Reuni Temu Wajah Temu Hati

Terus terang, terang terus, saya kok amat jarang yang mengikuti acara reuni sekolah. Maaf, bukannya saya kuper, bukannya saya sok jaim, bukannya saya nggak gaul, tapi memang situasinya kurang mendukung. Lokasi alumnus yang tersebar dan belum canggihnya komunikasi menyebabkan kami sulit untuk kontak. Apalagi data alumnus juga belum rapi dan tak ada yang rajin mengupdatenya.

 

Jualan foto

 

Reuni Sekolah Rakyat, belum pernah dilaksanakan hingga sekarang. Teman-teman se angkatan pada umumnya masih nglumpuk di desa sehingga hampir setiap hari bisa bertemu. Selain itu sepertinya tidak ada penggerak atau pemrakarsanya. Belum lagi, teman-teman pada malu-malu kucing kalau diajak ngumpul secara resmi. Mudah-mudahan suatu saat saya bisa mengumpulkan mereka untuk ngobrol sinambi makan-minum.

Kumpul bareng teman SMP dalam jumlah besar baru 2-3 kali saya hadiri. Itupun setelah saya sudah agak tua. Maklum, 4 tahun setelah saya lulus SMP saya sudah harus masuk kampus Akabri Darat untuk mengikuti pendidikan di Lembah Tidar itu selama 4 tahun. Dilanjutkan masuk ksatrian Pusdikpom, Cimahi untuk mengikuti Kursus Dasar Kecabangan Perwira Polisi Militer. Tak ada informasi apakah selama itu ada reuni SMP atau tidak.

Dinas saya di Balikpapan selama 10 tahun, dilanjutkan menjadi guru militer di Cimahi dan kepindahan saya ke Palembang menjadikan saya tak bisa ikut reuni. Nah, setelah saya menjabat Komandan Polisi Militer di Jawa Timur barulah saya mengikuti acara reuni alumnus SMP Negeri I Jombang yang digelar di Surabaya. Kala itu pangkat saya sudah Kolonel. Tuh kan, kami sudah agak tua, apalagi para gurunya. Reuninya dalam jumlah besar terdiri dari beberapa angkatan. Tentu saja ada senior, teman sekelas, dan yunior.

Saat di Surabaya itu pula saya mengundang teman-teman SMP I yang pernah sekelas dengan saya. Kami makan-makan dan ngobrol di sebuah rumah makan di Jombang. Lalu saya menawarkan untuk mengadakan reuni mini. Pesertanya ya hanya teman-teman satu angkatan saja (angkatan lulusan 1967) Alhamdulillah, reuni digelar di halaman rumah saya di Jombang. Para guru yang pernah mengajar kami undang. Acaranya sederhana, terdiri dari sambutan-sambutan, tausiah dari mantan guru agama, makan bersama, dan acara hiburan. Saat itu belum dikenal istilah goody bag. Namun kami sempat memberikan cinderamata sederhana kepada para guru kami tercinta.

Acara reuni pada hakekatnya adalah mempertemukan wajah dan hati. Setelah sekian tahun tidak bertemu menjadikan kami agak terkaget-kaget. Tentu tampilan fisik kami memang agak berbeda antara saat masih duduk di bangku SMP dengan tampilan setelah kami sudah agak tua. Ada yang rambutnya banyak berkurang (botak), beruban, wajah yang sudah tampak garis ketuaan, body yang bohay. Jangankan mengingat nama, mengingat wajah saja kadang kurang bisa hahahaha. Beruntung saya masih mengingat teman-teman yang klasifikasinya ‘agak populer’ karena pernah dekat (sssst…..jangan bilang Mbah Uti loh ya)  Ada yang masih tetap menarik dan ada pula yang daya tariknya sudah agak berkurang hahahaha.

Reuni untuk teman-teman semasa sekolah STM Negeri I Surabaya tak pernah ada kabar-beritanya. Saya tidak tahu pasti apakah pernah ada reuni atau tidak. Syamsudin, sahabat saya sejak SMP dan STM yang juga tinggal di Jombang juga tak pernah nyolek atau kabar-kabari tentang adanya reuni STM. Bahkan hingga sekarang saya tak pernah jumpa muka dengan sahabat-sahabat sesama alumnus STM I Surabaya. Satu-satunya sahabat yang pernah bertemu adalah Chandra yang kebetulan juga menjadi perwira lulusan Akabri. Dia taruna Akabri Kepolisian dan saya Akabri Darat. Bertemu pada tahun pertama kami mengikuti pendidikan.

Reuni yang paling sering saya ikuti justeru reuni sesama alumnus Akabri/Akabri Darat. Paguyuban Wirasakti 7174 (demikian kami menyebutnya) secara berkala menyelenggarakan reuni para perwira beserta keluarganya. Tempatnya berpindah-pindah, namun yang paling sering adalah reuni di kampus Akabri Darat, Magelang.

.

Senam kesegaran jasmani

Selalu ada senam pagi

.

Reuni ini diselenggarakan dalam dua kelas. Reuni kelas besar mengikutkan perwira TNI-AD, TNI-AL, TNI-AU dan Polri beserta keluarganya. Sedangkan reuni kelas sedang diselenggarakan oleh dan untuk perwira dari masing-masing angkatan dan Polri. Karena jumlahnya sangat besar maka di antara peserta (termasuk saya) sering sudah lupa wajah dan namanya. Apalagi jika selama mengikuti pendidikan di Akabri kami bukan satu kelas, satu, peleton, satu kompi, atau satu batalyon. Namun demikian, jika pernah bertugas dalam satu kodam atau satu kota kami masih bisa saling ingat-mengingat.

Kelucuan juga sering terjadi. Ketika dari jauh saya melihat laki-laki berjenggot lebat sempat bertanya-tanya siapa gerangan dia. Eh, begitu mendekat ternyata teman sesama corps. Ketika taruna dulu bodinya masih langsing dan penampilannya unyu. Ternyata setelah puluhan tahun tak bertemu mendadak si dia bodinya menjadi makmur dengan kumis tebal melintang. Si ceking itu ternyata sudah berubah menjadi gagah.

.

Makan Bersama Dengan Taruna Akmil

Salah satu mata acara reuni alumnus Akabri ‘Wirasakti 7174’

adalah makan makan siang bersama di ruang makan Akabri Darat

(sekarang Akademi Militer)

Alumnus Akabri 714

Wifie tiada akhir

.

Apapun bentuk, model, dan acaranya, reuni memang sangat bermanfaat. Selain saling kabar-kabari, bernostalgiaria, dan kangen-kangenan, sesungguhnya reuni bermanfaat untuk mengokohkuatkan tali silaturahmi. Tak ada adu gengsi, tak muncul sifat arogansi. Apapun pekerjaan, jabatan, dan pangkat yang pernah kami sandang atau emban tak lagi kami kibar-kibarkan. Saling ledek, hormat, dan menghargai lebur menjadi satu dalam kehangatan persahabatan dan persaudaraan.

.

Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.

[Muttafaqun ‘alaihi]

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

5 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Mau dong ikutan wifi tiada akhir. ^^

    Harus tolak pinggang

  2. Reuni memang selalu membawa keseruan tersendiri ya Pakdhe 🙂

    Kadang lupa nama dan lupa wajah setelah sekian tahun nggak bertemu

  3. Wah kalo bapak2 Akabri welfie, posenya tetap siaga meski santai ya.

    Pakdhe, saya pernah ngikuti latsarmil, dan sangat menikmatinya. Termasuk saat satu peleton kena hukuman, meski yg salah cuma 2 orang. Jadi kangen suasana Rinifdam Diponegoro di Magelang 🙂

    Tolak pinggang tiada akhir hahahaha

  4. @kakdidik13 says:

    Reuni itu seru banget, sayang u tuk dilewatkan. Namun, terkadang dalam diri ini kalau ada yang janggal ya terpaksa malas menghadirinya Pak Dhe #eh malah curhat hehe

    Yang janggal ditinggalkan
    Ambil manfaatnya

  5. Reuni memang menyenangkan ya Pak dhe, untuk ajang silaturahmi, akan meluaskan rezeki dan memanjangkan usia

    Betul sekali
    Selain itu juga sebagai selingan dari kegiatan rutin

Leave a comment