Teks

Sewa-menyewa di Mancanegara

Aneka sewa-menyewa di mancanegara ternyata juga ada. Saya mengalaminya sendiri. Jumlah, jenis, dan harga sewa barang juga beraneka-ragam. Prosedur sewa-menyewa tak terlalu rumit. Pemilik rumah hanya menjelaskan aturan yang tidak terlalu ketat termasuk pembayaran uang sewa. 

Pada tahun 1990 ketika menjadi anggota Kontingen Garuda X yang tergabung dalam misi UNTAG (United Nations Transition Assistance Group in Namibia) saya dan beberapa teman menyewa sebuah rumah. Letaknya di Best Street di kawasan Windoek, Nambia. Selain ada 3 kamar tidur di dalamnya juga tersedia ruang tamu, dan dapur. Tentu saja ada kamar mandinya.

Kala itu anggota kontingen Garuda Indonesia pada umumnya menyewa rumah penduduk. Hanya ada beberapa orang yang mendapat karavan untuk tempat tinggal. Mungkin di lokasi tersebut tidak ada penduduk yang menyewakan rumahnya karena lokasinya agak jauh.

Saya agak lupa berapa rand (mata uang Namibia) yang harus kami bayar. Yang jelas kami berempat urunan tiap bulan. Karena MSA (Mission Subsistence Allowance) yang kami terima lumayan besar maka kami enteng-entang saja membayar uang sewa.

Sayangnya setelah 3 bulan pemiliknya menghentikan sewa rumah tersebut. Alhasil kami berempat berpisah rumah. Saya bergabung dengan teman lain yang menyewa rumah di lokasi yang lain. Di rumah baru ini saya tinggal sampai penugasan di Namibia selesai dan kami kembali ke tanah air.

Di rumah baru ini penghuninya cukup banyak karena rumahnya juga cukup besar. Di halaman rumah ini pula kami menyelenggarakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI. Kami juga mengundang beberapa member UNTAG negara lain. Kami menyiapkan aneka makanan Indonesia yang kami masak sendiri. Hebat kan.

Saat itu kami menyewa rumah beserta perabotannya antara lain kursi tamu dan tempat tidur. Sepertinya peralatan dapur juga termasuk di dalamnya. Kami juga memanfaatkan pesawat telepon. Mbayarnya juga masing-masing disesuaikan seberapa sering dan lamanya menilpon. Secara kesadaran kami mencatat lamanya menilpon di buku catatan yang ada.

Sewa mobil di luar negeri

Kendaraan ini bukan sewa tetapi inventaris UNTAG yang saya pinjam

.

Berbeda halnya ketika saya mengikuti pendidikan Army Staff College di Defence Services Staff College yang kampusnya di Welington, Tamilnadu, India. Rumah untuk perwira siswa sudah disiapkan oleh lembaga plus pembantu rumahtangga. Rumah sudah dilengkapi dengan kursi tamu, almari, dan tempat tidur. Kami tinggal masuk saja.

Kampus DSSC India

Saya dan sahabat di kampus DSSC-Welington, Tamilnadu, India

.

Namun demikian saya dan isteri masih harus menyewa beberapa perlengkapan dapur termasuk kulkas. Kami juga harus menyewa kasur, bantal, guling, dan selimut. Barang pecah-belah ada yang kami sewa dan ada juga yang kami beli sendiri.

Saat itu kami ingin menyewa pesawat televisi untuk hiburan sehari-hari. Namun akhirnya kami memutuskan untuk membeli saja.

Barang-barang dapur yang kami beli lalu kami hibahkan kepada Anna Mary, pembantu setia kami. Sedangkan pesawat televisi kami jual kembali.

Selain perlengkapan rumah dan dapur saya juga menyewa kendaraan bermotor. Saya sebenarnya ingin menyewa sepeda motor tapi karena jarang yang menyewakan maka saya akhirnya memilih menyewa skuter. Uang sewa skuter kala itu sebesar 500 rupee per bulan. Dengan skuter inilah saya pergi dan pulang sekolah. Tapi saya juga sering berjalan kaki untuk memelihara kesehatan badan. Kadang saya dan isteri bepergian ke Coonor (kota kecil terdekat) untuk belanja di pasar. Kadang kami juga naik bis yang ongkosnya murah meriah yaitu sekitar 2 Rupee (kala itu kurs Rp.700/rupee)

Sayangnya foto-foto kami tak tersimpan dengan baik sehingga tak dapat memajang foto rumah sewaan kami di sini.

Pernahkah sahabat menyewa rumah di luar negeri?

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

5 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Keke Naima says:

    Kalau bukan untuk menetap dalam waktu lama memang lebih enak menyewa ya, Pakde

    Iya, beberapa perusahaan bahkan lebih senang sewa mobil untuk karyawan daripada membeli

  2. felyina says:

    Oyaya, saya kira kalo tugas negara pasti da[et fasilitas lengkap, tenyata kadang harus nyari sewa sendiri, ya Dhe?
    Saya sendiri tinggal di sebuah apartment sewa waktu tinggal di Malaysia. Tapi biaya sewa, listrik, air, telepon, dibayarin sama bos nya suami. Walaupun tempatnya elek, tapi lumayan lah untuk menghemat biaya. Heheheheh

    Waktu itu UNTAG memberi MSA saja untuk Civil Police dan Electoral Div
    Antara lain untuk sewa rumah

  3. Inayah says:

    pak dhe…fotonya keren keren,. keren karena emang objeknya bagus, trus warnanya yg memudar bikin kesan klasiknya dapet.

    didigitalkan aja pak dhe, foto-fotonya…siapa tahu nanti jadi buku, kumpulan foto gitu.

    Sebagian sudah untuk ilustrasi buku

  4. Ternyata seperti itu ya,
    Terima kasih informasinya Pak,
    Kalau sekolah, bagaimana dengan tempat tinggal, apakah sewa juga bagus?

    salam

    Kalau saya tinggal di BOQ, Bachelor Officer Quater
    Gratis

  5. coklat hitam says:

    saya juga menyewa rumah lebih leleuasa

    Lebih enak rumah sendiri

Leave a comment