Blogging: Menyulap Tantangan Menjadi Peluang

Giveaway Cerita di Balik Blog

.

Artikel berjudul Blogging: Menyulap Tantangan Menjadi Peluang ini adalah artikel kedua yang saya ikutkan dalam giveaway yang digelar oleh Jeng Uniek Kaswarganti. Loch, Pakde mengikutkan dua artikel tho? Tidak sodara-sodara.

Artikel lama tidak bisa diakses lagi karena Neo BlogCamp di suspen. Ini karena kelalaian saya dalam mengelola hosting. Neo BlogCamp ternyata saya cantolkan di hosting blog saya yang lain. Ketika sewa hostingnya saya hentikan barulah saya menyadari bahwa di situ juga ada Neo BlogCamp. Alhasil, saat tanggal tua dan dalam situasi Darurat Dompet, saya harus menyewa hosting baru. Seluruh artikel Neo BlogCamp yang lama musnah. Itulah sebabnya saya lalu menulis artikel lagi untuk didaftarkan lagi dalam GA.

Begitulah tantangan yang harus dihadapi oleh seorang pengguna self hosted WordPress blog.

Ketika membangun blog pada tahun 2009 saya mengira bahwa ngeblog itu hanya menulis artikel dan menerbitkannya. Ketika artikel perdana saya luncurkan, sampai beberapa hari tak ada seorangpun yang menuliskan komentarnya. Dengan berjalannya waktu dan dari hasil belajar maka saya baru menyadari bahwa cukup banyak kegiatan yang dilakukan oleh seorang blogger dalam mengelola dan mengoperasikan blognya.

Memahami Kekepan

Dalam mengoperasikan blog saya menyadari bahwa ada unsur Kekepan di dalamnya yaitu Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman. Istilah Ancaman agaknya terlalu ekstrim walaupun memang faktanya memang ada ancaman terhadap blogger. Jika ingin yang lebih soft, bolehlah diterjemahkan menjadi Tantangan. Jika Kekepan ini diaplikasikan pada diri saya maka dapat saya jelaskan sebagai berikut.

.

1. Kekuatan

a. Saya mempunyai hobi membaca dan menulis. Pada saat masih dinas saya bahkan beberapa kali menjuarai lomba menulis Karmil (Karangan Militer) yang diselenggarakan oleh Pusat Polisi Militer. Artikel saya juga sering dimuat di majalah Gajah Mada milik Polisi Militer. Saya merasa tidak terlalu mengalami kesulitan di bidang tulis menulis.

Jika shohibul Giveaway, Uniek Kaswarganti menulis:”…. Ceritakan jungkir balikmu saat akan membuat blogpost, entah itu kudu naik-naik meja untuk memotret objek yang akan direview, baca buku untuk diresensi sambil nggendong bayi, pontang-panting kesana kemari untuk mendapatkan postingan reportase yang keren, nonton film berjam-jam untuk bikin postingan blog soal film terkini, atau apaaaaa saja lah.” Maka saya tidak segitu lah, biasa saja kaleeee hahahahaha.

b. Walaupun tidak teramat bagus saya memahami bahasa Inggris. Ini penting karena di dunia blogging banyak istilah yang memakai bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Untuk sekedar sewa domain di Godaddy saja mesti harus memahami bahasa Inggris,bukan. Berbekal bahasa internasional itu juga saya dulu juga menggarap job review yang diberikan oleh situs mancanegara.

c. Saya termasuk blogger ‘nglithis’, suka ingin tahu dan mencobanya. Tips dan tutorial yang saya terbitkan di blog pada umumnya saya awali dengan kesukaan otak-atik blog.Aneka tombol yang ada di dashboard biasanya saya pencetin untuk mengetahui apa gerangan isinya. Dengan cara itu maka saya kemudian menerbitkan artikel berjudul Cara Memanfaatkan Karakter Khusus Pada Blog.

d. Bukan bermaksud menyombongkan diri, saya termasuk blogger tangguh. Ini memang ada kaitan dengan kondisi kesehatan lahir-batin dan jiwa juang donk ya. Salah satu buktinya adalah saya pernah mengikuti lomba blog bertajuk ‘Tantangan Ngeblog Setiap Hari NonStop’ selama sebulan penuh. Blog saya, cakcholik.blogdetik.com terpilih menjadi ‘Blog Paling Menarik.’ Alhamdulillah dapat terisi.

e. Berani meluruskan niat. Ketika awal ngeblog niat saya hanya ‘just for fun’, lalu saya ubah menjadi’ fun and profit.’ Kini niat itu saya luruskan menjadi ‘ngeblog untuk ibadah.’ Ini penting agar artikel yang saya tulis dan terbitkan di blog menarik dan bermanfaat bagi orang lain. Tentu saja tanpa mengabaikan keberadaan search engine.

Ngeblog harus serius tapi santai

Ngeblog harus serius tapi santai

.

2. Kelemahan

a. Ilmu pengetahuan saya di bidang kode HTML, CSS, dan PHP masih terbatas. Saya hanya bisa melakukan perubahan yang ringan-ringan dan dibutuhkan segera. Saya masih terus belajar.

b. Riset keyword yang rumit-rumit juga tidak saya lakukan sehingga kurang bisa menemukan keyword yang bernilai tinggi dengan tingkat persaingan yang tidak terlalu tinggi. Saya hanya menggunakan keyword seadanya, bahkan tidak sedikit judul artikel yang tanpa menggunakan keyword.

c. SEO On Page dan Off Page belum sepenuhnya saya laksanakan. Padahal dua kegiatan ini sangat penting untuk menempatkan artikel di posisi yang bagus pada SERP (Search Engine Result Pages)

d. Dalam menulis artikel saya sering menabrak rambu dan kaidah menulis yang baik dan benar. EYD juga suka saya langgar. Sahabat mungkin akan menemui kata-kata seperti : kejlungup, keponthal-ponthal, gondal-gandul, dan lain sebagainya.

.

3.   Peluang

a. Saya memiliki waktu yang banyak untuk blogging.

b. Cukup banyaknya lomba blog atau giveaway yang diselenggarakan oleh blogger maupun non blogger. Ini merupakan peluang yang bagus bagi saya untuk meningkatkan kualitas blog. Ketika saya mengikuti lomba blog maka blog akan mendapatkan trafik yang bagus. Saya pun ikut dikenal blogger lain. Uang dan barang acap kali datang.

c. Cukup banyaknya kursus ngeblog secara online untuk meningkatkan kualitas blogging. Beberapa minggu yang lalu sempatkan mengikuti kursus Viral Marketing secara online di Facebook.

d. Dunia blogging masih banyak diminati oleh non blogger. Ini dibuktikan dengan banyaknya instansi dan perusahaan yang merangkul blogger. Tak heran jika banyak blogger yang mendapat fee melalui job review. Saya termasuk yang mendapat limpahan rezeki tersebut. Bahkan dalam kampanye pilleg, pilpres,dan pilkada ada juga peserta yang menggandeng blogger.

e. Kesadaran manusia untuk berbelanja secara online semakin meningkat. Ini merupakan peluang bagi para blogger yang ingin memanfaatkan dunia maya untuk menjemput rezeki dengan membangun online store. Keahlian dan ketrampilan membuat produk dan jasa pada berbagai bidang bisa dipasarkan secara online. Tokopedia.com salah satu tempat untuk berbelanja da berjualan secara online.

f. Monetize blog terbuka lebar. Blogger bisa bertindak sebagai publisher iklan. Beberapa teman menjadi penulis artikel berbayar. Sebagian lagi mengikuti program afiliasi, dan bentuk-bentuk pendulangan rezeki lain yang semakin marak.

.

4.   Ancaman

a. Undang-undang tentang IT, Hak Cipta, dan peraturan lainnya bisa menyeret blogger yang tidak hati-hati dalam menerbitkan artikel ke meja hijau dan atau ke penjara.

b. Google tak segan-segan melakukan penghentian sementara atau penghapusan blog jika dinilai tak sesuai dengan TOS (Term of Services) mereka. Pagerank BlogCamp juga pernah di ‘NOL’ kan karena dianggap memasang link berbayar di blog. Saya segera melepas link tersebut dan mengajukan pemulihan pagerank. Alhamdulillah dipenuhi oleh Google.

c. Kaum oportunis (misalnya hacker) masih cukup banyak. Mereka bisa mengancam blogger dengan aplikasi tertentu sehingga blog rusak dan tak bisa diakses.

d. Advertiser dan pemberi job review banyak yang melirik DA (Domain Authority) daripada pagerank blog. Ini mengharuskan blogger bekerja lebih giat lagi untuk menaikkan DA blognya.

Berbagai ancaman atau jika dihaluskan menjadi tantangan ini bisa disulap menjadi peluang untuk mengelola dan mengoperasikan blog dengan baik dan benar.

Sebuah blog memang menyimpan sejuta cerita. Bagi saya, blog adalah universitas terbuka dengan banyak fakultas dan jurusan. Mencari ilmu apa saja ada, bisa dipelajari dan dipraktekkan. Blogger selayaknya mengupgrade dengan meluangkan waktu untuk membaca dan melatih ketrampilan agar kemampuannya semakin meningkat.

 

Mengakhiri artikel ini saya ingin menyarankan kepada para sahabat blogger: Ciptakan PeluangmuNgeblog bukan hanya sekedar tempat menyalurkan syahwat menulis tetapi mengandung banyak manfaat yang lainnya. Enyahkan segala macam ketakutan. Takut kalah, takut ditertawakan, takut tidak diterima, tidak pede, dan lain sebagainya harus didobrak.

Jika blogger pintar membuat kue atau membuat handicraft jangan takut untuk memasarkan melalui blog. Blogger bahkan bisa membukukan keahliannnya itu dalam sebuah buku yang layak jual. Dengan cara itu maka blogger juga bisa bekerja di rumah dan menjadi juragan.

Bisnis rumahan

.

Mari kita berbagai ilmu dan pengalaman yang menarik agar bernilai ibadah.

.

Artikel ini diikutsertakan dalam Giveaway Cerita di Balik Blog 

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

15 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. damarojat says:

    selamat datang kembali, pakde. kekepannya detil.

    Matur nuwun Jeng

  2. inda fitri says:

    senengnya tiap kali terdampar dinsini, dpet ilmu plus pencerahan..
    matur nuwun pak de 🙂

    Saling berbagi ilmu, betapapun sederhananya
    Sama2

  3. Beberapa waktu lalu sempat ngira kalo pakde hiatus *padahal ga mungkin banget lah yauu*
    Ternyata begitu ya kejadiannya.
    Salut sama semangat ngeblog pakde yang luar biasa 😀

    Kalau hiatus lalu saya cari makan dari mana hahahaha

  4. Wah…artikelnya keren nih.. Senang bacanya krn byk info bermanfaat.. Nulisnya kayak pakai analisa SWOT ya ..pake strategi ..sip..

    YUp, SWOT versi saya saja

  5. kania says:

    pengennya udah dari lama ikin buku dari blog, tapi…masih bingung dan ga PD nih pakde

    PD saja Jeng
    Eman ilmunya jika nggak dibagi

  6. Semangatnya pakdhe itu lho…yang saya ingin tiru, siipppo… 🙂

    Tirulah yang baik2 saja Jeng

  7. susanti dewi says:

    saya ngikik baca kekepan. Saya kira apaaa gitu, gak taunya singkatan. Pakde emang paling jago bikin singkatan2 🙂

    Kekepan saya ciptakan tahunn 1994 ketika saya membuat makalah untuk Rakernis di Pusat Polisi Militer.
    Untung bos nggak marah

  8. vizon says:

    Turut prihatin dg ‘musibah’ yg terjadi di Neo BlogCamp, Pakde..
    Data-datanya nggak bisa diselamatkan sama sekali kah? Apa pihak hosting tidak bersedia membantu?
    Kalau memang tidak bisa diselamatkan, tidak apa-apa lah ya… Lha wong udah jadi buku semua… 😀

    Soal ngeblog, saya selalu mengingat pesan Pakde, “ngeblog untuk ibadah”. Ya, itu pulalah yg selalu saya jadikan motivasi..

    Sukses selalu, Pakde..
    Salam hangat dari Kweni

    Biangnya sama yaitu hosting akibat kelalaian saya

  9. […] mengikuti beberapa giveaway yaitu Piknik Itu Penting yang diselenggarakan oleh Jeng Arin dan Cerita di Balik Blog yang digelar oleh Jeng […]

  10. inna riana says:

    wah….pake kekepan ya pakde *catet*

    hahahahaha…mudah diingat ya Jeng

  11. saya terjun di blog juga karena lomba blog 😀

    Jos kan

  12. Ini dia blogger senior favorit, yaahh…meskipun hostingnya kecantol2 gituh 😉
    Pakdhe memang tangguh ngeblognya…layak diteladani nih.

    Lha itu dia, ribuan artikel lenyap. Untung sudah sebagian besar sudah saya bukukan Jeng.
    Matur nuwun kunjungannya

  13. Salam kenal Pakde,

    Turut kaget membaca yang terjadi dengan blog pakde. Dan semangat Pakde ngeblog dan belajar itu luar biasa banget.
    O iya Pakde, yang menaikkan DA ada tips gak pakde?

    Usia blog juga berpengaruh
    Isi konten terus Mas

  14. Wah Ini tho blogger senior dan populer (pensiunan militer) yang sering dibicarain teman2 blogger.
    Wah juara nih postingannya. Salam kenal dari Jogja Pakdhe 😀

    Alhamdulillah juara 6

Leave a comment