Penipuan di Media Sosial:Pengalaman Saya

Friendship is always a sweet responsibility, never an opportunity.

 

Khalil Gibran

Banyak hal yang terjadi di dunia nyata maupun dunia maya. Dua-duanya adalah panggung, aneka manusia bisa memerankan apa saja. Hitam-putih, terang-gelap, baik-buruk, kiri-kanan, dan label lainnya. Saudara atau teman saja bisa memperdaya manusia apalagi orang yang belum kita kenal siapa dia sesungguhnya. Saya pernah menjadi korban penipuan di media sosial loch. Ini dia ceritanya.

Suatu hari di tahun 2015.

Saya sedang berada di Facebook untuk bercengkerama dengan sahabat-sahabat saya. Ketika sedang asyik berbalas komentar tiba-tiba muncul pesan di inbox: “Pakde sedang sibuk?” tanya sahabat yang sudah saya kenal dengan baik.

Saya menjawab: “Tidak, Mbak.” Saya menduga si mbak akan bertanya tentang blogging.

“Kalau ada dan tidak keberatan saya mau pinjam uangnya.” Eh, tumben.

“Berapa, Mbak?”

“Tiga juta saja , besok saya kembalikan. Tolong dikirimkan kepada sahabat saya bernama …. Nomor rekeningnya……”

Saya terdiam sejenak. Ingat status seorang sahabat yang bercerita bahwa dirinya nyaris kena tipu teman baiknya. Instink saya jalan. Saya mencoba menjajaki apakah saya benar- benar sedang chating dengan orang yang saya kenal itu.

“Sebentar ya Mbak. Apakah Mbak pernah kopdar dengan saya?”

“Ya pernah tho Pakde.”

“Mbak ingat judul buku yang pernah saya kasih waktu kopdar?”

“Lho, jadi Pakde nggak percaya sama saya. Ya sudah kalau begitu nggak jadi. Maaf telah merepotkan.”

Sodara, sodara. Saya merasa nggak enak. Wong ada sahabat baik minta tolong kok malah saya lakukan fit and proper test. Walau saya blogger urakan tetapi perasaan saya kan peka, nggak tegaan. Saya berasumsi bahwa jika seorang sahabat sampai meminjam uang kepada saya pasti sedang amat membutuhkan. Oleh karena itu saya berniat membantunya.

“Oke, Mbak saya bantu. Saya tak ke ATM sebentar.”

“Kalau sudah transfer tolong kasih tahu ya Pakde.”

Saya segera menuju ATM dekat rumah dan langsung transfer tiga juta rupiah. Setelah itu saya kembali ke ruang chating untuk mengabarkan bahwa uang sudah saya transfer. Saya attach struk bukti transfer.

“Nanti uangnya saya transfer ke mana, Pakde? Mohon noreknya.”

Saya kasih norek bank lain. Bukan bank rekening bank yang saya pakai transfer tadi.

“Ooo tadi transfernya pakai Bank…ya, Pakde? Kalau bisa saya minta norek bank… itu Pakde karena saya nggak punya norek yang bank satunya itu,”

“Sama saja kok Mbak caranya.”

“Saya minta norek bank itu saja, Pakde.” Lho kok maksa. Saya semakin curiga. Oleh karena itu permintaannya saya tolak.

“Nggak mau!” jawab saya tegas. Saya sudah nggak enak karena merasa bukan chating dengan sahabat baik saya yang sudah saya kenal dan pernah kopdar bersamanya.

“O ya sudah kalau begitu. Terima kasih, Pakde.”

Tak lama usai chating semua conversation di atas lenyap. Tampaknya sudah dihapus.

Saya telah tertipu oleh hacker.

Dua hari setelah itu pemilik akun menulis status: “Alhamdulillah akun sy sudah pulih kembali..”

Betul dugaan saya. Kemarin itu akun Facebooknya di bajak orang lain untuk melakukan kejahatan

Sodara, sodara. Peraaan kasihan, tidak tega , setia kawan, rasa hornat, telah menyebabkan kewaspadaan saya hilang, diikuti uang saya. Semoga sahabat tidak mengalami kejadian serupa.

Kepada sang penipu silakan nikmati uang saya. Jika Anda membaca artikel ini pasti Anda tertawa sambil bilang: ”Emangnya enak ditipu.” Tetapi saya yakin Tuhan sudah punya cara untuk menghandle masalah ini.

Penipuan di media sosial

.

Ditipu memang tidak enak. Ketika kita sedang bersedih karena telah kehilangan sesuatu penipu justeru sedang bergembira sambil tertawa ngakak.

Para sahabat harap waspada agar tidak mengalami peristiwa seperti saya. Hacker telah mempalajari lagak-lagu kita sehingga dia juga ikut-ikutan memanggil saya dengan sebutan ‘Pakde’. Jika ada orang yang minta sesuatu dari kita jangan segan-segan mengecek identitasnya dengan cara yang sip. Maklum penipuan bukan hanya dilakukan secara langsung tetapi sudah memanfaatkan dunia maya.

Ketika berkali-kali foto saya dipakai sebagai profile picture oleh orang lain maka saya buru-buru melaporkan ke admin Facebook agar ditindak lanjuti. Saya juga mengumumkannya di wall agar para sahabat mengetahui bahwa pemilik akun itu bukanlah saya. Ini untuk mencegah agar foto saya tidak di salah gunakan untuk melakukan kejahatan.

Kepada si mbak yang akunnya pernah dibajak oleh orang lain agar mengganti passwordnya secara berkala.

Bagaimana trik sahabat mencegah terjadinya penipuan di media sosial?



Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

21 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Arman says:

    Ya ampun pakde… Nyesek ya kerupuk gitu pakde… Tp ya biar Tuhan yg membalas ya pakde…

    Iyalah, Mas
    Kalau dipikir terus malah kehilangan yang lainnya

  2. Di dunia maya belum pernah, dunia nyata sering kena tipu dhe, ngaku kehabisan bensin ndak bawa uang. Ngakunya ntar mau balik lagi tapi buktinya, bablas. Awalnya kasihan dikasih jaminan ga mau, tapi sekarang harus lebih hati2, meski hanya 8ribu ditinggali HP/STNK terima aja. Dibilang kebangeten babahno 🙂

    Betul, jaminan arloji juga oke.
    Semoga dia masih ingat dan kembali lagi
    Kasihan kalau di akhirat dia digebuki malaikat ya

  3. Aduh tiga juta, angka yg ga sedikit. Saya juga curiga bbrp waktu belakangan ini ada teman yg lama ga kontak, tiba2 colek di FB mau ngutang. Maksa pula

    Perlu checking Jeng

  4. Sri Wahyuni says:

    Saya juga pernah ketipu 2,4 jt di FB Pakdhe….ternyata setelah saya cek itu adalah FB anak SMA yg diambil hacker untuk jualan produk abal2….

    Oalaaah, nasib kita sama ya

  5. duhhh, ngeri juga…. padahal Pakdfe di awal sebetulnya sdh menaruh curiga, pas nanya judul buku…ehh tapi namanya lagi bertakdir apes…harus bgitu jln ceritanya. Insya Allah akan segera diganti uang yg hilang itu

    Iya. Pukulan saya sebenarnya sudah telak tapi dia mengelak dengan ciamik hahahaha

  6. nh18 says:

    Semoga kejadian ini tidak terulang kembali ya Pak De
    dan semoga kita semua terhindar dari penipuan seperti ini …

    Kita harus selalu waspada

    salam saya Pak De

    Amiin
    Perlu cross check dengan cara lain juga

  7. Inayah says:

    Kok ini kayak pernah dipost ya pak Dhe..? Apa cuma perasaanku

    Iya, saya post di Facebook

  8. Kok ini kayak pernah dipost ya pak Dhe..? Apa cuma perasaanku

    Iya, saya post di Facebook

  9. Elang W says:

    Yailah, niat Pakde sudah baik, Insya Allah bakal diganti sama Allah berlipat ganda Pakde.

    Amiin, matur nuwun

  10. Goiq says:

    Saya beberapa kali Pakde hampir mengalaminya. Untungnya saya di telpon atau di hubungi via facebook setelah ramai isu penipuan di social media. Jadi saya tentu lebih waspada. Mudah-mudahan pengalaman Pakde ini akan lebih meningkatkan kewaspadaan saya dan teman-teman blogger lainnya. Amiin

    Kewaspadaan itu penting

  11. Nyesek bacanya Pakde, semoga rejeki yang hilang itu diganti dengan berkali lipat, amin..
    dan untuk penipunya semoga segera kena batunya 🙁

    Amiin, matur nuwun

  12. Diskartes says:

    Saya juga pernah ditipu pakde,, tentang investasi.. Pernah saya ulas di jurus-jitu-menghadapi-jeratan-investasi-bodong

    Menanggapi penipuan media sosial, kalau saya, saya telepon dulu orang yang bersangkutan. Biar nggak tersinggung, pas telepon saya akan bilang:
    “mas/mbak, chat barusan hilang euy..minta no rek nya lagi dong via sms atau wasap.”

    Nah kalo orangnya sungguhan, dia akan kirim sms. Klo FB nya di hack penipu, maka dia nggak akan tahu apa2. Akhirnya kita selamat.. Gitu Pakde..Semoga manfaat ya..

    Iya, saya nggak cross check karena terlalu percaya

  13. Innalillahi… jadi ini cerita lengkap yang waktu itu. Padahal saya mumet cari uang segitu cepat-cepat kok si oknum itu gampang banget nipu yaaa… sedih.

    Lha itu dia
    Cari uang dgn jalan pintas

  14. jayboana says:

    turut berduka pakdhe, semoga bisa jd pelajaran buat kita semua , agar lebih hati2 lagi

    Terima kasih Kang

  15. Liswanti says:

    3 juta pakdhe? Semoga penipu itu sadar dan kembali ke jalan yang benar ya. Dan pakdhe diberikan kelancaran rezeki lainnya.

    Amiin, hatur nuhun

  16. Susindra says:

    Pakde. … padahal insting sudah memberi warning…… @_@

    Lha itu dia
    Instink dikalahkan oleh perasaan

  17. noniq says:

    Aduh, Pakde, ikut sedih dan gemes…
    Biar Tuhan yang balas, ya dan Pakdeh diberi rejeki yang berkali-kali lipat..

    Amiin.Semoga dia disadarkan ya

  18. Iman says:

    Menjadi pengalaman yang bisa mnjd pelajaran bagi kami, mksih pak de…

    Iya Mas
    Sama2

  19. Rahayu says:

    Aduh, sedih bacanya, Pakdhe. semoga Pakdhe mendapat ganti lebih banyak dari Allah.

    Amiin
    Terima kasih

  20. Lilih Prilian AP says:

    Wah, saya jadi ingat kejadian tahun 2007, waktu Bapak-Ibu saya ditipu seseorang yang mengaku datang untuk memberikan hadiah dari salah satu sabun cuci ternama.

    Tetangga saya juga dapat mobil dalam sabun colek
    Sampai Jakarta ternyata nggak ada

  21. adi pradana says:

    Smg pakdhe mendapat ganti yang lebih, kudu waspada terhadap apapun yang ada di dunia internet… banyak jebakan betmen…

Leave a comment