Primadona Lebaran Itu Bernama Kue Kering

Tradisi saling kunjung kepada kerabat, sahabat, dan tetangga sudah berlangsung lama. Budaya yang apik ini membuat tali silaturahmi sesama anak manusia semakin kokoh-kuat. Apalagi jika masing-masing pihak jarang bertemu karena berbagai alasan. Domisili yang tersebar plus padatnya kegiatan serta biaya yang tak sedikit merupakan beberapa sebab. Nggak apa-apa, yang penting komunikasi tetap jalan dengan memanfaatkan handphone atau media sosial yang ada.

Berkunjung ke rumah kerabat, sahabat, dan tetangga pada hari biasa dengan saat Lebaran ada sedikit perbedaannya. Pada saat Lebaran biasanya kita memakai pakaian yang agak wangi dan coraknya masih terlihat gress hehehehe. Selain itu di rumah yang kita kunjungi juga tersedia aneka makanan dan minuman. Buatan sendiri atau beli kiloan.

Lebaran yang baru lalu saya juga mengunjungi rumah kerabat, sahabat, dan tetangga. Tak ada yang spesial memang. Kue Lebaran yang tergelar di meja umumnya nyaris sama. Kue kering masih menjadi primadona. Jika ada yang beda hanya beberapa saja. Jenang madumongso misalnya, adalah kue tradisional yang masih tetap eksis hingga sekarang.

Bagaimana dengan minumannya? Orang kampung saya sudah kurang suka menyibukkan diri untuk membuat teh atau kopi guna disuguhkan kepada tamu. Mereka, lebih suka membeli air mineral dan minuman lain dalam kemasan.




Hal yang sama juga terjadi di rumah saya. Kue kering juga menjadi primadona. Kami membeli kue kering di kota. Yang membuat sendiri hanya kacang bawang. Isteri membeli kacang yang sudah dikupas kulitnya lalu digoreng. Cukup 2 kg saja. Selain itu saya (benar-benar saya) membeli aneka permen untuk dinikmati anak-anak. Mereka tampaknya lebih tertarik mengambil permen daripada aneka kue kering.

.

Kue Lebaran 2016

.

Selain kue di meja, kami juga menyiapkan hidangan agak berat yaitu bakso dan lontong opor ayam. Kedua jenis makanan ini juga laris manis. Orang dewasa plus anak-anaknya paling suka menikmati bakso. Kami juga tidak membuat bakso sendiri tetapi order dari warung bakso tetangga sendiri. Khusus hidangan kelas berat ini kami dampingi dengan es berat untuk lebih memperberat hahahaha. Dengan hidangan ini maka perjalanan makanan di perut menjadi padat-merayap.

Apakah makanan-makanan yang kami sediakan ludes semua? Untuk bakso dan lontong opor memang habis. Kue kering dan permen masih tersisa hingga sekarang. Nggak apa-apa toh kue kering dan permen tak mudah basi. Jika sahabat mampir ke Jombang ya pasti saya suguhi kue kering dan permen sisa lebaran. Nggak usah khawatir, kami juga siap order bakso lagi wong warungnya mepet kolam renang saya kok.

Berkumpul keluarga, sahabat,dan tetangga memang asyik dan mengasyikkan. Aneka topik pembicaraan disertai gelak tertawa menjadikan acara kunjung-mengunjung menjadi semakin gayeng.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan umur panjang sehingga kita bisa bertemu Ramadhan dan idul Fitri tahun depan dan tahun berikutnya lagi. Amiin ya rabbal ‘alamin.

Artikel ini diikutsertakan dalam acara Challenge One day One Post yang digelar oleh Fun Blogging Group

[13 Juli 2016]




Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

5 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Catcilku says:

    Sama Pakdhe, tahun ini ibu di rumah nyuguhin bakso sebagai menu 🙂

    Iya, kalau kue kayaknya mereka juga sudah agak bosan ya hahahaha

  2. ninda says:

    kalau saya doyan banget kastengel pakdhe 🙂

    Asin2 gurih

  3. Hidangan kelas berat biasanya sih dihabiskan oleh gerombolan si berat ya, Pakde. Hehehe…

    Iya, laris-manis

  4. Fahrizi says:

    kue kering emang enak banget pakde buat disuguhi ketika lebaran… favorit saya kastangel… enak banget deh 🙂

    salam Pakde…

    Saya suka yang manis2

  5. fitri anita says:

    semuanya saya doyan Pakdhe…

    Sama donk

Leave a comment