Teks

Karikatur Saya di Majalah Dinding DSSC India

Topik ke-10 One Day One Post yang dilansir oleh Mbak Ani Berta selaku shohibul ODOP membuat saya klimpungan. Beliau rupanya belum tahu jika pensiunan jenderal awet ngganteng ini jebolan STM jurusan mesin. Murid yang 99 % cowok sangar mana mau mikir yang manis-manis gitu. Kalau mbubut, menggergaji, ngebor, dan pekerjaan kasar sih kami jabani. Ada sih pelajaran menggambar tetapi ya menggambar tehnik yang dimulai dengan hitung-menghitung gitu. Artikel selengkapnya

Hari Libur Enaknya Sarapan Bubur

Saya kenal bubur Manado sekitar tahun 1979-an waktu saya bertugas di Balikpapan. Suatu hari, nggak ada hujan dan nggak ada angin isteri saya membuat sarapan yang lain daripada yang lain. “Hari Minggu sarapannya ganti ya. Jangan nasi goreng saja,” katanya sambil menghidangkan masakan sepanci yang masih ngepul. Melihat makanan yang mirip bubur tapi kok ada sayuran njrawut-njrawut, labu kuning, dan ceker ayam menjongat (duh apa ya menjongat itu) saya nggumun. ” Ini namanya bubur Manado. Uenak untuk sarapan,” jelas isteri saya. Setelah saya cicipi ternyata memang enak tenan. Tapi apa ya nendang sampai siang. “Wah cepat lapar donk kalau sarapan bubur.” Artikel selengkapnya

Kado Istimewa Untuk Blogger Lansia

Pertambahan umur saya masih lama. Secara de jure tanggal kelahiran saya tercatat 23 Agustus 1950. Tanggal ini tercantum di ijazah SD, SMP, STM, dan di dokumen lainnya. Termasuk di KTP tentunya. Sedangkan secara de facto, tanggal dan tahun kelahiran saya termasuk debatable karena masih ada dissenting opinion. Yang pasti saya dilahirkan pada hari Rabu Kliwon. Nenek bilang saya dilahirkan bersamaan dengan pernikahan seorang putri cantik. “Kamu lahir bersamaan dengan pernikahan Ratu Ilmina,” kata beliau. Hwuiiik…Ratu Wilhelmina kaleeee, Mbah. Artikel selengkapnya