Teks

Pentingnya Komunikasi: Dari Dapur Sampai Urusan Tempat Tidur

Tak ada pernikahan yang dapat bertahan lama tanpa komunikasi yang tepat dan sehat. Cukup banyak contoh pernikahan yang kandas karena pasangan suami isteri kurang menjalin komunikasi yang intens. “Kami memang sama-sama sibuk sehingga komunikasi tidak bisa berjalan sebagaimana yang kami harapkan.  Kelelahan bekerja menyebabkan kami sensi, mudah tersinggung, dan cepat naik darah,”  begitu salah satu alasan mengapa suami-isteri memutuskan untuk berpisah.

Komunikasi yang baik memungkinkan pasangan Anda mengekspresikan ide, gagasan, dan atau pendapatnya. Oleh sebab itu waktu-waktu senggang perlu lebih banyak digunakan untuk berkomunikasi, berdiskusi, atau ngobrol sambil minum kopi. Banyak yang bilang bahwa meja makan adalah tempat yang baik untuk berkomunikasi. Sambil menikmati makan malam suami-isteri bisa menceritakan sesuatu kepada pasangannya.  Topik pembicaraan tak selalu harus masalah yang serius dan berat. Kejadian menarik di tempat kerja bisa dijadikan appetizer di meja makan.

“Jeng, tadi siang Direktur mengundang saya dan mas Wito makan di ruang kerjanya lho.”

“Oh, ya.  Asyik donk. Emangnya ada acara apa, Mas.”

“Nggak ada acara apa-apa sih.  Kebetulan isteri bos datang ke kantor sambil membawa makanan agak banyak.”

“Menunya apa, Mas.  Pasti mewah dan enak ya?”

“Ah enggak, biasa-biasa saja. Nasi putih, sayur asem, ikan lele goreng, tahu, dan tempe bacem. Tak lupa sambel trasi. Wah enak banget loh, kami makan sampai tambah. Itu masakan isteri bos sendiri katanya.”

“Ck..ck..ck… pejabat sekaya itu menu makan siangnya hanya kayak gitu?”

“Iya, beliau memang sederhana kok.”

Nah, pembicaraan ringan seperti itu bukan hanya menarik tetapi ada makna yang terselip di dalamnya. Bahwa tak selamanya orang kaya bermewah-mewah diri atau hidup boros. Hindari pembicaraan yang berpotensi menyulut kesalahan-fahaman agar suasana nikmat di meja makan tidak terganggu.

Komunikasi di tempat tidur juga asyik.  Pilih topik yang pas untuk menambah kemesraan dalam suasana yang romantis tersebut. Suami boleh juga memberikan sedikit tausiah ringan tentang masalah yang mungkin belum diketahui oleh isterinya.

“Jeng, mau nggak saya kasih kultum.”

“Ah, di tempat tidur kok  malah ngasih tausiah sih, Mas. Emangnya boleh?”

“Ya boleh, kan topiknya juga berkaitan dengan tempat tidur.  Dalam sebuah haditsnya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Apabila seorang suami mengajak isterinya ke tempat tidur (untuk jima’/bersetubuh) dan si isteri menolaknya (sehingga membuat suaminya marah), maka si isteri akan dilaknat oleh Malaikat hingga (waktu) Shubuh.”

“Ih, ngeriiiii.  Terima kasih ya Mas sudah diingatkan. Btw, itu isyaratkah?”  tanya isteri sambil tersenyum.

Komunikasi seperti itu kan bagus.  Jangan sampai menjelang tidur berdebat keras soal pilpres. Bisa-bisa malam yang indah malah menjadi horor dan mencekam. Jangankan berkasih mesra, posisi tidurnya pun saling membelakangi satu sama lain.

Di jaman yang serba IT ini komunikasi antara suami dan isteri serta anak-anaknya menjadi semakin mudah. Tak ada lagi alasan bagi suami untuk tidak menjalin komunikasi dengan isterinya. Demikian pula sebaliknya. Pada jam makan siang,  isteri bisa sms kepada suaminya untuk mengucapkan selamat makan dan menanyakan menunya. Suami juga demikian. “Sayang, masak apa nich untuk makan malam nanti?”  Komunikasi ringan seperti itu kan bisa mendekatkan hati masing-masing.

Komunikasi hendaknya dilakukan dengan menggunakan kata atau kalimat yang enak didengar sehingga menyejukkan. Tak jarang situasi di meja makan menjadi kurang nyaman karena salah satu atau kedua belah pihak kurang bijak dalam berkomunikasi.

Seorang ustadz dalam ceramahnya pada acara walimatul urusy memberikan ilustrasi yang kocak namun bermakna.

“Uang yang saya kasih minggu lalu masih, Dik?”  tanya seorang suami.

“Uang seratus ribu jaman sekarang dapat apa sih, Mas? Ingat enggak, setelah ngasih uang itu kan Mas minta dimasakkan ikan gurami goreng. Setelah itu Mas juga minta dibelikan kaos singlet. Lha sekarang masih tanya soal uang.”

Jika pertanyaan suami yang sederhana itu dijawab dengan kalimat, “Tinggal lima ribu, Mas. Untung di kulkas masih ada ikan dan sayuran.” Nah jawaban seperti itu kan lebih enak didengar. Dengan pertanyaan seperti itu mungkin suami akan berusaha untuk menambah lagi uang belanja kepada isterinya. Tapi karena jawaban isteri agak kurang sedap didengar menjadikan komunikasi menghangat. Penggunaan kata atau kalimat yang berpotensi menyulut pertengkaran seyogyanya hindari.

 

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

10 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Inayah says:

    jadi, kalau dikaitkan dengan kondisi bangsa ini…agak nyambung juga

  2. Setuju pakde karena dari hal kecil kayak kita kurang bisa menjaga komunikasi dengan melontarkan kalimat kurang pas kurang stau kata akhirnya salah diterima oleh yang denger walhasil malah jadi pemicu tengkar 🙂
    saya pun gitu sama suami salah dikit kata malah bikin saya dan suami bersitegang hahaha nnice reminder Pak De

  3. Inna Riana says:

    Terima kasih sudah mengingatkan, Pakde.
    Berkaca dari kegagalan pernikahan orang tua, saya menyimpulkan masalahnya ada di komunikasi. Tidak ingin hal yg sama terjadi, saya dan suami selalu terbuka tentang apa saja dan tidak ada yg disembunyikan 🙂

  4. Komunikasi adalah satu hal yang sangat penting. Enggak boleh enggak, dan bagaimana cara mengkomunikasikan pikiran dengan apsangan itu juga yang harus dipelajari. Dia diam bukan karena ngambek, tapi sedang makan ayam semur yang enaknya gak karuaan. Hehee

  5. Tas Rajut says:

    apapun masalahnya harus ada musyawarah, dibicarakan baik-baik 🙂

  6. setuju harus saling komunikasa

  7. setuju harus saling komunikasi

  8. betul agar tetap harmonis komunikasi itu sangat penting

  9. Enny Mamito says:

    Pentingnya komunikasi ya pakdhe.. Hal apa saja juga saya usahakan untuk selalu komunikasi dengan suami. Karena saya agak pelupa, jadi begitu ingat saya langsung ngomong walo suami lagi tidur saya bangunkan, mumpung saya inget hehehe…

  10. Rio Saswono says:

    Segala sesuatu jika tidak di lakukan dengan komunikasi yang lancar tentunya akan mendapatkan hasil yang maksimal. Oleh karena itu kita harus komunikatif dalam menjalankan segala hal.

Leave a comment