Aklimatisasi Menjelang Ramadhan

Seorang atlit yang akan bertanding di luar kota, daerah, wilayah, atau luar negeri biasanya melakukan aklimatisasi. Tujuannya adalah untuk menyesuaikan diri dengan cuaca, tempat, dan situasi. Atlit Indonesia yang akan berlaga di daerah Eropa yang sedang musim dingin misalnya, perlu datang lebih awal untuk aklimatisasi. Termasuk penyiapan pakaian yang akan digunakan di daerah musim dingin.

Nah, tak berapa lagi bulan Ramadhan yang ditunggu-tunggu kaum muslim akan tiba. Mereka yang sudah memenuhi syarat akan menunaikan ibadah puasa selama sebulan penuh. Untuk menghadapi bulan penuh barokah dan maghfirah tersebut selayaknya kaum muslimin mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Ada yang melakukan aklimatisasi dengan melaksanakan puasa sunnah, membaca kembali syarat, rukun, hal-hal yang membatalkan puasa, dan lain sebagainya.

Untuk urusan perut barangkali tak menjadi masalah. Kaum muslimin bisa menahan dari godaan menyantap makanan dan minuman. Namun ada satu godaan yang perlu diperhatikan dengan baik agar puasa tidak ternoda karenanya. Godaan setan tersebut bernama ghibah atau bergunjing. Masih ada loch di antara kita yang secara sengaja atau tidak melibatkan diri dalam ghibah atau bergunjing.

Masalah ghibah dijelaskan oleh Rasulullah Shalallahi ‘alaihi wa sallam. Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya, “Tahukah kamu, apa itu ghibah?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ghibah adalah kamu membicarakan saudaramu mengenai sesuatu yang tidak ia sukai.” Seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah menurut engkau apabila orang yang saya bicarakan itu memang sesuai dengan yang saya ucapkan?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Apabila benar apa yang kamu bicarakan itu tentang dirinya, maka berarti kamu telah menggibahnya (menggunjingnya). Namun apabila yang kamu bicarakan itu tidak ada padanya, maka berarti kamu telah menfitnahnya (menuduh tanpa bukti).” [HR. Muslim no. 2589]

Kaum muslimin, baik wanita maupun pria, tua maupun muda, bisa terseret kepada ghibah walaupun pada awalnya mereka berbincang-bincang biasa. Itu bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Bukan tidak mungkin ghibah juga dilakukan saat mereka berpuasa. Oleh karena itu menjelang bulan Ramadhan selayaknya kaum muslimin sudah menjauhi kebiasaan ghibah. Bergunjing atau ghibah memang tidak membatalkan puasa namun menodai dan bahkan bisa mengurangi pahala puasa.

“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta, melakukan kedustaan serta berbuat usil, maka Allah Ta’ala tidak butuh ia meninggalkan makannya dan minumnya” (HR. Bukhari)

Nah, untuk apa kita berlapar-lapar dahaga jika tak mendapat pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala? Oleh karena itu ghibah selayaknya dihindari. Akan lebih baik jika pada bulan Ramadhan diisi dengan amal ibadah yang bermanfaat. Allah Subhanahu wa Ta’ala juga sudah memperingatkan hambaNya yang beriman agar menjauhkan diri dari ghibah atau bergunjing. Hal ini sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang. Jangan pula menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hujurat: 12)

Selama menjalankan ibadah puasa sebaiknya memperbanyak dzikir dan doa daripada membicarakan keburukan orang lain. Jika ucapan sahabat, kerabat, tetangga, atau tamu akan mengarah ke ghibah sebaiknya diingatkan: “Hei, ini bulan puasa loch, nggak elok bergunjing.”

Mari kita beraklimatisasi menjelang Ramadhan agar pikiran, ucapan, sikap, dan tingkahlaku kita selaras dan serasi dengan tujuan berpuasa yaitu agar kita bertaqwa. Semoga kita dapat menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan ikhlas dan benar. Amiin.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

15 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Aklimitasi ala aku skrg mulai rajin puasa Senin Jamis.. Tujuannya selain ibadah agar perut kita sudah terbiasa dgn perut kosong.. Pas puasa ramadhan perut kita sdh gak kaget lagi.. Ibadah dapet sehat pun dapet juga..

    Betul sekali
    Jika sudah terbiasa maka puasa hari pertama nggak terlalu letoi hahahaha

  2. Keke Naima says:

    Menahan emosi termasuk ghibah memang paling sulit daripada menahan lapar dan haus, Pakde. Semoga puasa tahun ini kita semua mampu melaksanakannya dengan baik. Aamiin

    Amiin.
    Ghibah bahkan ada yang menikmati ya. Naudzubillahi mindzalik

  3. Syamsiah says:

    Mestinya ada persiapan menjelang puasa. Semacam bakar semangat. Berkumpul di majelis ilmu (agama) & bersilaturahmi dengan orang2 yg baik dalam beragama jadi pilihan saya dalam membakar semangat.

    Salam….

    Benar. Membaca kembali syarat, rukun, dan hal-hal yang berkaitan dengan puasa Ramadhan juga bagus.

  4. Ida Tahmidah says:

    Ga kerasa bentar lagi, kalau Rasulullah dan para sahabat mempersiapkan dari 6 bulan sebelumnya, ga heran kalau target taqwa dapat diraih 🙂

    Iya betul. Kita lebh santai ya hahaha

  5. boyin says:

    wah nemu blog pakde lagi …hebat euy konsisten nulisnya…

    Kalau nggak nulis nanti pikiran malah mengembara ke mana-mana

  6. mkmgr.com says:

    mari beraklimasi dengan memperbaiki diri dan rajin ibadah, hehehe

    Betul. Jangan modalnya itu2 saja

  7. ade anita says:

    iya ya pakde.. harus dikondisikan sedini mungkin di bulan syaban ini untuk menyambut bulan ramadhan nanti… dan ngegosip itu yang paling sulit untuk dihindari.. kepo juga kadang2…

    Yoi, awalnya membahas makanan untuk buka puasa lalu merembet nggosip tentang tetangga yang baru saja beli mobil baru hahahaha

  8. Ira Guslina says:

    Terimakasih tetap mengingatkan Pakde… ndak terasa Ramadhan sudah sangat dekat…

    Mari kita sambut dengan sukacita Jeng

  9. Inayah says:

    Ramadhan sebentar lagi. Semoga kita sampai di sana dan dapat menjalaninya lebih baik dari sebelumnya. Amiin

    Amiin
    Yuk kita sambut dengan gembira

  10. zata says:

    pakde.., adem banget baca postingan ini. Jadi merasa perlu lebih siap lagi nih buat puasa, perlu aklimatisasi juga.

    makasih ya artikelnya…

    Memang sudah harus siap-siap mulai sekarang

  11. Diskartes says:

    Waduh,,pas mau mendekati puasa malah ga senin kamis, malah nimbun lemak ni saya pakde

    Entar under loch

  12. Akhdan Baihaqi says:

    banyaklah tidur tidur siang saat ramadhan, karena tidur itu pahala saat ramadhan. dan bulan ramdhan bulan waktunya berburu pahala

    Mencari nafkah juga pahalanya tinggi

  13. menjaga hati, dan juga mulut, memang bukan perkara mudah ya Pakdhe. Saya berharap Ramadhan tahun ini bisa dijalani dengan baik..

    Amiin, begitulah setan menggoda kita

  14. vanda says:

    Semoga Ramadhan kita tahun ini lebih baik ya Pak Dhe. Kadang kita nggak sadar berghibah, sayang nilai puasa kita cuma mendapat lapar dan haus, harus ada gerakan saling mengingatkan ini pak Dhe jika ada teman yg bergunjing, jangan malah tambah ngepoin dan ngomporin hehe

    Betul, secara tak sadar kita kadang terseret arus ghibah

  15. […] baru atau pengantin lama sebaiknya melakukan aklimatisasi menjelang Ramadan, termasuk mempelajari kembali hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Dengan langkah itu Insya Allah […]

Leave a comment