Teks

Cara Menanggapi Keluhan Isteri

Keluhan Isteri

Isteri: “Mas kita kan sudah menikah tapi kok nggak pernah jalan-jalan?”

Suami: “Coba diingat-ingat mengapa kita dulu menikah.”

Isteri: “Ya karena sudah jodoh.”

Suami: “Nah, benar kan kata pepatah berbunyi jika sudah jodoh nggak akan ke mana-mana.”

Dialog suami isteri di atas saya kutip dari grup WhatsApp family. Penulisnya adalah Mas Agus Keswari. Saya tidak tahu persis, apakah dialog itu idenya sendiri atau mengutip dari karya orang lain.

Pasangan suami isteri pada umumnya terdiri dari seorang laki-laki dan seorang perempuan. Dua anak manusia ini jelas berbeda dalam banyak hal. Ada yang berbeda bangsa, suku, agama, budaya, bahasa, hobi, profesi, kebiasaan, dan lain-lainnya. Menghilangkan perbedaan adalah pekerjaan yang sia-sia. “Hil yang mustahal,” kata almarhum Mas Asmuni-Srimulat.

Cara menanggapi keluhan isteri

.

Yang paling mungkin ditumbuhkembangkan adalah saling mengerti, menghormati, dan saling menghargai satu sama lain. Laki-laki tentu mengerti bahwa isterinya adalah seorang wanita. Tak elok jika isteri sedang membawa keranjang belanjaan yang cukup berat lalu suami mengiringinya di belakang sambil sms an atau selfi-selfian. Sebaliknya jika suami baru pulang dari tempat bekerja dengan keringat gobyos sang isteri sebaiknya jangan langsung menyuruh suami membersihkan kamar mandi dan toilet.

Jika suami bertanya: “Uang belanja masih ada, Dik?” maka isteri sebaiknya menjawab dengan santun: “Kalau untuk belanja hari ini sih masih ada, Mas.” Jawaban seperti itu kan adem, menyejukkan. Bandingkan jika isteri menjawab dengan kalimat panjang dan sengak: “Masih dari Hongkong. Wong ngasih uang belanja hanya seratus ribu mintanya macam-macam. Iga bakar lah, gule kepala kakap lah. Belum lagi sampeyan itu hobinya ngundang teman untuk makan di rumah.” Tuh kan, panjang dan memerahkan telinga suami. Bapaknya anak-anak yang semula mau nambahin uang belanja akhirnya mengurungkan niatnya.

Situasi rumah tangga sebaiknya jangan terlalu serius dan sebaliknya juga jangan terlalu amburadul. Seorang profesor yang beristerikan seorang profesor-doktor tak perlu terus-menerus membicarakan hal-hal yang sulit wal rumit jika sedang duduk santai di rumah. Jika hal itu terjadi maka rumahtangga akan menjadi kering-kerontang. Suasana santai, segar, dan diselipi sentuhan humor yang apik selayaknya dibangun agar menyenangkan kedua belah pihak.

Ketika isteri saya bertanya apakah ikan gurami kiriman tetangga mau digoreng atau dipepes saya menjawab dengan mimik yang saya buat serius: “Cemplungkan di kolam situ saja biar arisan dengan teman-temannya.” Apakah isteri saya marah? Tidak saudara-saudara. Isteri, mertua, dan adik-adik ipar saya sudah tahu betul lagak-lagu saya.

Keluhan isteri bukanlah derita suami. Oleh karena itu suami wajib mendengarkan dan menanggapinya dengan bijak pula. Tak perlulah suami bertolak pinggang dan meninggikan nada suaranya. Tanggapan berupa solusi tentu sangat diharapkan. Jangan mudah bilang :“Gampanglah itu,” jika tidak bisa mewujudkan kegampangan tersebut.

Dalam sebuah walimatul ‘urusy, seorang ustadz memberikan nasihat kepada kedua mempelai. “Jika terjadi perselisihan antara suami dengan isteri tak perlu saling saling melempar barang pecah belah tapi selesaikan di atas sajadah.”

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

10 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. hahahaha beneeeer pakdhe, kalo sudah jodoh nggak akan kemana-mana ya πŸ˜€
    Kalo marahan lempar barang, rugi pakdhe, nanti lupa hp yang dilempar. Habis marah selesai, baru sadar hp nya sudah rusak, nyesel deh πŸ™‚

    Harus kredit lagi

  2. iya Pakde, suka banget artikel ini terutama endingnya, mantaaap

    Endingnya bermanfaat kan?

  3. Ade anita says:

    Hahahhaa
    .jadi inget lagu afghan, jodoh pasti bertemu..

    Betul, jodoh kita sudah ditulis

  4. Nurul Inayah says:

    Duuhhh ademee. Kaum muda harus baca ini. Rumah tangga jangan terlalu alay,,tapi jangan spaneng2 amat

    Benar, nanti anak-anak nggak betah di rumah

  5. Jaman masih pengantin baru saya pernah marah-marah gitu, alhamdulillah punya suami yang super sabar. Jadi bisa mendidik istrinya yang kurang sabar ini, Pakdhe.

    Mbak Hiday ibarat api
    Suami yang kadi airnya hahahaha

  6. Ini yang singgel2 mah kibas2, apalagi yg eLDeeRan hhihiii

    Hahahaha…asyik juga LDR

  7. Beneran lo ya…ke Cimahi naik Odong-odong… Wkwkwk….

    Berapa hari ya hahahaha?

  8. Info Magetan says:

    Masa iya engga jalan jalan mas?

    Itu bukannya istri ngode minta refreshing ya om?

    Refreshing sambil mborong diskonan

  9. wuihhh, romantis banget yah, hehehe
    semoga terus berlanjut ya sampai ke surga

    Aamin, terima kasih

  10. Kado Unik says:

    Oh gitu toh, caranya aku mah belum nikah om jadi agak susah mau menanggapinya.. hihi..

Leave a comment