1 Milyar Rupiah Untuk Penimbul Rasa Kebencian

Uang 1 milyar itu banyak. Bayangkan jika uang satu kotak itu hilang percuma gara-gara perbuatan iseng. Iseng? Ya, iseng menyebarkan informasi yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Penyebaran informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan itu termasuk perbuatan yang dilarang sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Pada BAB VII PERBUATAN YANG DILARANG dalam pasal 28 disebutkan:

(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.
(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Nah bagi orang yang melanggar ketentuan tersebut bisa dikenakan sangsi yang diatur dalam BAB XI KETENTUAN PIDANA. Pada pasal 45 ayat (2) disebutkan. “Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) atau ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).”

Dengan adanya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik ini para pengguna internet selayaknya berhati-hati dalam bermain-main di dunia maya. Kata, kalimat, gambar, dan atau artikel yang kita anggap biasa-biasa saja bisa jadi dianggap ‘bukan biasa-biasa saja’ oleh orang lain. Siapa saja bisa tersandung masalah besar ketika perbuatan iseng, gurauan, apalagi perbuatan yang memang disengaja dan serius untuk menimbulkan rasa kebencian digugat oleh pihak lain.

Pengguna internet sebaiknya mempelajari dengan seksama Undang-Undang Republik Indonesia nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ini langkah penting agar kita memahami perbuatan apa saja yang dilarang, ketentuan pidana, upaya penyelesaian sengketa, peran masyarakat, dan lain sebagainya.

Harap diketahui bahwa selain pasal 28 di atas, masih ada perbuatan-perbuatan lain yang dilarang. Silakan membaca pasal 27 sampai pasal 34 Undang-Undang tersebut.

Bukankah lebih bagus jika dunia maya kita manfaatkan untuk menebar kebajikan dan mendorong orang lain untuk melakukan kebaikan-kebaikan.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

8 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. 1 milliar buat beli rumah aja, kerjakeras banting tulang buat ngumpulin 1 milliar

    Betul, bisa untuk umrah atau naik haji sekeluarga

  2. Mechta says:

    Setuju Pakde… Harus hati2 dan benar2 dipikir sblm mengunggah status / foto apapun… Tidak hanya ‘mulutmu harimaumu’ tp bs juga : ‘jarimu harimaumu’
    Salam saking Kutha Batik, Pakde…

    Iya, hati2 memang lebih sip

  3. Bahkan ngebayangin jumlah segitu banyak nggak terbayang, Pakdhe. Tapi kayaknya bakal lebih dari satu kotak deh hihi *kotak apa dulu* 😀

    Hooh, berat mbawanya

  4. Bener pakdhe, sekarang kudu ati2 memang.

    Masuk penjara itu nggak enak

  5. Noted Pakdhe.. Masih suka heran sama mereka yang hobiii menyebar kebencian di internet ;(.. Bukannya menebar manfaat ajaaa..

    Lha itu dia. Presidennya juga suka dihujat je

  6. puputs says:

    kebetulan abis nulis tema yg sama, sebenernya agak ketar ketir juga sie, masak kita harus cek2 tulisan kita tahun2 yg lalu… jangan2 ada yg bisa kena pasal..

    Asal nggak ‘nemen’ sih nggak apa-apa kalee

  7. damarojat says:

    harus nahan jari agar tidak sembarangan ngetik ya Pakde. semoga kreativitas blogger makin menggelora meski dibatasi.

    Nabrak aturan itu sakit

  8. bengkel says:

    statusmu … pencetan jempolmu … harimau mu

    Hooh, harus hati2

Leave a comment