Jaga Hati dan Lisan

“Yaaaaa kok saya hanya dapat kotak sabun sih. Ngiri deh pada si Ita yang menggondol strikaan.Tega bener tuh yang nyumbang door prize asal-asalan.” Mendengar suara ngebazz membahana tersebut sontak semua peserta arisan menengok ke arah Bu Darting. Di antara mereka ada yang menunjukkan ekspresi dingin tapi mayoritas agak memencongkan bibirnya. Peserta arisan sudah faham benar lagak-lagu tetangga yang satu ini.

Peristiwa seperti di atas barangkali sudah sering kita dengar. “Nyesel saya datang di acara ini. Pidatonya lama hidangannya hanya nasi rawon dengan 3 iris daging belaka.” Ketika tuan rumah memberikan bingkisan juga dikritik. “Ya ampun, nasinya keras, empalnya tipis kayak silet.”

Dalam berhubungan dengan manusia lain sangat dianjurkan agar kita bisa menjaga hati dan lisan. Tak elok kita mencela atas rezeki yang kita terima. Gerutuan dan celaan bisa menyakiti hati orang lain. Jika si pemberi sabar paling hanya akan tersenyum atau mengelus dada. Tetapi jika berhadapan dengan orang yang temperamental mungkin akan dilabrak juga. “Ya masih mendinglah dapat kotak sabun wong situ datang hanya melenggang nggak mbawa door prize kok.” Nah loch, arisan yang semula menjadi ajang silaturahmi dan pertemanan malah menjadi Β medan perang.

Hidup di dunia memang penuh romantika. Tenggang rasa dan toleransi perlu dipelihara. Tentu saja toleran yang proporsional, bukan toleransi membabi buta. “Ayo donk minum birnya biar gayeng.” Jika kita tak suka minum bir dengan berbagai alasan maka kita tak perlu mengikuti ajakan mereka. Pilih saja orange juice, air putih, atau teh hangat.

Menjaga hati dan lisan memang penting agar tak ada orang lain yang terdzolimi atau tersakiti.

 

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

16 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Hati-hati menjaga hati dan lisan ya, Dhe. Kadang lisan sulit dikendalikan, hehe
    by the way …templatenya sekarang keren deh, Dhe… πŸ˜‰

    Kadang nggak terasa kalau lagi ngrasani orang ya Jeng
    Matur nuwun

  2. Terimakasih telah mengingatkan Pakde. Kedua hal ini memang tidak mudah. Tetapi harusss tetap berusaha.

    Salam hangat dari Bondowoso

    Betul, diam sebagai salah satu caranya

  3. singa says:

    setuju pak.. toleransi dan tenggang rasa memang harus selalu dipelihara…

    Agar tercipta damai di mana-mana

  4. Terkadang sulit ya, membuat orang-orang di sekitar untuk bisa menjaga lisan terutama tentang kesalahan atau kejelekan rekannya sendiri

    Harus diupayakan

  5. Berkonten says:

    Memang kita harus menjaga hati dan juga lisan. πŸ™‚
    Agar tak mblakrak ke mana-mana

  6. jiah says:

    saya sering ngedumel klo habis arisa

    Kurangi yaa

  7. gibah itu dilarang oleh agama kan pakdhe, jadi harusnya di jaga ..

    Iya, tapi cukup banyak yang melakukan ya

  8. Kadang saya begitu Dhe tapi hanya nggrundel dibelakang. Sama aja dosanya ya Dhe πŸ™

    haaaha..iya

  9. awen says:

    Jika kata tak lagi bermakna mungkin memang lebih baik diam. daripada menyakti hati.
    terimakasih sudah mengingatkan pak de

    Betul Mas
    Banyak orang berkelahi karena omongan

  10. Walidin says:

    Nah itu dia, susah jadi orang benar, banyak orang ngerti agama tp njaga hati dan lisan aja susah. Padahal di agama udah digariskan/diatur semuanya.

    Bisikan setan Mas

  11. Susindra says:

    Waktu baca ini, saya ingat seseorang yang dekat. Yah, memang nyebelin Pakde. Hehehe…

    Hobi kalee

  12. Menjadi insan yang segera bertindak dan jangan banyak berfikir

    Quick to think, quick to decide, and quick to react.

  13. Uwien says:

    Harus sabar menghadapi orang yang ceplas-ceplos nylekit kayak gitu, ya Pakdhe.
    Trimakasih sudah mengingatkan.
    Salam hangat dari Bandung.

    Iya, sering loch
    Saya kadang juga mbalas nyletuk je

  14. lukman says:

    dalam banget tuh judul

    Terima kasih Mas Lukman

  15. oRiN says:

    saya jarang ikut pertemuan arisan, tapi pernah beberapa kali ikut acara blogger… nggrundel dalam hati waktu gak dapet doorprize hahaha… payah nih.

    Pulang sambil muka berak ya

  16. Nggrundel itu terjadi karena kekecewaan yang diutarakan ya. Maunya berkeluh kesah tapi ternyata malah membawa aura negatif. Terimakasih pakde, membaca ini jadi catatan buat saya. πŸ™‚

    Iya, nggak ada manfaatnya, malah sakit hati

Leave a comment