Teks

Tebu, Riwayatku Dulu

Rumpun tebu

Setiap mendengar kata tebu, melihat rumpun, dan batang tebu saya selalu teringat masa kecil. Apalagi jaman sekarang banyak pedagang di pinggir jalan yang menjual minuman khas air tebu. Para sahabat bisa melihat air tebu yang dijajakan di kawasan Mojokerto dan Jombang. Bahkan di kota Surabaya juga mudah menjumpai minuman khas ini. Terus terang saya belum pernah membelinya.  Artikel selengkapnya

Plong

 “Tidak. Mama tidak suka kamu meneruskan hubunganmu dengan Satria, apalagi sampai ke jenjang pernikahan.”

“Tapi mengapa, Ma?”

“Kalau Mama bilang tidak suka ya tidak suka, titik!”

“Mama egois!”  Laras lari sambil menangis meninggalkan Mamanya dan langsung masuk ke kamar.

“Laras!”  Lasmi mencoba membuka pintu kamar anak semata wayangnya. Tapi pintu sudah terkunci. Iklan dulu

Jangan Mencela Demam

Bahwasanya Rasulullah Shallallahualaihi wasallam menjenguk Ummu as-Saib (atau Ummu al-Musayyib), kemudian beliau bertanya, ‘Apa yang terjadi denganmu wahai Ummu al-Sa’ib (atau wahai Ummu al-Musayyib), kenapa kamu bergetar?’ Dia menjawab, ‘Sakit demam yang tidak ada keberkahan Allah padanya.’ Maka beliau bersabdaJanganlah kamu mencela demam, karena ia menghilangkan dosa anak Adam, sebagaimana alat pemanas besi mampu menghilangkan karat’.“ [HR. Muslim 4/1993, no. 2575]

Readmore »