Meja Kerjaku Dari Masa ke Masa

Meja kerja Dirkersin Kemhan RI

Meja kerja kantor Dirkersin Kemenhan

.

Meja kerjaku dari masa ke masa berubah bentuk, bahan, dan ukurannya. Semakin tinggi jabatan yang saya sandang maka ukurannya semakin besar dan tentunya harganya juga semakin mahal.

Pada gambar di atas terlihat bentuk dan ukuran meja kerjaku di kantor Kementerian Pertahahan RI. Di sisi depan kanan dan kiri meja kerja terdapat sang Merah Putih dan bendera Pati (Perwira Tinggi) Saat itu saya menjabat Diretur Kerjasama Internasional (Dirkersin)

Hampir setiap hari beberapa tumpuk map diletakkan di atas meja oleh Pak Slamet, Staf Pibadi (Spri) saya. Ada surat masuk dari bagian lain dalam lingkungan Kemenhan dan surat dari instansi lain di luar Kemenhan. Surat-surat tersebut harus saya lahap habis lalu saya beri disposisi untuk ditindaklanjuti oleh staf.

Selain surat masuk juga tak sedikit draft surat dari staf untuk saya  paraf atau tandatangani dan selanjutnya dikirim ke bagian lain atau ke instansi di luar Kemenhan. Draft surat yang saya paraf akan diparaf lagi oleh Dirjen jika surat tersebut akan ditandatangani oleh Sekjen atau Menhan. Tak sedikit juga surat ke luar yang cukup ditandatangani oleh Dirjen.

Saya juga dilengkapi dengan komputer dan laptop. Kedua perangkat ini saya gunakan untuk menyusun draft apapun untuk kepentingan dinas. Jika atasan memerlukan country profile maka saya bisa mengunduhnya dari internet. Pesawat telepon juga di letakkan di meja atau dekat meja kerja.

Di meja kerja ini pula saya menikmati snack yang disiapkan oleh staf. Untuk makan siang dan makan malam ada meja khusus di dalam bilik yang terpisah dari ruang kerja.

Jumlah surat masuk dan draft surat keluar jumlahnya cukup banyak. Saya selalu mengusahakan agar surat-surat tersebut segera bersih dari meja kerja. Jika ditunda sehari saja maka esok hari surat akan semakin banyak jumlahnya. Saya ingin begitu masuk kantor meja kerja sudah dalam keadaan rapi, tak ada lagi surat-surat yang tersisa. Dengan cara ini maka setiap saya masuk kantor selalu menghadapi meja yang bersih dan rapi.

Di meja kerja itu pula saya biasa menerima staf yang akan menghadap untuk melaporkan atau minta arahan tentang sesuatu. Sedangkan untuk rapat staf ada ruang khusus yang terpisah dari ruang kerja. Demikian pula jika ada tamu dari luar kantor. Saya menerima mereka di ruang tamu yang letaknya berdekatan dengan ruang kerja.




Meja Kerja Seorang Purnawirawan

Setelah tidak dinas aktif di lingkungan militer saya juga memiliki meja keja di rumah. Apalagi saya seorang blogger, harus memiliki meja kerja untuk mendukung kegiatan ngeblog. Meja kerja di rumah Surabaya berbahan plat sedangkan meja kerja di rumah Jombang saya manfaatkan meja makan yang tidak terpakai.

Selain laptop, di meja kerja rumah juga tersedia printer dan scanner. Walaupun di rumah ada meja makan tetapi saya lebih suka menikmati makan di meja keja. Tak heran jika kadang kala laptop saya kecipratan bumbu pecel atau lodeh kluwih hahaha.

.

Meja kerja

Meja kerja di rumah Jombang adalah ex meja makan

.

Jujur saya katakan bahwa suasana di meja kerja di rumah Jombang dan Surabaya tergolong agak acak-acakan. Maklum tak ada pembantu rumah tangga atau staf yang merapikannya. Jika saya sedang rajin maka meja kerja tampak rapi. Tapi itu tidak berlangsung lama, lalu acak-acakan lagi. Tapi dari meja kerja inilah artikel untuk blog dan naskah buku lahir. Jika kelelahan ngeblog saya bisa ketiduran sambil mimpi enak loch.

.

Mimpi enak

.

Artikel ini diikutsertakan dalam acara Challenge One day One Post yang digelar oleh Fun Blogging Group

[21 Juli 2016]




Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

7 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Pakde masih mending, di rumah ada meja kerja. Lah saya mah ngetik di atas tempat tidur ajah..trus ketiduran deh.
    Btw, meja yang paling atas keren Pakde….dua2nya sih, ya mejanya ya orang yg duduknya.

    Beli meja pendek untuk anak-anak saja kalau ngetik di kasur.
    Matur nuwun

  2. saya kok fokus pada lodeh kluwihnya pakdhe ha ha ha. Dari dua meja itu yang paporit yang mana pakdhe?

  3. Maria Soraya says:

    wah baru tau klo makin tinggi pangkatnya, makin besar meja kerjanya, salam kenal pakde

  4. Inayah says:

    Meja kerjaku juga meja tidur siang hweheheh..posisi tidurnya persis kayak gitu

  5. Agung Rangga says:

    Tos dulu pakdhe, meja kerja saya juga lebih sering berantakan daripada rapinya~
    Tapi ya memang lebih enak kalau dirapikan dulu sih sebelum mulai bekerja.

  6. Meja kerja saya juga sebenarnya meja makan yang di alihfungsikan, lho Dhe. Soalnya lebih besar, jadi lebih nyaman 😀

  7. Catcilku says:

    Wah langsung tidur Pakdhe 🙂

Leave a comment