Cerdas Dalam Berkomunitas

This world of ours… must avoid becoming a community of dreadful fear and hate, and be, instead, a proud confederation of mutual trust and respect.

Dwight D. Eisenhower

.

Manusia adalah makhluk sosial. Tak heran makhluk ciptaan Tuhan ini suka banget bergaul dengan manusia yang lainnya. Yup, sehebat apapun, setiap manusia tak akan bisa hidup sendirian. Dia pasti memerlukan bantuan dari orang lain. Jenderal atau marsekal sekalipun membutuhkan uluran tangan kopral.

Dari kumpulan beberapa orang maka terbentuklah sebuah komunitas. Mereka bisa bergabung dalam ikatan tempat tinggal, kesukuan, hobi, kepentingan, pekerjaan, dan lain sebagainya. Sebagai contoh, beberapa blogger membentuk sebuah komunitas sesuai topik, asal daerah atau kota, website, profesi, dan lain sebagainya.

Saya pun ikut bergabung dalam beberapa komunitas. Ketika tinggal di Balikpapan saya dan para perantau asal Jombang membentuk perkumpulan Kelabang singkatan dari Keluarga Arek Jombang. Saat dinas di kota Palembang ikut Keluarga Besar Jawa Timur. Bahkan di Surabaya saya ikut arisan orang-orang yang pernah bekerja di Palembang. Tentu saya juga menjadi anggota Grup alumni Akabri Darat 7174.

Sebagai seorang blogger saya juga membuat grup di Facebook yaitu Grup BlogCamp. Sebaliknya saya juga ikut nggrombol di beberapa grup misalnya Warung Blogger, Grup BlogDetik, Blogger Indonesia, Blogger Top, Blogger Kekinian, Fun Blogging, dan masih banyak lagi.




Agar kita dapat mengambil sebesar-besar manfaat dalam komunitas maka kita harus cerdas. Bukan hanya cerdas dalam ilmu pengetahuan tetapi juga cerdas dalam bertutur kata, bersikap, dan bertingkah laku. Komunitas yang baik tentu mengedepankan dan menjunjung tinggi nilai-nilai persahabatan. Maklum dalam sebuah komunitas anggotanya bersifat heterogen. Walaupun sama-sama warganegara Indonesia tetapi suku, agama, adat-istiadat, budaya, dan kebiasaannya berbeda-beda. Kebhinekaan inilah yang harus difahami bersama.

.

Kopdar Blogger Nusantara

Bersahabat tanpa sekat

.

Seberapa pentingkah komunitas bagi individu anggotanya? Berikut beberapa di antaranya.

1. Saling mengenal satu sama lain yang kemudian meningkatkan tali silaturahmi.

2. Sharing informasi, ilmu pengetahuan, dan pengalaman. Bentuknya bisa berdiskusi, sharing url artikel, menulis status di Facebook, atau ngetwit di Twitter, dan lain-lainnya.

3. Khusus komunitas blogger bisa saling mengunjungi dan menulis komentar atas artikel yang diterbitkan blogger lain.

4. Keakraban di dunia maya bisa dilanjutkan acara tatap muka dalam bentuk kopi darat atau kopdar. Acara ini bisa bersifat individual atau dalam hubungan yang lebih besar.

5. Saling membantu dalam mengatasi kesulitan. Bantuan tak harus selalu berupa uang atau barang. Nasihat, saran, masukan, dan kritik Β yang membangun juga termasuk di dalamnya.

6. Saling mendukung dan mengingatkan dalam hal kebaikan.

7. Menyelenggarakan kegiatan bersama, dari dan untuk blogger. Salah satu contohnya adalah penyelenggaraan acara pemilihan Srikandi Blogger.

Sebuah komunitas akan berkembang dengan baik manakala setiap anggotanya menumbuhsuburkan sikap saling mengerti, menghormati, menghargai, dan mempercayai. Ucapan, sikap, dan tingkah laku yang bisa menimbulkan kebencian, permusuhan, pertikaian, dan perpecahan selayaknya dibuang jauh-jauh. Untuk itulah sebuah komunitas perlu adanya pimpinan dan admin yang kredibel, kapabel, akseptabel, dan mampu membina grupnya dengan baik.

Sebuah komunitas yang bagus tak perlu harus kaku dan kering. Sentuhan joke ringan dalam diskusi dan tegur-sapa bisa membuat setiap orang akan merasa gayeng. Persahabatan yang hangat terus dipelihara. Untuk itulah setiap individu selayaknya meninggalkan label kedudukan, jabatan, dan pangkat resmi yang disandang di kantor atau instansinya. Jika ada anggota komunitas yang tetap bergaya seperti Direktur Jenderal, Panglima Divisi, atau Ketua DPP ini-itu maka lambat laun dia akan dijauhi oleh anggota komunitasnya.

Isu SARA dan SARU yang disampaikan secara kasar-vulgar juga selayaknya dihindari. Bagaimanapun juga keakraban jangan sampai meninggalkan sopan santun dan tatakrama yang berlaku dalam masyarakat Indonesia. Sekali lagi, cerdas dalam berkomunitas itu perlu.

Berapa jumlah grup blogger yang sahabat ikuti?

Artikel ini diikutsertakan dalam acara Challenge One day One Post yang digelar oleh Fun Blogging Group

[26 Juli 2016]




Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

13 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Riski Ringan says:

    Hehehe… nama komunitas perantaunya bikin merinding.. *kelabang*
    Iya bener banget apa yang disampaikan oleh PakDhe, walaupun kenyataannya sangat jarang komunitas yg mendekati sempurna seperti itu.. πŸ™‚
    Sangat jarang itu bukan berarti tidak ada lho ya.. πŸ™‚

  2. pakdhe masih semangat berkomunitas ya, aku kalah nih semangatnya sama pakdhe hehehe
    bener pakdhe, kalau berkomunitas itu gak hanya di dunia maya, sesekali kopdar siapa tau jodoh, siapa tau ditawari jod #eaaa

  3. Satu…dua…tiga…satu…dua…tiga.
    Kayaknya cuma 3 grup blogger yg sudah di-acc deh. Grup lain yg cuma numpang setor blog link gitu. Ihihiii…
    Dianggap anggota juga nggak ya, Pakde?

  4. Catcilku says:

    Ikut juga saya pakdhe dalam komunitas, tapi jarang ikut ketemuan, kalaupun ikut suka mojok dipinggiran :))

  5. Saya pemalu, Pakdhe, kalau mau ikutan grup blogger gitu udah lingsem duluan πŸ˜‰

  6. Noe says:

    Aku bisa merasakan bedanya antara ngeblog tanpa berkomunitas, dengan ngeblog dan ikut gabung banyaj komunitas. Lebih bersemangat!

  7. Indah Nuria says:

    Buatku, komunitas pun sangat penting pakdhe.. Tempat menimba ilmu, menempa kecersasan sosial.. Plus ibadaaah πŸ™‚
    Iya, makin banyak teman makin oke

  8. Inayah says:

    Kalau ga berkomunitas kuper ah…peluang kan masuknya lewat silaturahim

    Iya, nggak asyik kalau ngeblog nggak punya komunitas

  9. Eko Nurhuda says:

    Walah, nama komunitas orang Jombang di sana kok keren gitu: Kelabang. Terus lambange Scorcpion atau Tarantula gitu ya, Pakde? Saya sendiri baru akhir-akhir ini rajin berkomunitas, dan terasa sekali manfaat positifnya. Alhamdulillah, kenal sama Pakde juga berkat komunitas ya. Meski bukan berbentuk komunitas resmi, tapi sesama blogger gitu. Hehehe, maksa.

    Komunitas membuat kita banyak teman

  10. vizon says:

    Kalau komunitas blogger, saya lebih seringnya di Warung Blogger aja, Pakde. Kalau di blogger Jogja, saya hanya pasif. Setuju dengan Pakde, bahwa dalam sebuah komunitas kuta harus bisa saling menghargai, agar perkumpulan tersebut bisa solid..

    Betul sekali
    Kalau nggak saling menghargai dan menghormati malah bertengkar mulu

  11. Nchie Hanie says:

    aahh selalu suka istilah pakde “bersahabat tanpa sekat”.

    Makasih pakde atas persahabatannya selama ini. Aku suka berkomunitas, menambah wawasan dan belajar dari mereka

    Betul sekali
    Nggak punya sahabatn itu sakit

  12. Tikha says:

    Saya baru sekali ikutan acara yang dibuat oleh komunitas. Sisanya kami lebih banyak ngobrol di grup chat. Seru ikut komunitas.

    Banyak manfaat di komunitas

  13. setumpuk says:

    baru tau nih, bolehlah nanti dicoba

Leave a comment