Pembubaran

Hari Jum’at tanggal 10 Februari 2017 sebuah komunitas dibubarkan oleh pendirinya. Tak ada alasan yang jelas mengapa perkumpulan yang sangat bermanfaat ini diakhiri eksistensinya. Pengumuman ini sontak mengundang berbagai tanggapan dari membernya. Beberapa anggota grup ini mengaku merasa sedih sampai ada yang meneteskan airmata ke dalam. Mereka juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada foundersnya.

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) pembubaran berasal dari kata bubar. Ini dia rincian lengkap artinya.

bubar/bu·bar/ v 1 bercerai-berai ke mana-mana (tentang orang ramai yang berkumpul); berserak-serak ke sana kemari: demonstran — setelah petugas melepaskan tembakan; 2 selesai; usai (tentang pasar, rapat, upacara, dan sebagainya): upacara — pukul sepuluh siang; 3selesai tugas; berhenti bertugas (tentang panitia, dewan, kabinet, dan sebagainya): panitia perayaan — setelah upacara selesai; 4 ditiadakan (tentang perserikatan, kongsi, dan sebagainya): kalau suatu perkumpulan — , harta bendanya dapat didermakan kepada badan sosial;

membubarkan/mem·bu·bar·kan/ v 1 menyuruh bubar; mencerai-beraikan: polisi – para demonstran itu; 2 menghentikan: – panitia; 3meniadakan; menghapuskan: yayasan – perseroan itu karena rugi;pembubaran/pem·bu·bar·an/ n proses, cara, perbuatan membubarkan: – kabinet; – Dewan Perwakilan Rakyat Sementara.

.

Pembubaran dapat dilakukan terhadap organisasi, grup, perkumpulan, kesatuan, kelompok, club, kepanitiaan, dan lain sebagainya.

Pelaku pembubaran berupa orang-perorangan atau sekelompok orang termasuk di dalamnya aparat pemerintah. Sasarannya adalah manusia dan kegiatannya. Saya misalnya, beberapa kali membubarkan seklompok anak yang sedang asyik bermain. “Hayoooo…bubar..bubar. Sudah mau Maghrib. Kalian harus segara mandi dan persiapan sholat.”

Usia menikahkan anak-anak saya juga membubarkan panitia yang saya bentuk. Pada acara ini saya mengucapkan terima kasih dan minta maaf kepada ketua dan anggota panitia jika ada kesalahan atau kealpaan saya bersama isteri. Biasanya saya adakan acara makan-makan, termasuk hidangan bubur sumsum yang katanya bisa mengurangi pegel-pegel mereka.

,

Cara membubarkan panitia

.

Dilihat dari pelaksanaannya paling tidak ada dua macam pembubaran.

1. Pembubaran secara normal.

Dilakukan dengan sebuah pernyataan. “Dengan telah berakhirnya kegiatan pernikahan anak saya maka panitia ini saya nyatakan dibubarkan. Saya beserta keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan bapak dan ibu sekalian. Mohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan kami.”

Pembubaran juga dapat dilakukan dalam bentuk perintah. Contoh nyata adalah pada sebuah upacara. Ini terjadi usai komandan upacara melapor kepada inspektur upacara. “Lapor, upacara pengibaran bendera bulanan telah dilaksanakan.” Inspektur upacara kemudian memberi perintah kepada komandan upacara: “Bubarkan pasukan.” Perintah ini kemudian diulangi oleh komandan upacara: :Bubarkan pasukan.”

2. Pembubaran secara paksa.

Aparat keamanan misalnya membubarkan secara paksa aksi unjuk rasa yang tidak memiliki surat ijin resmi. Pembubaran dilakukan dengan pernyataan. Jika pengunjuk rasa tidak mau bubar bisa dilakukan dengan pengusiran antara lain menggunakan gas airmata atau menyemprot mereka dengan air.

Permainan judi berupa sabung ayam, main dadu, main kartu dan lain-lainnya juga dapat dibubarkan oleh petugas keamanan. Bisa diikuti dengan menangkapan terhadap pelaku dan penyitaan barang bukti yang digunakan  untuk melakukan perjudian.

Pembubaran secara paksa kadang dilakukan oleh penduduk setempat. Sekelompok orang yang sedang pesta miras atau balapan liar kadang dibubarkan oleh penduduk setempat karena dianggap membuat kegaduhan.

Pernah sahabat membubarkan suatu kegiatan?

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

10 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Rani R Tyas says:

    Padahal saya belum join lho Pakdhe ke grupnya. Banyak yang menyayangkan juga sih ya, termasuk yang belum gabung tapi apapun itu pasti sudah melalui banyak pertimbangan untuk membubarkan suatu grup.

  2. Ratna Dewi says:

    Kaget dan sedih juga sih tiba-tiba dibubarkan. Tapi pasti sudah melalui pemikiran matang dari pendirinya.

  3. Rahmi says:

    Sedih yaa pakdhee, tp mungkin ini yg terbaik dan moga silaturahim tetap terjaga. Aamiin…

  4. Tanti Amelia says:

    Kadang para pendiri merasa bahwa masing masing sudah punya kesibukan sendiri, kali pakdhe

    Atau mungkin dirasa sudah kebanyakan grup

  5. Pakde sedih juga, ya? Sampai jadi postingan begini.
    Yaa … Sebelum pihak2 yg tersakiti semakin dalam, mungkin lebih baik bubar.
    Hhh … *buang napas berat*

  6. semua komentar di atas senada, hmmm…sebab saya tak ikut-ikut terlibat….mau berkomentar yang lain nada ah… oh, bukan, bukan berkomentar, cuma numpang nanya, apakah…apakah makna pembubaran menurut KBBI itu bisa pula untuk nelukiskan pembubaran rasa di hati???

  7. Tentunya anggota grup banyak yang telah merasakan manfaatnya, meski ada pertimbangan penting sehingga grup mesti dibubarkan nggih, Pakde.

  8. Dewi Nielsen says:

    Sayang banget ya pak de…harus dengan berat hati dibubarkan—

  9. lha belum sempet baca malah di bubarkan..pak dheeee

Leave a comment