1 Trik Untuk Menghadapi Pendadakan

“Acara selanjutnya adalah sambutan dari perwakilan tamu undangan. Kami mohon Bapak Brigadir Jenderal TNI Abdul Cholik, M.Sc berkenan memberikan sepatah dua patah kata mewakili tamu undangan.” 

Suara lembut pembawa acara yang cantik itu membuat saya tersenyum. Saya tengok shohibul hajat yang duduk di pelaminan. Suami-isteri yang mendampingi pengantin itu kompak mengangguk sambil tersenyum. Saya melangkah menuju podium untuk menjalankan tugas dadakan ini. Saya beruntung karena sudah sering mendengarkan sambutan-sambutan dalam sebuah acara resepsi pernikahan. Saya pun sering berpidato mewakili pihak mempelai perempuan maupun laki-laki. Dalam pendadakan seperti ini waktu saya untuk mempersiapkan diri dimulai sejak nama saya disebut sampai saya tiba di depan mikrofon. Hanya sekian detik, bukan.

Sesuai pelajaran, pidato sebaiknya terdiri dari 3 bagian yaitu pendahuluan, inti, dan penutup. Walaupun pidato hanya 5 menit, kerangka itu tetap berlaku. Sambutan pada acara resepsi umumnya diawali dengan greeting, Bagian inti diisi ucapan selamat, memberikan sedikit pesan untuk kedua mempelai, dan mendoakannya. Pada bagian akhir lazimnya ditutup dengan ucapan terima kasih. Polanya sudah baku dengan modifikasi sana-sini sesuai dengan keadaan yang berlaku serta peran si penyambut. Sambutan selaku wakil mempelai perempuan tentu agak sedikit berbeda dengan sambutan mewakili mempelai laki-laki, bukan.

Dalam kehidupan manusia ada kejadian, peristiwa, atau keadaan yang membuat kita tergagap-gagap menghadapinya. Dari yang sangat serius, serius, agak serus, dan kurang serius. Ditinggal mati oleh orang yang kita cintai adalah pendadakan yang sangat serius. Jika kita kurang pas menghadapinya maka kita bisa kehilangan banyak hal. Kita bisa kehilangan kepercayaan kepada Tuhan dengan menjadikanNya sebagai tersangka. “Tuhan tidak adil!,” kata mereka yang sedang ditimpa musibah.

Ketika seorang remaja sedang berboncengan dengan kekasihnya tiba-tiba dia tersentak. Di depannya terlihat sekelompok polisi lalu lintas sedang melaksanakan Operasi Simpatik. Semua kendaraan bermotor dihentikan dan dilakukan pemeriksaan kelengkapan kendaraan surat-suratnya. Mereka yang merasa terdadak hanya bisa pasrah ketika petugas memberikan surat tilang (tanda bukti pelanggaran lalu lintas) Ada memang 1-2 orang yang mencoba menghindar dengan berbalik atau berbelok arah.

Seorang wanita terpekik melihat serombongan orang sudah berada di halaman rumah. Bukan kaget karena rambutnya sedang penuh rol dan  dasternya sobek memanjang sehingga ketiaknya mengintip. Dia merasa syok karena pada tanggal bangka ini dompetnya mlongo. Jangankan daging dan telur, di kulkas juga hanya ada sebotol air dingin. Rombongan tamu tak diundang itu tersenyum sambil berteriak dengan fasih: “Liiiiin, kami mampir mau minta makan nich. Laper banget habis gowes.” Walaupun Marilin tersenyum tetapi dalam hati dia nggrundel juga.” Busyet, mendadak amat.”

Orang kantoran pun tak luput dari pendadakan. Atasan yang tiba-tiba melakukan pemeriksaan ruangan sambil tanya ini-itu bisa membuat karyawan kelabakan. Saya dulu juga sering mengecek dompet atau saku anggota untuk mengetahui apakah KTP, KTA, SIM, STNKnya ada di situ. Ternyata ada saja anggota yang SIMnya sudah kadaluwarsa.

Hanya ada 1 trik jitu untuk menghadapi pendadakan yaitu ‘persiapan.’ Jika akan bepergian dengan mengendarai sepeda motor ya siapkan kendaraan, perlengkapan, dan surat-suratnya. Dengan cara itu maka kita tak biyayakan atau was-was walau ada seribu polantas di depan kita.

Orangtua yang mempunyai anak usia sekolah atau kuliah tentu wajib menyisihkan sebagian penghasilan untuk keperluan si buah hati. Dana pendidikan ini penting. Jika si anak tiba-tiba minta uang untuk membeli buku anu atau ini setidaknya sudah tersedia.

Setiap selesai cuti lebaran biasanya ada inspeksi mendadak yang dilakukan oleh para atasan. Oleh karena itu karyawan yang mudik ke kampung sebaiknya sudah siap di rumah kembali minimal H-1 masuk kantor. Dengan demikian maka dia sudah bisa masuk kerja tepat pada waktunya. Kelalaian hadir di kantor tanpa alasan yang bisa dipertanggungjawabkan menyebabkan karyawan terkena sanksi.

Jika sahabat termasuk ‘orang terkenal’ dalam suatu kelompok sebaiknya siap naik panggung untuk memberikan sambutan, joke, atau menyanyi. Paling tidak punya 3 lagu cadangan. Jika lagu A dan B sudah dinyanyikan oleh peserta reuni maka sahabat masih mempunyai 1 lagu cadangan. Kurang elok jika sahabat menyanyikan lagu yang sudah dinyanyikan oleh teman-teman terdahulu.

.

Penyanyi amatir

Dalam acara reuni biasanya ada acara spontanitas dari peserta

.

Persiapan juga diperlukan jika kita akan melakukan perjalanan atau traveling. Agar paspor, KTP, tiket, dan dokumen penting tidak ketinggalan maka sahabat sebaiknya membuat checklist barang yang akan dibawa dalam traveling. Persiapan seperti ini sungguh sangat penting. Apalagi jika sahabat seorang pejabat. Bayangkan jika sahabat ketinggalan tanda pangkat, tanda jabatan, dan atau tongkat komando. Di mana bisa beli barang-barang khusus tersebut jika acaranya di gelar di sebuah kota kecil yang tidak ada toko yang menjual perlengkapan militer?

Persiapan merupakan salah satu trik untuk menghadap pendadakan. Persiapan bukan hanya secara fisik tetapi juga mental. Harap diingat bahwa pendadakan bukan hanya dilakukan oleh manusia. Binatang, cuaca, kejadian, atau peristiwa juga bisa memberikan pendadakan kepada kita. Bukankah Tuhan juga seringkali memberikan pendadakan kepada kita.

Suatu ketika saya harus naik mimbar khatib untuk menyampaikan khutbah Jum’at. Pasalnya tak ada seorangpun yang maju saat khutbah harus dimulai. Kebetulan hari itu juga bukan giliran saya menjadi khatib. Belakangan diketahui bahwa khatib utama dan cadangannya sedang bepergian ke luar desa tanpa memberi tahu takmir masjid. Saya tak mampu membayangkan jika saya tidak maju. Topik khutbah saya tentukan hanya beberapa detik saja. Alhamdulillah lancar.

Pernahkah sahabat terkena pendadakan? Bagaimana cara sahabat menyiasatinya. Silakan di share.




Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

9 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Pakde ini hidupnya tertib sekali ya (Pakdeee gitu loh). Mau tau, kalo sedang kasih sambutan di pernikahan selucu kayak di FB gak ya ?

    Pasti saya kasih sentuhan joke ringan

  2. kakaakin says:

    Saya gak pernah ngalamin pendadakan gitu, Pakdhe. Maklum, saya bukan orang populer 🙂

  3. Inayah says:

    Ujian mendadak..kuis mendadak..audit mendadak..customer menta data mendadak. Hadehh kalang kabut pokoe

    Hooh, dulu saya juga sering kena pendadakan.

  4. Kalo menghadiri acara yang ada pidato2nya biasanya aku diam2 dah menyiapkan diri sebelumnya..siapa tahu ditodong pidato.. kalo gak siap biasanya kita akan nolak2 dan kalaupun bersedia kita agak celingukan di podium, hehe..

    Betul sekali Bu.
    Daripada malu lebih baik GR dengan menyiapkan diri

  5. Palo ditodong secara mendadak kadang bikin kesel lho.. Pernah suatu hari aku ditodong jadi MC acara di kantor.. Saat itu ada seremonial acara yang lumayan besar.. MC yang ditunjuk sebelumnya tiba2 sakit perut mendadak..haha.. Jadilah aku akhirnya yang ditodong menggantikan bneliau.. hadehh..

    Makanya harus ada cadangan untuk pemeran2 penting.

  6. hidup mulia says:

    Pak de, ini terkadang bisa dilakukan tanpa disengaja, bahkan bisa lupa juga untuk diterapkan di dalam kehidupan… komplit deh disini pak de, makasih tipsnya!

  7. Eko Nurhuda says:

    Waktu ngajak mertua mudik ke Jambi, sudah sejak jauh-jauh hari wanti-wanti agar beliau menyiapkan dan membawa KTP saat berangkat. Nanti di bandara pasti dimintai KTP saat check in. Eh, lha kok mertua lupa saking banyaknya urusan. Merasa bawa KTP, pas di depan loket maskapai jebul yang dibawa kartu apa gitu. Lupa saya, tapi warna kuning.

    Sempat panik. Masa iya batal ke Jambi cuma gegara ini? Rugi jutaan donk tiket hangus, belum lagi kekecewaan anak-anak. Tapi masa mertua ditinggal di bandara?

    Ya akhirnya sepik-sepik, dan untunglah sama petugasnya boleh masuk karena di kartu itu ada namanya dan itu termasuk kartu resmi keluaran negara. Entah lupa kartu apa ya? Warna kuning-kuning gitu.

  8. Mechta says:

    Setuju Pakde…persiapan itu no 1.. Nah, klo tiba2 terkena pendadakan, improvisasi kadang2 jd jurus ampuh..hehe..

  9. Alvian says:

    Salut deh sama pakdhe, kayaknya mental dan fisiknya sudah selalu siap dengan pendadakan.

Leave a comment