Anak Sebagai Hiasan Hidup dan Penolong Orangtua

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (Qs. Ali Imron: 14)

Setelah sepasang laki-laki dan perempuan menikah pada umumnya mereka mendambakan kehadiran seorang anak. Rasanya kehidupan rumah tangga menjadi kurang lengkap jika mereka belum dikaruniai momongan. Bahkan ketika anak yang didambakan tak kunjung hadir ada pasangan suami isteri yang mengangkat atau mengadopsi seorang anak. “Untuk pancingan, semoga segera hadir anak-anak kami,” demikian salah satu alasannya.

Sesuai firman Allah Subhanahu wa Ta’ala di atas, anak adalah salah satu hiasan hidup dan termasuk kesenangan dunia. Hati suami-isteri dan keluarga yang lain sangat bahagia ketika mengetahui bahwa isterinya sedang hamil. Kegembiraan dan kebahagian semakin bertambah setelah bayi yang ditunggu-tunggu itu lahir dengan selamat dan sehat. Ketika si jabang bayi itu menangis keras-keras ayah, ibu, dan kerabatnya bahkan tertawa gelak-gelak menyambut kehadirannya.

Babak baru dalam rumah tangga pun terjadi. Acara syukuran di gelar untuk mangayubagyo kehadiran si buah hati. Orangtua memberikan nama yang baik kepada si baby. “Nama adalah doa dan harapan,” begitu katanya. Acara ini bertingkat dan berlanjut terus. Ada acara aqiqah, syukuran pertambahan umur atau syukuran ulang tahun, dan lain sebagainya.

Orangtua mulai mengusahakan agar anak bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Pemberian ASI oleh sang ibu, dilanjutkan dengan pemenuhan makanan bergizi dan nutrisi, imunisasi, dan lain-lainnya.




Ketika tiba masanya anak harus mengikuti pendidikan formal atau non formal orangtua juga bekerja keras agar si buah hati mendapatkan pendidikan yang baik. Mereka rela berhemat demi menyiapkan dana yang cukup untuk keperluan sekolah anaknya. Ada yang menyekolahkan anaknya di sekolah umum, ada yang mengirimkan anaknya ke pondok pesantren, dan ada pula yang menyelenggarakan home schooling. Prinsipnya sih sama yaitu membekali anaknya dengan pendidikan yang memadai demi masa depan mereka.

Lalu lingkungan ikut mempengaruhi kehidupan anak. Segala yang terjadi di luar rumah berpengaruh terhadap pikiran, ucapan, sikap, dan tingkahlaku anak. Termasuk di dalamnya dunia internet dan gadget. Tak heran jika kondisi setiap anak berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Di sinilah peran orangtua, guru, dan pemerintah harus lebih ditingkatkan agar pengaruh negatif dari lingkungan luar rumah dapat dicegah atau minimal dikurangi.

Kejahatan Terhadap Anak

Dewasa ini kita dikejutkan dengan maraknya berita tentang kejahatan terhadap anak. Bentuknya beraneka ragam. Ada pencabulan, penganiayaan, penculikan, dan bahkan kasus pembunuhan. Sasarannya dari bayi sampai anak-anak usia sekolah. Pelakunya bukan penjahat asli tetapi juga melibatkan teman sekolah, preman, ibu tiri, pembantu rumah tangga, dan lain-lainnya. Yang terakhir bahkan lebih mengerikan yaitu kasus vaksin palsu.

Pemerintah sendiri bukannya tinggal diam. Dalam kabinet telah ada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Di luar pemerintah juga telah ada Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Maraknya kejahatan terhadap anak juga ditanggapi dengan serius oleh Presiden Jokowi. Beliau telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang RI No.1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU No.23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Selain itu, aparat kepolisian juga telah melakukan langkah-langkah pencegahan dan penindakan.

Harapan di Hari Anak Nasional

Hari Anak Nasional tahun 2016 puncaknya akan diselenggarakan pada tanggal 23 Juli 2016 di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)

Pada kesempatan tersebut para orangtua jangan hanya sekedar mengucapkan Selamat Hari Anak Nasional. Bapak dan ibu sebaiknya juga memanfaatkan momen ini untuk melakukan evaluasi diri apa yang sudah mereka lakukan agar anaknya sehat, smart, dan memiliki keshalihan individual maupun sosial. Ini bukan sekedar mencegah anak-anaknya tidak menjadi korban kejahatan tetapi juga mencegah agar anak-anaknya tidak melakukan kegiatan negatif. Kegiatan yang sudah baik diteruskan sedangkan yang belum maksimal seyogyanya ditingkatkan.

Pemerintah tentu juga bukan hanya menyelenggarakan acara seremonial belaka. Para orangtua berharap agar pemerintah dibantu seluruh aparat pemerintah dan anggota masyarakat lebih meningkatkan kinerjanya guna menjamin bahwa anak-anak mendapatkan :

1. Asupan makanan yang bergizi.

2. Pelayanan kesehatan yang murah dan bagus.

3. Waktu dan tempat bermain yang cukup.

4. Pendidikan yang murah dan baik, dan

5. Keamanan yang memadai guna melindungi anak-anak dari segala macam gangguan, utamanya kejahatan kekerasan.

Anak penolong bagi orangtua. Hal ini sesuai hadits yang artinya: “Apabila seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga hal : shadaqah jariyyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shaalih yang mendoakannya” [HR. Muslim, dan lain-lainnya]

Artikel ini diikutsertakan dalam acara Challenge One day One Post yang digelar oleh Fun Blogging Group

[23 Juli 2016]




Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

10 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Jiah says:

    Selamat Hari Anak, Dhe

    Kita tetap anak2 di mata orangtua meski sdh dewasa. Anak yg soleh jg bs menolong orangtua

    Iya, mari kita berdoa untuk orangtua yang sudah begitu banyak jasanya

  2. zata ligouw says:

    Setuju banget bahwa pemerintah harus menjamin anak2 Indonesia untuk mendapatkan asupan makanan bergizi serta pelayanan kesehatan serta pendidikan yang layak pakde…

    Semoga perhatian pemerintah kepada anak-anak semakin meningkat

  3. Susindra says:

    Anak itu hiasan orang tuanya, mereka pelipur lara, obat lelah dan cermin (muhasabah) orang tuanya. Dan di saat usia semakin renta dan tubuh semakin tak berdaya, anaklah penolong kita. Apalagi saat kita sudah terlepas dari dunia, doa mereka menjadi payung kita. Selamat hari Anak Nasional!!!

  4. Susindra says:

    Anak itu hiasan orang tuanya, mereka pelipur lara, obat lelah dan cermin (muhasabah) orang tuanya. Dan di saat usia semakin renta dan tubuh semakin tak berdaya, anaklah penolong kita. Apalagi saat kita sudah terlepas dari dunia, doa mereka menjadi payung kita. Selamat hari Anak Nasional!!!

  5. Susindra says:

    Anak itu hiasan orang tuanya, mereka pelipur lara, obat lelah dan cermin (muhasabah) orang tuanya. Dan di saat usia semakin renta dan tubuh semakin tak berdaya, anaklah penolong kita. Apalagi saat kita sudah terlepas dari dunia, doa mereka menjadi payung kita. Selamat hari Anak Nasional!!!

  6. Hak dan kewajiban anak harus diperhatikan ya Pakde…. Jangan sampai menelantarkan mereka

    Betul, mereka aset bangsa

  7. Anak memang bisa menjadi hiasan dan penolong orang tua, makanya butuh asupan gizi lahir dan batin ya, Pakdhe

    Juga perlindungan yang memadai dari segala gangguan

  8. prih says:

    Selamat berhari Minggu Pakdhe. Bersyukur menikmati didikan selaku anak dan menerima amanah mendidik anak ya Pakdhe. Bahagia menikmati postingan anak, hiasan hidup dan penolong orang tua.
    Salam hangat katur keluarga.

    Minggu baru datang dari Jakarta langsung tancap nulis

  9. aku ngeri pakdhe kalau liat berita kejahatan terhadap anak saat ini. semoga pemerintah menjamin anak-anak generasi bangsa indonesia ini aman dan sehat

  10. Eko Nurhuda says:

    Boro-boro mengharap pemerintah ngurusin kecukupan gizi anak-anak, Pakde. Pada akhirnya, kita cuma numpang hidup saja di negara ini. Tanpa campur tangan pemerintah sama sekali. Mereka bangun jalan, tapi bukan karena ingin melayani masyarakat. Entahlah, saya termasuk orang yang pesimis sama pemerintah dan politikus.

    Saya sih mendukung upaya pemerintah

Leave a comment