Teks

5 Hal Yang Membuat Blogger Galau

Berikut adalah hal2 yang membuat blogger galau,

1. DA turun
2. Inpois pending *keukeuh
3. (isi sendiri)

Kalimat di atas adalah sebuah status yang ditulis oleh sahabat saya Mbak Rinrin Irma di timeline Facebook tanggal 2 Februari 2017 pukul 10.11pm.

Apa yang dirasakan oleh Mbak Rinrin juga pernah dialami oleh blogger sekelas apapun, termasuk saya sendiri. Manusiawi, bukan.

Ketika masih masa jaya-jayanya saya mengikuti Google Adsense pernah mengalami kegembiraan. Kala itu dalam satu hari blog saya bisa menghasilkan 4$. Itu berarti sebulan kocek akan terisi minimal 120$. Saya meyakini penghasilan itu akan terus meningkat. Namun belum sampai sebulan blog saya berantakan, bak digerogoti rayap, tak bisa diakses lagi alias dibanned. Galau badai, bukan.

Turunnya DA, Alexa traffic rank yang membengkak, invoice yang dipending, hadiah lomba yang tak ada kabar beritanya memang bisa menyebabkan blogger gundah gulana. Maklum hal ini menyangkut urusan kesejahteraan.

.

Penyebab turunnya Domain Authority

DA Neo BlogCamp turun 2 poin dari 34 menjadi 32

.

Kegalauan mungkin juga akan melanda Jeng Rayshow jika ‘sudah merasa artikelnya cihui’ tapi kalah dalam giveaway. Kemenangan yang sudah dibayangkan sirna. Sedu-sedan semakin menjadi-jadi manakala sahabatnya berkata: “Hlah, kok dia yang menang, harusnya kan Mbak Rayshow yang menjadi juaranya. Selain artikelnya runtut, renyah, dan gurih juga dilengkapi dengan infografis, video, dan aneka foto yang menarik.”

Dalam status Mbak Rinrin di atas pembacanya juga diminta untuk mengisi sendiri hal-hal apa saja yang bisa menyebabkan blogger galau. Berikut tambahan dari saya berdasarkan pengalaman saya sendiri.

1. Artikel yang akan diikutsertakan dalam lomba blog sudah tersimpan sebagai draft. Postingan yang oke banget itu direncanakan akan diterbitkan pada hari H jam J-15 menit sebelum deadline. Ketika waktu penerbitan tiba ternyata koneksi internet letoi parah sehingga gagal menerbitkan dan mendaftarkan artikel ngetop tersebut. Ini yang sering saya sebut sebagai ‘seleksi alamiah.’  Kegagalan mendaftar artikel juga bisa terjadi karena blogger lupa, ketiduran, sakit, bepergian, kesibukan di kantor, dan lain sebagainya.

2. Mendapat tawaran job review yang sangat mudah dengan fee yang lumayan asyik. Pesertanya diminta untuk mengisi formulir pendaftaran melalui link yang diberikan. Begitu link dibuka ternyata ada kalimat berbunyi: ‘Maaf quota peserta sudah habis.’ Kejadian ini baru saja saya alami. “Fee 500K amblas akibat telat,” begitu saya tulis di timeline FB saya. Tapi nggak apa-apa. Masih banyak  cara mendapatkan job review.

3. Lomba blog yang mempersyaratkan umur tertentu. Yang pernah saya alami misalnya: “Usia peserta maksimal 50 tahun.” Dengan syarat ini saya jelas tak bisa mengikuti lomba yang hadiahnya menggiurkan itu. Saya mengajukan protes kepada penyelenggara mengapa ada pembatasan usia seperti itu. Padahal saya termasuk nasabah setia dari bank yang menyelenggarakan lomba tersebut. Jawaban panitia berbunyi: “Akan kami koordinasikan,” tak ada tindak lanjutnya.

4. Biaya pengiriman hadiah dibebankan kepada peserta. Ini juga saya alami beberapa waktu yang lalu. Dalam chatting saya sampaikan protes halus: “Jika biaya pengiriman dan asuransi lebih besar nilainya daripada hadiah yang akan saya terima maka hadiah tersebut tidak usah dikirimkan kepada saya.” Agar lebih seru saya tambahi kalimat: “Saya beberapa puluh kali menyelenggarakan lomba blog dan giveaway tetapi saya tak pernah membebankan biaya pengiriman hadiah kepada pemenang.” Kabar terakhir, panitia menyatakan bahwa biaya pengiriman free. Nah, melegakan juga akhirnya. Terima kasih panitia.

5. Membeli domain ex blog syur…syur..syur. Akibatnya saya memutuskan untuk tidak jadi membangun blog dengan nama domain tersebut. Dari segi materi tentu saya rugi karena telah mengeluarkan uang sia-sia. Ini memang kesalahan saya karena tidak melakukan pengecekan dengan seksama saat memilih nama domain. Nggak elok donk jika blog saya masuk kategori tidak sehat.

.Cara mengelola kegalauan dalam ngeblog

Kegalauan harus dikelola agar tak berlarut-larut

.

Itulah beberapa hal yang menyebabkan saya galau. Hal yang sama mungkin juga dialami oleh sahabat blogger lainnya. Namun demikian kegalauan saya hanya sesaat saja. Saya mengelola kegalauan dengan cara sebagai berikut:

1. Menghindari mendaftarkan artikel lomba terlalu mepet dengan DL (deadline) Saya lebih suka bermain aman. Paling lambat pada hari H-1 DL artikel sudah saya daftarkan. Ini juga untuk memberi kesempatan kepada saya meneliti kembali artikel yang sudah saya terbitkan. Mungkin terdapat broken link, lupa memasang link, salah ketik, salah eja, salah data, salah gambar, anchor text yang tidak tepat, dan lain sebagainya.

2. Kalah menang dalam lomba blog atau giveaway saya nggap hal yang biasa. Saya serahkan sepenuhnya keputusan kepada shohibul lomba atau juri. Tak pernah terpikir oleh saya bahwa artikel saya lebih bagus daripada artikel pemenang. Itu hanyalah wasting time, buang-buang waktu.

3. Terhadap syarat dan ketentuan lomba atau GA yang agak ganjil saya berusaha menanyakan dan memberi saran. Misalnya: lomba sudah dimulai tetapi baner lomba belum dicantumkan. Akhirnya pendaftaran artikel tertunda karena menunggu baner lomba.

Saya juga pernah menilai sebuah hastag yang kurang tepat penulisannya. Akibatnya jika hastag itu diklik larinya bukan kepada alamat yang dimaksud. Sebuah hastag sebaiknya ditulis tanpa spasi. Jika diberi spasi maka ketika diklik hanya bagian depannya saja yang kena link sehingga tidak menuju sasaran yang diinginkan. Ini bisa menyebabkan kerugian bagi peserta karena disangka broken link.

.

Cara menjemput rezeki

Jika sudah rezeki kita maka tablet tak akan lari kemana-mana

.

Blogger juga manusia, perasaan galau pasti ada. Jika hadiah atau fee lenyap memang perlu ditanyakan kepada pihak terkait. Jika sudah mentok maka jalan terakhirnya adalah pasrah. Itu belum rezeki kita. Tak ada larangan untuk protes. Tetapi sebaiknya dilakukan dengan cara yang santun. Dengan demikian maka kita akan tetap menjadi Civilized Blogger atau blogger yang berbudaya.

Hal apa saja yang menyebabkan sahabat blogger galau?

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

16 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Rizka says:

    Kalau saya, karena kerjaan kantor lagi banyak atau malas lagi melanda. Jadi gak bisa ngedraft pakde..hehehe..

    Malas memang nggak bisa dipaksa-paksa

  2. Nh18 says:

    Kalau saya
    Blogger akan galau
    Kalau blognya lama tidak terisi.
    Hilang ide atau hilang semangat menulis!

    Salam saya Pak De

    Saya juga kadang nggak enak hati kalau lama nggak update blog Om

  3. oRiN says:

    Haha… mantap. Langsung jadi tulisan di blog yang jauh lebih bermanfaat. Makasih banyak Pakde. Semoga sehat selalu ya ^_^

    Terima kasih idenya hahahaha
    Aamin, Dinda juga semoga adem-ayem dan tetap geulis

  4. Liza says:

    Pakde enak, DAnya turun dikit. Diriku terjun 7 angka dhe. Hihihi. Tapi ga papa. Aku tetap suka ngeblog

    Ya, kalau nggak monetize blog ya nggak usah galau

  5. rosa says:

    ternyata pakdhe juga ngalami galau ya? 😀

    Manusiawi ya

  6. Inayah says:

    tambah nih pak Dhe, blog dikopas

    Betul sekali

  7. Rita dewi says:

    Kebetulan hingga saat ini saya belum pernah galau karena ngeblog hanya untuk have fun saja. Entah nanti kedepannya… karena memiliki blog yg menghasilkan itu mengasyikkan juga ya

    Betul sekali Jeng
    Ada harapan2 yang menyenangkan

  8. Andik Top says:

    Galau kalo udah lamange blog ga tau tujuan e hehe

    Lho

  9. monda says:

    ide mengalir dari status teman…
    sama2 baca status ini tapi kok ya nggak bisa mikir buat jadi artikel ha.. ha… dasar suka telat mikir

    Tingkat keterlatihan kita memang beda
    [sembunyi, takut ditimpuk sandal bu dokter]

  10. abon ikan says:

    Galau itu kalau kita sudah susah2 bikin artikel tapi d copas orang lain

    Betul sekali, sakit

  11. ndop says:

    Barusan ngecek DA ku, ternyata cuma 29 huahahhaa.

    Tapi diriku sudah gak menerima job review lagi pak dhe. Cukup vectoran saja deh penghasilanku. Tapi kalau ajakan piknik sih mau hahaha.

    Piknik memang perlu Mas

  12. Abon Jepang says:

    Haha iya bener-bener.. Stres banget dah

  13. yang bikin galau tu dah banyak buat artikel tapi salah riset keyword… bikin bete dan susah nambah traficnya… hiks hiks

  14. Alvie says:

    Kalau earningnya yang turun mungkin jadi galau tingkat dewa 😀

  15. Alvie says:

    kalau saya sih nggak terlalu mikirin DA, yang penting earningnya hehe…

  16. Anton says:

    1. Yang bikin galau itu kalau sedang semangat buat tulisan dan sudah 1/2 selesai, listrik mati
    2. Yang bikin galau itu, uang di dompet tinggal 2 lembar dan gajian masih dua minggu lagi
    3. Yang bikin galau itu, komputer rusak dan ga punya duit buat betulin
    4. Yang bikin galau itu, pengen ngeblog sambil ngopi, istri lagi marah karena uang belanja kurang
    5. Yang bikin galau itu, ya karena pengen galau saja..

    Ternyata banyak juga ya pakde galaunya para blogger.. maklum lah karena blogger tetap saja manusia..:D Sudah kodratnya menjadi galau, justru kalau tidak pernah galau, patut diragukan “kemanusiaannya”. Mungkin itu turunan demit yang pengen ngerasain ngeblog.

    😀 😀 😀

Leave a comment