Mantan STM Jadi CPM

Didorong keinginan luhur agar saya kelak menjadi insinyur maka setelah lulus dari SMP saya mendaftarkan diri masuk STM (Sekolah Teknologi Menengah) di Surabaya. Saya harus meninggalkan kampung halaman di Jombang dan menetap di Surabaya. Semula saya ingin masuk asrama yang disiapkan oleh sekolah tetapi Emak mengharuskan saya kos di rumah kerabat. Saya manut saja.

Setelah beberapa bulan saya menjadi siswa STM barulah saya merasa bahwa sekolah ini bukan bidang yang pas untuk saya. Dari puluhan mata pelajaran ternyata hanya ada beberapa mata pelajaran yang bersifat hafalan. Sisanya adalah mata pelajaran yang ada unsur hitung-menghitung alias ada matematika. Matek saya, matematika itu semakin lama serasa semakin mencekik leher saya. Bidang ini memang kurang saya sukai, alhasil cukup menyulitkan saya.

Namun akhirnya saya lulus juga dari STM dengan nilai yang tidak terlalu jelek. Setelah lulus dari STM apakah saya melanjutkan ke perguruan tinggi dengan mengambil jurusan tehnik? Ternyata tidak sodara-sodara. Saya jera dengan mata pelajaran matematika. Oleh karena itu saya memutuskan tidak melanjutkan kuliah di perguruan tinggi tetapi mendaftarkan diri untuk masuk Akabri Darat. Alhamdulillah saya lulus dan mengikuti pendidikan di Lembah Tidar Magelang selama 4 tahun. Ternyata di Akabri Darat juga masih bertemu dengan matematika namun jumlahnya tidak terlalu banyak.

Lulus dari Akabri Darat saya terpilih masuk dalam kecabangan Polisi Militer. Dengan demikian maka sebutan untuk kepangkatan saya setelah lulus dari Akabri Darat adalah Letnan Dua Corps Polisi Militer (Letda Cpm) Lha, opo tumon mantan siswa STM kok masuk CPM. Apakah ilmu yang saya dapatkan dari STM ada manfaatnya setelah menjadi perwira CPM? Tentu saja ada, tak ada ilmu yang tidak bermanfaat. Hanya saja kurang link and match.




Tujuan sekolah kejuruan pada hahekatnya untuk mendapatkan seorang lulusan yang telah memiliki skill atau keahlian tertentu. Diharapkan tamatan sekolah kejuruan bisa langsung bekerja. Atau melanjutkan sekolah ke jenjang yang tinggi pada jurusan yang senada-seirama. Jika seseorang mengikuti pendidikan pada sekolah kejuruan perhotelan misalnya maka diharapkan setelah lulus dia sudah bisa bekerja di sebuah hotel sesuai dengan apa yang pernah dipelajarinya. Demikian pula jika di lulusan STM jurusan mesin maka dia bisa bekerja di perusahaan otomotif dan sejenisnya yang terkaitan dengan permesinan.

Apakah di kalangan militer juga ada sekolah kejuruan? Ada donk. Misalnya di lingkungan Corps Polisi Militer ada sekolah kejuruan untuk Bintara Penyidik, Bintara Pemeliharaan Ketertiban, dan lain sebagainya. Demikian pula untuk tingkat perwira. Manfaat dari sekolah kejuruan ini adalah untuk menyiapkan bintara dan perwira dalam tugas dan jabatan sesuai sekolah kejuruan yang pernah dijalaninya.

Artikel ini diikutsertakan dalam acara Challenge One day One Post yang digelar oleh Fun Blogging Group

[15 Juli 2016]




Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

1 Comment

Skip to Comment Form ↓
  1. Anak pertama saya tahun ini juga masuk SMK Farmasi, Dhe. Sesuai dengan keinginannya 🙂

    Sip, bisa langsung kerja

Leave a comment