Luruskan Niat

Mbah Muslim sedang jagongan dengan Kromo Dingklik ketika Cak Muksin datang dengan mata merah. Ini mengagetkan Mbah Muslim.

“Assalamu ‘alaikum, Mbah.”

“Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh. Ada apa kok matamu merah? Habis menangis atau kenapa asap?”

“Mewek, Mbah.Saya merasa malu sekali hari ini.”

“Memangnya ada apa? Belum bisa bayar hutang atau dilabrak suami orang?” Kromo Dingklik yang hobi cletuker langsung ikut nimbrung.

“Bukan, Mbah Kromo. Saya terlambat datang di masjid karena habis menjemput keponakan di stasiun.” Cak Muksin mengemukakan alasannya.

“Ya nggak masalah asal tidak selalu terlambat berangkat ke masjid.”

“Lha itu dia, Mbah. Saya tak bisa menghilangkan rasa malu. Kan semua orang sudah tahu bahwa selama ini saya selalu datang di awal waktu kalau shalat Jum’at atau shalat lima waktu berjamaah.”

“Ooooo seperti itu,” kata Kromo Dingklik menirukan keyword yang selalu diucapkan oleh Emaknya Tatik dalam sinetron Tukang Ojek Pengkolan.

“Iya, Pakde. Saya berjanji tak akan telat lagi deh. Malu sama jamaah yang lain.”

Mbah Muslim manggut-manggut memahami persoalannya.

“Kalau begitu sepertinya niatmu harus diluruskan, Sin.”

“Maksud Mbah Muslim?”

“Keterlambatanmu datang ke masjid menjadikan kamu malu kepada manusia. Kayaknya itu kurang bener deh. Kamu seharusnya lebih malu kepada Allah subhanahu wa Ta’ala. Oleh karena itu perbaiki niatmu. Ibadah hanya karena Allah, bukan karena hal-hal yang lain.”

“Begitu ya, Mbah?”

“Iya donk. Jika kamu ibadah hanya karena ada pamrih lain, bukan mengharap ridho Allah, maka kamu akan ke sana-kemari. Bisa saja di depan orang lain kamu pura-pura puasa padahal di kamarmu ada makanan lengkap.?

“Betul itu. Jangan-jangan kamu selalu datang lebih awal ke masjid karena ingin diambil menantu oleh Haji Sholeh….aduhhh.” Mbah Muslim nyikut perut Kromo Dingklik, sahabatnya.

“Ah, Mbah Kromo bisa saja.”

“Segala amal itu tergantung niatnya, Sin. Oleh karena mari kita meluruskan niat. Ibadah hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bukan hanya ibadah mahdah seperti shalat, puasa, zakat, berhaji saja tetapi juga ibadah-ibadah yang lainnya. Sedekah, infaq, dan melakukan kebaikan-kebaikan yang lain juga harus dilandasi niat yang benar.”

“Inshaa Allah, Mbah.”

.


Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya.Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.”
(HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

4 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Niat harus diluruskan agar tujuannya juga jadi lurus, ya pakde 🙂
    Ceritanya menarik sekali loh ^^

    Benar. Kalau niatnya nggak lurus insha Allah barokah

  2. Nurudin says:

    Maka yang terbaik adalah karena Allah, untuk Allah dan dengan cara yang diridhoi Allah ya, Pak De?

    Betul Mas
    Hindari ngeblog untuk memprovokasi orang melakukan perbuatan negatif

  3. Niat yang bagus akan membuahkan hasil yang bagus pula walaupun terkadan tidak bisa dirasakan secara langsung.

    Betul, jangan sampai kita jadi blogger yang mendapat cap negatif

  4. tary onnie says:

    kalau semua dikerjakan diniatin karena Allah insyaAllah berkah ya pakdhe 🙂

    Insya Allah, dan kita on the right track

Leave a comment