Menghormati Pasangan

Saya dan seorang teman terkejut ketika tuan rumah menghardik isterinya: ”Kamu ini kok telmi sih, dibilang Cholik baru pulang dari Nambia kok malah tanya kapan berangkatnya.” Sang isteri langsung ciut nyalinya. Tak ada sepatah katapun yang diucapkannya kecuali menundukkan kepalanya. Sementara kami merasa tidak enak lalu mencoba mengalihkan pembicaraan.

Pasangan suami isteri selayaknya saling menghormati. Ucapan telmi (telat mikir) yang diucapkan oleh seorang suami kepada isterinya di depan orang lain sungguh kurang tepat. Sekalipun jengkel tetapi tidak sepatutnya ucapan yang merendahkan pasangannya keluar, baik ketika sedang berdua saja, lebih-lebih di depan orang lain.

Saya jadi teringat sebuah kisah yang diceritakan oleh dosen saya. Alkisah Letkol Darma Komandan Kodim Bumi Pertiwi yang terlalu lama menjomblo akhirnya berhasil menyunting seorang gadis desa. Masih fresh from the village. Pernikahan ini membuat Kolonel Bisma, Komandan Korem Ksatria Persada, merasa lega dan gembira atas pernikahan jejaka tua itu.  Untuk mangayu bagyo sang pengantin baru maka digelarlah acara santai di kediaman Komandan Korem.

Setelah acara sambutan-sambutan selesai para tamu diajak makan bersama. Aneka hidangan lezat tergelar. Untuk menambah sahdunya suasana maka diputar pula lagu merdu dari sound system. Sambil menikmati hidangan salad, Nyonya Bisma berbincang dengan gadis yang baru saja dinikahi Letkol Darma.

“Bapak dan saya kebetulan sama-sama menyukai Pavarotti. Kalau Jeng kesukaannya apa?”

“Di desa saya nggak ada, Bu. Tapi Mas Darma sering membawakan Roti Boy. Saya suka aromanya, gurih banget,” jawab Nyonya Darma sambil menyomot kentang goreng.

Mendengar jawaban isterinya yang dianggap asbun wal memalukan itu muka Letkol  Darma langsung memerah menahan marah,

Dalam perjalanan pulang dari tempat acara Letkol Darma diam seribu bahasa.

“Kok diam saja sih, Mas. Marah ya,?”  tanya isterinya.

“Enggak, hanya kesel saja. Masa Pavarotti disejajarkan dengan Roti Boy. Makanya sebelum menikah kan saya suruh Jeng belajar…belajar…..balajar..agar  wawasanmu bertambah,” ujar Letkol Darma sambil menunjukkan wajah sengak.

“Ya maaf deh. Kan saya memang belum tahu apa itu Pavarotti, saya kira sejenis snack luar negeri. Btw, apa sih Pavarotti itu, Mas?

Dengan wajah serius Letkol Darma menjawab:”Pavarotti itu nama saus untuk salad donk.” Hahahahaha…. Sama saja keponya.

Beruntung Letkol Darma tidak marah di muka umum sehingga dua-duanya terselamatkan mukanya.

Saling menghormati pasangan bukan hanya dalam bentuk ucapan tetapi juga tindakan. Jika isteri melakukan kesalahan yang tidak disengaja maka tak perlulah dimarahi apalagi dimaki-maki. Tegur dengan baik dan dengan suara yang lembut, jangan sampai pasangan menjadi malu berkepanjangan. Demikian pula sebaliknya, isteri juga wajib menghormati pasangannya sekalipun pangkat dan jabatannya mungkin lebih rendah daripada isterinya. Suami atau isteri yang berasal dari keluarga kaya tak selayaknya merendahkan derajat dan martabat pasangannya yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Ketika mendapatkan isterinya sedang berbaring di tempat tidur dan rumah dalam keadaan berantakan sebaiknya suami tak langsung marah dan ngomel-ngomel. Mungkin isteri sedang sakit atau kelelahan setelah mencuci dan memasak sehingga dia perlu isteri istirahat sejenak. Demikian pula sebaliknya. Suami yang telat pulang dari kantor tak perlu dituding-tuding dengan nada marah.”Maaf Dik saya pulang telat. Saya disuruh ke rumah bos. Ternyata Ibu bos ingin menitipkan gudeg Jogya oleh-oleh ketika beliau pulang kampung kemarin.” Nah loch, si isteri pasti menyesal jika belum-belum sudah curiga kepada suami yang telat pulang.[]

 

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

14 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Betul pakdhe.
    Sama siapa pun baiknya nggak memarahi di depan umum.
    sakitnyaaa banget, berasa dipermalukan 🙁

    Iya donk..malu banget kan

  2. Iya pakde bener banget, sudah selayaknya kita menghargai dan menghormati pasangan masing-masing. Pengin ketawa ih sama kisah Roti boy versus Pavarotti 🙂

    Aduh itu gudeg, misalkan gitu gak jadi marah deh, malah malu kalo nuduh yang gak-gak ya Pakde

    Iya, jangan sembarang nuduh

  3. Lidya says:

    sudah curiga lebih dulu ya jadi aja gak dapet rezeki 🙂

    Hooh, rezeki dibelokkan

  4. Dwi Puspita says:

    bener sekali pakde..jadi menghormati pasangan perlu tindakan juga…makasih sharingnya 🙂

    Iya donk. Kalau tahu isteri hamil sedang membawa beras 20 kg sang suami ya jangan diam saja

  5. momtraveler says:

    Paling sebel kalo ada suami yg bentak2 istrinya apalagi ngata2in bodo2 gitu… jan suami ga bermutu kalo gtu

    Untuk nutupi kelemahannya kalee

  6. saya dengar ada suami marahin istri di depan orang banyak aja risih apalagi kalo sampai terjadi sama saya. pasti nangis dipojokan 🙂

    Atau lari sambil nyangking sandal (di masjid)

  7. inda fitri says:

    setuju pak de,

    Sip

  8. susanti dewi says:

    betul pakde, saya setuju. Jika pasangan saling menghormati, rumah tangga akan damai dan tentram 🙂

    Iya Mas
    Jangan merendahkan pasangan

  9. Aw! Seram amat ya Pak Dhe suaminya. Perlu banyak belajar dan hang out sama kita-kita, ya Hahahaha. Bisa di pastikan, malang benar nasib yang jadi pasangannya. Tetapi, masih banyak lho Pak Dhe di sekitar kita suami seperti itu.

    Kalau saya,,, duuh,,, sudah dari dulu.. wassalam… cari lagi hihihihihi yang lembut kayak es krim.

    Salam dari Bumi Borneo, ya Pak Dhe..

    Hahaha…lembut kayak es krim..ada dinginnya juga yak

  10. echaimutenan says:

    untung suami saya nggak pernah gitu walau aku g nyambung pakde–”

    Bagus, saling memahami ya

  11. intinya jangan bikin malu pasangan di depan orang lain kan pakde, itu menurut saya sama saja bikin malu sendiri

    Iya donk. Saling menghargai,mengerti, dan menghormati

  12. Alhamdulillah pak suami senantiasa menghargai. Terimakasih telah mengingatkan melalui tulisan ini, Pakde.

    Sip, itu sangat penting

  13. Dan saling menghormati memang penting pakdhe.. Sepertinya gampang tapi kadang tidak sadar kita malah mengejek et membuka aib pasangan. Terima kasih telah diingatkan pakdhe

    Kayak di acara gosip tv yak

  14. bengkel says:

    saling menghormati dan menghargai perasaan pasangan

    Betul, juga saling bantu

Leave a comment