Teks

Bercanda Dalam WA

Manusia zaman now pastilah mengenal sebuah alat komunikasi yang bernama WA alias WhatsApp. Kehadiran WA bisa mendampingi dan menjadi alternatif Grup di Facebook, Instagram,  dan Twitter. Media mailing list (milist)  yang dulu juga terkenal sepertinya sudah mulai ditinggalkan.

Dalam grup WA membernya bisa menulis apa saja sepanjang tidak bertentangan dengan aturan yang disepakati bersama. Ada yang melarang posting promosi produk dan jasa, pamer kemewahan diri sendiri, melarang postingan yang berbau SARA dan SARU. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan maka kehati-hatian juga harus diperhatikan oleh masing-masing anggota agar tidak melanggar undang-undang IT yang berlaku.

Siapa sebenarnya member dari sebuah grup WA? Beraneka ragam, tergantung topik dan asal anggotanya. Ada grup yang anggotanya memiliki hobi yang sama misalnya grup hydroponik yang membernya terdiri dari penanam sayur atau buah-buahan dengan media non tanah. Mereka yang sekeluarga atau trah membentuk grup keluarga. Biasanya nama kakek atau buyutnya dijadikan nama grup. Misalnya Trah Mochamad Chasan, Darono Clan, dan lain sebagainya.

Satu orang bisa menjadi member dari beberapa grup WA. Saya misalnya, selain ikut grup trah juga ikut grup purnawirawan TNI yang lulus pada tahun yang sama. Saya menambah lagi, ikut grup Umroh yang anggotanya pernah umroh bersama pada bulan April 2017. Karena ada grup lain maka saya juga ikut gabung di grup WA Purnawirawan TNI-AD angkatan 7174 wilayah Jawa Timur.

.

Cara membuat logo

Salah satu logo sebuah Grup WA

.

Topik postingan dalam grup WA juga beraneka ragam. Ada yang berisi artikel serius, semi serius, candaan, dan gabungan ketiganya. Postingan para member ada yang murni buah pikirannya dan adapula yang hasil copy dari artikel di grup WA lain atau mengambil dari internet. Ikut meramaikan WA adalah ucapan ulang tahun membernya, berita duka, info lalu lintas, bencana alam, dan lain sebagainya. Undangan reuni, pernikahan, dan reuni juga sering memanfaatkan WA.

Panjang pendeknya postingan tentu juga berbeda. Jika murni hasil pikiran sendiri biasanya tak terlalu panjang. Bahkan ada yang hanya menampilkan gambar atau foto lalu diberi caption. Nah kalau postingan hasil copy dari grup WA lain atau internet biasanya panjang-panjang.

.

Komentar Nyaris Seragam

Postingan apa yang komentarnya nyaris seragam? Yup, betul sekali. Komentar senada seirama jatuh pada postingan ulang tahun, sahabat dan keluarga sakit, anak-cucu yang naik pangkat atau jabatan, dan tentu saja jika ada berita duka.

“Selamat hari ulang tahun….” atau “HBD….” muncul jika ada anggota grup yang ulang tahun. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un diikuti kalimat “turut berduka cita” mengiringi berita kematian. Sementara kalimat “Ikut bangga atas…” mengomentari berita kenaikan pangkat dan jabatan atau prestasi sekolah keluarganya. Ada pula yang menyertakan gambar birthday cake.

.

Dikira Paling Dulu Ternyata……………..

Namanya juga orang banyak. Ada saja yang membuat member grup tertawa terbahak-bahak. Seorang anggota grup membuat postingan yang artikelnya hasil copas dari “grup sebelah.” Dalam pikirannya mungkin artikel itu baru dan bermanfaat sehingga layak disebarluaskan di grup.

Tidak berapa lama setelah artikel itu muncul ada member lainnya menuliskan komentar berbahasa Jawa berbunyi :“Sampun,” yang artinya artikel ini sudah pernah dipublish oleh member yang lain. Lucu dan uniknya, artikel-artikel lama dimunculkan lagi sering terjadi. Komentar yang semula berbunyi : “Sampun,” bisa diganti dengan Champoon, Huwiz, Whiss, dan istilah yang aneh-aneh lagi. Nadanya sama, bahwa artikel itu sudah pernah dibaca oleh pemberi komentar.

Saya pun ikut-ikutan menulis komentar senada jika ada artikel yang tampaknya baru tetapi sudah pernah saya baca di grup ini atau grup yang lain. Semula saya menuliskan komentar :” Uwis, Sampun.”  Lama-lama komentar itu saya tuangkan dalam gambar lalu saya bubuhi kata atau kalimat. Ada yang to the point, adapula yang saya beri kata-kata penghalus. Ini dia contohnya.

.

,

.

.

Tentu saja, komentar saya tidak selalu begitu. Jika artikelnya bagus tapi saya belum pernah membacanya maka saya beri komentar yang nadanya mendukung. Harus fair donk ya.

.

.

.

.

Apakah member yang posting mangkel jika artikelnya diberi komentar “Sampun” dan sebangsanya? Nggak tahu ya, mungkin kheki sedikit pada mulanya.Lama-lama jadi imun dan ikut tertawa. Bahkan adakalanya setelah mempublish artikelnya di bawahnya ditulis kalimat tambahan : “Ini sampun apa belum ya?” hahahaha.

Untuk membuat grup tetap joss walaupun ada komentar “Sampun” maka saya turunkan tombonya.

.

 .

Bagaimana jika dalam grup ada perbedaan pendapat yang lambat laun menjadi agak memanas. Gampang saja. Saya turunkan pendinginnya.

.

.

.

Menebar Kebaikan

WhatsApp bukan hanya untuk bercanda atau menulis berita-berita saja. Media komunikasi ini juga bisa dipakai untuk sarana menebar kebaikan. Di grup yang saya ikuti setiap dinihari ada postingan yang mengingatkan anggotanya untuk sholat tahajud, makan sahur, dan lain sebagainya.

Artikel motivasi dan pengembangan diri, membangkitkan kecintaan kepada tanah air, peningkatan kesalihan individual dan kesalihan sosial juga sering muncul. Aneka tips kesehatan juga sering muncul loch.

Bagaimana situasi di grup WA sahabat? Seru atau kering?

 

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

13 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. adi pradana says:

    Foto komentarnya apik2 pakdhe, bisa ditiru nih bikin kek gitu… kalo dibikin gif bagus juga ya

    Bisa dicoba Mas

  2. @affanibnu says:

    kebanyakan grup WA..
    biasane dulu kita kalo ngobrol ya tatap muka, topiknya satu, ya satu grup.. nggak mungkin kita ngobrol di dua atau tiga grup dalam waktu yang bersamaan serta topik berbeda – beda.. terus ada jangka waktunya.. temennya juga ganti2an..

    tapi ya alhamdulillah, dengan ada grup WA, informasi cepat diserap.. seperti nggak ada jarak antara kuping dan telinga.. eh mulut dan telinga.. 😀

    Betul, WA media komunikasi yang cukup efektif untuk sebar info.

  3. Rahmi says:

    Wahahaha pakdhe jan kreatif tnan bikin poto onok kepsyen2 lucu kaya gitu. Sip dhee lanjut gaaan!

    Di WA nggak boleh terlalu baper. Biasanya malah digojlok sama teman2.

  4. felyina says:

    Hahahahaha…. Pak Dhe ini isooooo ae. Bikin foto-foto gitu. Kalo grup-grup WA yang aku ikuti, rata2 moderate, Dhe. Stabil saja. Ramene mung waktu dulu awal-awal dibentuk. Tapi yang terasa berfaedah banget ya grup paguyupan orang tua murid di sekolah. Soalnya kalo ada info apa-apa dari sekolah selalu di share di sana. termasuk ngingetin ortu besok anaknya ada PR apa, ditugasi guru bawa apa, dll.

    Grup WA memang sering bikin tertawa ngakak. Apalagi kami yang pensiunan, gayenk banget. Yang dulunya jaim2 pasti terbawa arus hahaha.

  5. Mugniar says:

    Pakdhee sudah lama ya saya gak main ke sini. Maaf lahir batin ya Pakdhe.
    Pakdhe makin kreatif saja, deh hihihi.
    Oya, hati² meme²nya dipakai orang lain, nanti Pakdhe jadi makin ngetop

    Nggih, maaf lahir batin.
    Terima kasih.

  6. masirwin says:

    wahh izin ndan fotonya boleh nih jadiin bahan balasan,,, alias perang gambar 😀

    siapa tau viral kaya “Sudah kuduga”

    Saya belum tahu yang “sudah kuduga”

  7. sulis says:

    Paling males itu klo ada yang sebar2 berita hoak via grup itu pakdhe.. yang banyak di grup ibu2 dasawisma

    Klo digrup tmn sekolah..sering yang bikin pro kontra itu klo agama+politik dah masuk grup.

    Betul, jadi berlarut dan bisa memanas

  8. enny says:

    Wah pakde, bisa-bisa fotonya terkenal jadi meme di internet hehe. Tapi tulisan di atas benar sekali begitulah rata-rata isi grup WA 😀

    Iyo, kadang memanas karena perbedaan warna

  9. Topics says:

    champuun (tak kiro champions) hahaha
    kalau di WA sy biasanya ditulisa repost gan… hihihi

    mohon maaf lahir batin Pak Dhe

    Wah bener ya.
    Tapi teman2 nggak peduli repost juga akan dibilang Wis, Sampun, Voun hahaha

  10. uwaaaah, pakdhe kreatif banget itu poto2nya 😀

    Iseng2 asah otak.

  11. imron says:

    wah kreatif nih, numpang ambil fotonya pakdeh buat ramein grup. hehe

  12. casa delia says:

    haha tapi hati hati klo kebanyak grup wa yang ada kebanyak spam pak, thanks 🙂

  13. kebanyak grup WA bikin spam dalam hp pak. haha:)

Leave a comment