamuk, memasang lilin, letakkan di tempat yang aman dari benda yang mudah terbakar atau jangkauan anak-anak.

d. Jangan merokok sambil tiduran di tempat tidur.

e. Jangan meninggalkan sampah yang sedang Anda bakar utamanya pada saat cuaca terik dan angin kencang.

f. Jangan lupa menyabut kunci dari pintu ketika akan tidur atau meninggalkan rumah.

.

.

.2. Berkendaraan Bermotor

a. Cek kondisi kendaraan bermotor secara berkala utamanya rem, kaca spion, wiper, ban, lampu tanda belok, lampu besar, lampu rem, dan pengapian.

b. Berhati-hati saat keluar dari halaman rumah. Pastikan lalu lintas aman ketika menyeberang. Kendaraan bermotor yang sudah berada di jalan raya mendapat prioritas daripada kendaraan yang baru keluar dari rumah atau mulut gang.

c. Lakukan komunikasi dengan pengguna jalan raya lainnya melalui lampu besar , lampu hazard, dan lampu tanda belok.

d. Patuhi lambu lalu lintas. Lampu pengatur lalu lintas yang berwarna kuning merupakan tanda hati-hati, bukan untuk tanda boleh mengebut atau mempercepat laju kendaraan.

e. Ban yang sudah gundul sebaiknya diganti karena bisa pecah atau menyebabkan kendaraan selip.

f. Jika akan menyalip kendaraan lain pastikan pandangan ke depan sudah bebas sehingga mengetahui akan situasi lalu lintas di depan. Berikan tanda dengan bunyi klakson agar kendaraan yang akan disalip bisa memperlambat jalannya.

g. Pemasangan helm pengaman dan sabuk pengaman bukan untuk kepentingan polisi lalu lintas tetapi untuk keamanan pengendara sendiri.

h. Jangan lupa mengunci kendaraan jika akan meninggalkannya, sebentar atau dalam jangka waktu yang lama.

i. Jangan memarkir kendaraan di tikungan, jembatan, atau di tempat-tempat terlarang lainnya.

j. Jika berhenti di tanjakan pastikan rem tangan sudah terpasang atau pasang ganjal agar kendaraan tidak mundur.

k. Jangan memainkan gadget untuk SMS atau menilpon saat mengemudikan kendaraan. Jika penting sekali lebih baik menepi dari jalan raya dan berhenti dulu.

l. Jika merasa mengantuk atau lelah sebaiknya istirahat sampai keadaan pulih kembali.

Mari kita berpikir aman sejak dari rumah, selama di jalan, dan saat kembali ke rumah lagi.

.

.

.

.3. Di Tempat Umum

Tempat umum lazimnya di datangi oleh banyak orang dengan berbagai keperluan. Mungkin ada juga orang berkelakuan buruk di dalamnya. Pastikan tempat disekeliling Anda terkuasai dengan baik. Jika terlihat ada orang atau keadaan yang mencurigakan sebaiknya segera bergeser ke tempat yang lebih aman.

a. Bepergian ke tempat umum sebaiknya tak usah membawa atau memakai banyak perhiasan sehingga membuat ngiler penjahat.

b. Gunakan pakaian yang menutup aurat dengan baik. Jangan menantang penjahat deh.

c. Jika terjadi huru-hara di suatu tempat sebaiknya segera menyingkir. Menonton kerusuhan tak ada gunanya, bahkan Anda bisa terseret di dalamnya. Kadang ada orang jahat yang memanfaatkan situasi rusuh untuk mencopet, menganiaya, dan bahkan membunuh orang yang tak tahu apa-apa.

d. Waspada saat menonton konser musik, pertandingan sepakbola, pembagiaan barang gratisan, dan kegiatan lain dengan jumlah penonton yang sangat banyak. Saat masuk atau keluar tempat pertunjukan biasanya rawan kecelakaan.

e. Pada saat berada di sebuah gedung (bioskop, balai pertemuan, dan lain-lain) amati lokasi pintu keluar atau pintu darurat. Ini penting manakala terjadi keadaan darurat (misalnya kebakaran) Anda bisa segera menuju pintu-pintu tersebut.

.

Itulah beberapa contoh cara menerapkan security mindedness dalam kehidupan sehari-hari. Jika didaftar tentu masih banyak lagi.

Bagaimana sahabat menerapkan security mindedness di dalam atau di luar rumah? Silakan share agar bermanfaat bagi sahabat yang lain.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

5 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. momtraveler says:

    Semuanya dimulai dari.diri sendiri dulu ya dhe. Sya ni termasuk yg pelupa jd.kalo mo traveling suami yg kebagian ngecek2 kaya begini hehehheh…

    Buat checklist perlengkapan agar tak ada barang penting yang ketinggalan

  2. Ini yang bikin gemes saya. Suami paling sering pakai peci doang sedangkan saya dekat saja pakai helm kalau naik motor. Katanya, “Dekat kok.” Saya bilang, “Saya pakai helm bukan karena jarak, tapi karena mentaati peraturan.” Sungguh ini pergolakan batin. Ada lagi kalau lampu merah, kalau saya lagi mbonceng suami, paling panik lihat lampu merah dan sepi, bisa dipastikan akan bablas. Benar.

    Sudah saya bicarakan, “Nyaman dan aman di hati kalau saya mentaati peraturan. Walaupun buatan manusia. Toh kalau kenapa-napa, kita sudah maksimal menjaga diri, jadi tidak jadi bahan cemoohan orang-orang. Coba kalau ada kecelakaan yang jadi korban tidak pakai helm plus pas nerobos lampu merah?”

    Benar-benar perjuangan. —maaf, jadi curhat—

    Mungkin memang begini sepasang manusia disandingkan, satu disiplin, satunya asoy, biar saling melengkapi

    Betul, kecelakaan tidak memandang tempat, jarak, dan waktu.
    Lebih baik “berpikir aman” agar nyaman di hati dan nyaman di jalan

  3. damarojat says:

    anak2 itu lebih menakutkan dari polisi atau manusia mana pun. lha mereka itu sangat teliti dan nggak segan menegur ortunya kl melanggar aturan. 😀

    pernah juga terlintas di pikiran: sebetulnya saya ini taat aturan atau taat anak ya.

    Sadar peraturan sepertinya

  4. Nur Azizah says:

    Terima kasih Infonya neh Pak Dhe. Bisa saya jadikan pegangan untuk keamanan diri sendiri, Baik saat di rumah, pada waktu naik kendaraan dan di tempat umum. Karena seperti waktu naik kendaraan bermotor, walaupun kita berhati2 dan berusaha disiplin tapi yang lain kadang ndak disiplin ini yang kadang buat saya naik pitam waktu di jalan. Seperti : saya sudah jalan di sebelah kiri eh masih saja ada yang mrepeeeet kayak ndak ada jalan yang lain. Pas lampu hijau mau jalan ke arah kanan eh ada aja yang motong jalan saya akhirnya saya ndak jadi menyebrang ke arah kanan deh tapi nyebrang ke arah kiri . haduh, Neh membahayakan orang lain kan ya Pak Dhe 🙂 hadah

    Betul, jalan raya semakin semrawut karena penggunanya tidak disiplin

  5. Lidya says:

    setelah kunci pintu saat akan pergi, saya harus mendorong pintunya pakde meyakinkan sudah terkunci, soalnya pernah perasaan sudah terkunci ternyata belum.

    Betul. Cek-ricek memang perlu Jeng.
    Saya juga sering kontrol kunci-mengunci sebelum tidur untuk memastikan segalanya Oke.

Leave a comment