10 Keunggulan Menggunakan Top Level Domain .net dan.com

10 Keunggulan menggunakan top level domain .net dan.com tak terbantahkan karena sudah saya ketahui, alami, dan rasakan selama saya ngeblog. Itulah sebabnya setelah belajar menulis di blog gratisan saya segera beralih ke top level domain. Biaya yang saya keluarkan untuk membangun blog terbayar dengan hasil yang saya dapatkan plus bonus yang tak ternilai berupa branding.

Ketika seorang blogger menulis artikel berjudul Mau Monetize Blog Kok Bermodal Gratisan hati saya teriris-iris. Blog gratisan atau ada yang menyebut blog plat merah memang agak kurang gesit untuk diajak menjemput rezeki. Diam-diam saya membenarkan judul yang agak provokatif tersebut. Sejak saat itu saya berketetapan membangun blog dengan menggunakan top level domain Dotcom.

Cara membuat blog dengan top level domain

Dua blog saya yang menggunakan top level domain .com

.

Self hosted blog memang lebih unggul dibandingkan dengan blog gratisan. Berikut saya jelaskan 10 Keunggulan Menggunakan Top Level Domain .net dan.com

1. Mudah diingat.

Karena tidak ada embel-embel nama platform (WordPress, Blogspot, dll) maka url blog dengan memakai top level domain menjadi lebih singkat sehingga mudah diingat. Apalagi jika nama domain yang dipilih tidak memakai karakter lain selain huruf biasa.

2. Mudah ditulis.

Semakin pendek url blog akan semakin mudah menuliskannya sehingga mengurangi kesalahan dalam menulis. Apalagi jika blogger gemar blogging dengan menggunakan gadget. Selain itu, karena urlnya cukup pendek maka saya dapat dengan mudah menuliskan url domain pada sovenir misalnya pin, mug, gantungan kunci, topi, dan lain sebagainya.

Cara membuat pin

Pin dengan url blog saya, keren kan.

.

3. Mudah diucapkan.

Url yang pendek lebih mudah dilafadzkan (diucapkan) sehingga mengurangi kemungkinan keseleo lidah. Apalagi pengguna internet lebih sering mengucapkan kata dotcom. Bahkan dalam menulis status atau komentar secara bercanda mereka menggunakan kata itu. Misalnya: “Bikin ngiler dotcom,” jika ada teman yang memamerkan foto makanan atau barang-barang yang keren. Mengucapkan:”abdulcholik.com,” tentu lebih mudah dibandingkan dengan menyebut “mascholik.wordpress.com.” Ini berarti skor DAnya nebeng pada skor platform WordPress.

4. Lebih keren, profesional, dan bonafid.

Diakui atau tidak, blog dengan top level domain memang lebih keren, profesional, gaya, dan bonafid. Bukankah blogger pada umumnya lebih senang dengan sesuatu yang keren. Memang ada saja yang bilang bahwa yang penting bukan blog sebagai wadahnya tetapi kontennya. Nah, jika blognya keren dan isinya juga menarik dan bermanfaat tentu top level domain akan tetap lebih unggul.

5. Menarik perhatian agency.

Agency yang ingin mengajak kerjasama dengan blogger tentu akan lebih tertarik kepada blogger pengguna top level domain. Hal ini cukup beralasan karena tak ada yang gratis dalam suatu kerjasama. “There is no free lunch,” kata mereka. Brand dan agency yang membantu pasti pertama kali akan melacak blog yang menggunakan top level domain. Blogger yang mewakili agency juga lebih sering mengundang blogger pengguna TLD, bukan. “Blogger pengguna TLD silahkan inbox saya ya,” begitu tulis teman-teman blogger di status Facebook mereka. Setelah itu baru disampaikan persyaratan lainnya misalnya skor DA (Domain Authority),  Alexa traffic rank, dan niche/topik blog.

6. Skor domain authority terukur.

Skor DA (domain authority) blog TLD (top level domain) lebih jelas dan mandiri sementara untuk blog non TLD skornya mengikuti platform yang menjadi extentionnya. Oleh karena itu tak heran jika blog non TLD skore DAnya selalu lebih tinggi namun seragam untuk pengguna platform yang sama. Maklum yang diberi DA adalah platformnya.

Sebagai contoh, blog saya yang TLD abdulcholik.com skor domain authoritynya 36 sedangkan dua blog saya yang non TLD yaitu mascholik.wordpress.com dan blogperaga.wordpress.com nilai DAnya sama yaitu 97.

Cara mengukur DA blog

DA blog TLD (A) dan blog non TLD (B dan C)

.

7. Mudah dioptimasi.

Blog dengan top level domain lebih besar kemungkinannya untuk dioptimasi, utamanya on page SEO (onpage search engine optimation) Sebagai pengguna platform WordPress saya bisa memasang plugin All In One SEO Pack dan aneka plugin lainnya. Selain itu saya juga bisa mengotak-atik style.css sehingga jenis, ukuran font pada title blog, tittle entry, entry, dan lain sebagainya bisa disesuaikan sesuai selera dan kebutuhan.

Theme (tema atau template) memang sudah disediakan tetapi untuk blog top level domain masih bisa mengunduh dan memanfaatkan aneka tema yang disediakan oleh WordPress.org. Jika ingin tampak lebih profesional blogger juga bisa membeli atau memesan tema kepada pihak yang menyediakan tema pro dengan membayar sesuai harga yang ditetapkan mereka.

Pada blog top level domain saya bisa memasukkan meta tags di header.php misalnya title tag, description, dan keywords tag. Ini sangat penting untuk kepentingan SEO.

8. Ada tantangan tersendiri.

Memiliki blog dengan top level domain memiliki tantangan sendiri. Maklum blogger harus menangani blognya secara mandiri. Ini saya alami sendiri. Ketika membeli domain berplatform WordPress dan sekaligus sewa hosting saya langsung diberi cpanel. Dari sinilah saya mulai menginstal sendiri blog tersebut.

Begitu kerangka blog sudah jadi maka berbagai kegiatan lanjutan harus saya lakukan. Beberapa di antaranya adalah memilah dan memilih tema yang sesuai, memasang widget, menambah plugin, dan lain sebagainya. Jika kegiatan dasar sudah saya kerjakan barulah saya mempelajari dan mengerjakan kegiatan lanjutan misalnya mengotak-atik style.css, tehnik on page dan off page SEO, dan lain-lainnya. Bongkar-pasang theme juga bisa dilakukan.

Tantangan-tantangan seperti itu mengharuskan saya terus mengupgrade diri dengan belajar dan berlatih.

9. Mengurangi tindakan penertiban.

Dunia blogging tak bisa dipisahkan dari kegiatan monetize blog dengan memanfaatkan blog sebagai sumber penghasilan. Selain lebih diincar oleh agency atau brand, blog top level domain relatif lebih aman daripada blog gratisan, khususnya bagi pengguna platform WordPress. Konon pengelola WordPress.com tidak mengijinkan blogger memanfaatkan blognya untuk tujuan komersil. Memasang baner iklan, menulis review produk, dan kegiatan berbayar lainnya tidak diijinkan. Pelanggaran terhadap ketentuan ini akan dikenakan sanksi dari teguran, peringatan, sampai pembatalan/penghapusan blog. Jika ada yang lolos itu hanyalah masalah waktu saja.

Nah, dalam urusan monetize blog pemilik blog top level domain agak leluasa. Sepanjang tidak melakukan pelanggaran yang berarti maka blogger tak perlu khawatir blognya disuspen.

10. Blog beranak-pinak.

Tergantung jenis hosting yang dipilih, blog dengan top level domain bisa beranak-pinak. Sebuah domain bisa mempunyai 2-3 subdomain, bahkan lebih. Ini tentu sangat menguntungkan karena blogger bisa sedikit menghemat anggarannya.

Jika saya mempunyai blogapik.com maka kelak saya bisa menambah blog baru lagi dengan subdomain. Misalnya foto.blogapik.com, traveling.blogapik.com, fashion.blogapik.com.

Cara membuat blog dengan TLD

Dengan top level domain ngeblog menjadi semakin asyik

.

Walaupun saya belum pernah memakai domain Dotnet namun saya meyakini bahwa domain ini juga memiliki keunggulan yang sama sebagaimana saya uraikan di muka. Suatu saat saya barangkali ingin membuat blog untuk networking maka saya akan memilih domain ini.

Kata DotComForMe  dan #DotComForBlogging seolah menjadi mantra selama saya menjadi blogger. Yang jelas dengan 10 keunggulan menggunakan top level domain .net dan.com kegiatan saya di dunia maya menjadi semakin asyik dan mengasyikkan. “Blog Pakde kereeen,” begitu komentar teman-teman blogger setelah mengunjungi blog saya.

.

Cara memasang baner lomba

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

8 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. susanti dewi says:

    hihih… kalimat provokatif di atas ampuh ya pakde 🙂

    Pwol. Cepet2 beli domain tld hahaha

  2. zaenudin says:

    jadi ini keunggulan dotcom.. makasih pakde pencerahannya

    Sama2

  3. Top banget penjelasannya Pak Dhe, top level domain memang sesuatu

    Iya, keren dan beken

  4. Lidha Maul6 says:

    DA 36, wow.
    Bagaimana ya rasanya itu?
    Kalau saya suka tulisan Pakde, ibarat makanan, mengingatkan makanan rumah. Nyaman aja

    Kriuk-kriuk

  5. awal-awalnya mutusin pindah ke TLD karena pengen terlihat keren Pak De, biar lebih kekinian gitu seperti bloger-bloger idola saya yang sudah lebih dulu memakai TLD 🙂

  6. jejakjelata says:

    wahh mantap pakdhe, sekarang jadi jelas setelah baca artikelnya. Salam kenal padhe saya blogger kemaren sore pakdhe.

  7. helni says:

    Selalu mantap tulisannya pakdhe, TLD memang top.

  8. Permisi pakde..juri mampir sithik yoo

    Monggo Mas
    Matur nuwun

Leave a comment