Honeymoon Kedua Dengan Biaya Seadanya

Sejak bulan September 2006 saya sudah berlabel pensiunan yang dilingkungan TNI disebut purnawirawan. Ketika masih aktif saya bisa bepergian kemana saja dengan biaya didukung oleh dinas asal untuk kepentingan dinas yang dibuktikan dengan surat perintah dari atasan. Bukan hanya dinas di dalam negeri tetapi juga ke luar negeri. Alhamdulillah saya sudah nengunjungi 21 negara yang terletak di 5 benua. Asyik banget, bukan.

Kini situasinya sudah berbeda. Untuk bepergian ke luar Jawa Timur saja saya sudah harus melakukan kalkulasi njlimet. Selain untuk biaya transportasi juga mesti menghitung akomodasi dan konsumsi. Gerakan penghematan saya lakukan di semua lini diimbangi menyisihkan sisa gaji. Pemborosan artinya tidak tahu diri sekaligus bunuh diri.

Tiba-tiba saja pada suatu hari si bungsu Sandy bilang: “Be, sana berhoneymoon, jalan-jalan sama Mami.” Whuik, tumben si kecil bongsor ini.

“Honeymoon..honeymoon, duit dari Hongkong.” Saya tak begitu antusias mendengar sarannya.

“Tak perlu sedu-sedanlah. Urusan transportasi serahkan saya.” Saya hanya tertawa. Lha untuk hotel dan makan-makannya manaaaaaa?

Sandy ternyata serius dengan sarannya. Seminggu kemudian mama Bella ini menyerahkan dua lembar tiket dari Surabaya Shopping and Culinary Track.

“Honeymoon keliling Surabaya saja ya. Nggak sampai bermalam kok. Paling jam 2 siang sudah sampai rumah lagi,” kata Sandy sambil tertawa.

“Wheeeeei, boleh juga nich. Seumur-umur belum pernah tur keliling Surabaya je. Apa saja yang dilihat?”

“Balai Kota Surabaya, Pantai Kenjeran, East Coast Mall, UKM Merr, dan Kebun Bibit Bratang Surabaya. Start dan finish di Balai Pemuda.”

Pada jam yang ditentukan saya dan isteri sudah siap di Balai Pemuda. Peserta Surabaya Shopping and Culinary Track (SSCT) ternyata didominasi remaja. Jika ada golongan tua itu adalah pengantar anak atau cucu mereka.

Bus yang akan membawa kami keliling Surabaya cukup bagus, full ac, interiornya bagus dan tempat duduknya juga nyaman. Dua orang pemandu wisata yaitu Mas Ridho dan mas Alfan siap menjelaskan segala sesuatunya berkenaan dengan tur ini. Kami juga diberi name tag.

.

Surabaya Shopping Culinary Track

Bus yang akan mengantar kami keliling Surabaya

.

Tujuan pertama dari tur ini adalah meninjau Balai Kota di Jl. Taman Surya yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari Balai Pemuda. Ini adalah tempat Walikota Surabaya dan para stafnya berkantor. Gedung utama Balai Kota di Taman Surya di daerah Ketabang itu mulai dibangun pada tahun 1923 dan mulai ditempati pada tahun 1927. Arsiteknya ialah C. Citroen dan pelaksanaannya H.V. Hollandsche Beton Mij. Biaya seluruhnya, termasuk perlengkapan dan lain-lainnya, menghabiskan dana sekitar 1000 gulden.

Ukuran gedung utama : panjang 102 m dan lebar 19 m. Konstruksinya terdiri dari tiang-tiang pancang beton bertulang yang ditanam, sedangkan dinding-dindingnya diisi dengan bata dan semen. Atapnya terbuat dari rangka besi dan ditutup dengan sirap, Belakangan atap ini kemudian diganti dengan genteng.

Saya sebenarnya juga sudah sering melintas Balai Kota Surabaya ini. Namun baru kali ini saya dan isteri masuk ke dalamnya. Seperti biasa kami juga mengadakan acara foto bersama.

.

Balai Kota Surabaya

Mejeng di depan Balai Kota Surabaya

.

Dari Balai kota kami meluncur ke Pantai Kenjeran. Saya sebenarnya juga pernah jalan-jalan di pantai di kawasan Surabaya Timur ini pada tahun 1970an. Saat melintas di kawasan Kapas Krampung pemandu wisata memberitahu bahwa ada makam W.R. Supratman di kawasan tersebut.

Sebelum masuk kawasan pantai Kenjeran kami harus membeli karcis masuk. Pemandu wisata memberi waktu 60 menit kepada kami untuk menikmati pemandangan alam, makan, dan membeli oleh-oleh. Beberapa peserta ada yang menyewa perahu untuk bersantai ria. Saya dan isteri hanya berkeliling sambil melihat aneka barang dagangan. Pedagang pakaian dan makanan banyak dijumpai di kawasan wisata ini.

.

Pantai Kenjeran Surabaya

Pantai Kenjeran Surabaya

.

Honeymoon biaya rendah

Karena honeymoon kedua gambarnya digelapkan saja

.

Setelah satu jam di pantai Kenjeran kami meluncur ke East Coast yang terletak di kawasan Pakuwon City Surabaya Timur. East Coast merupakan mal yang cukup besar. Di sini kami dilepas untuk berbelanja atau makan siang. Saya dan isteri hanya putar-putar saja, tak membeli barang atau makan apapun. hehehehe.

.

Mall di kawasan timur Surabaya

Mall di kawasan timur Surabaya

.

Setelah puas di East Coast kami berangkat lagi menuju sasaran berikutnya yaitu meninjau Sentra UKM MERR. Ini semacam toko kecil yang memamerkan barang-barang kerajinan UKM. Handycraft, busana muslim, tshirt, dan aneka kerajinan berbahan kerang tersedia di situ. Beberapa peserta tampak membeli aneka barang yang dipajang.

.

Sentra UKM MERR

.

Kerajinan berbahan kerang

Sentra UKM MERR Surabaya

.

Tujuan akhir dari acara Surabaya Shopping and Culinary Track yaitu meninjau Kebun Bibit Surabaya. Kebun ini terletak di kawasan Bratang, tak jauh dari Terminal Bus Bratang. Selain terdapat aneka bibit tumbuhan juga terdapat arena bermain untuk anak-anak. Pedagang makanan juga cukup banyak di pinggir taman. Kebun ini juga menjadi tenpat wisata bagi anak sekolah dan warga kota Surabaya.

Karena rumah saya tak begitu jauh dari kebun bibit maka saya berpamitan kepada pemandu wisata untuk berhenti sampai di sini. Saya tidak ikut kembali ke Balai Pemuda sebagai finish dari kegiatan tur ini.

Ini dia rekaman lensa mengikuti Surabaya Shopping and Culinary Track dengan biaya murah.

.

.

Nah bagi sahabat yang belum pernah piknik keliling kota Surabaya ada baiknya mencoba mengikuti Surabaya Shopping and Culinary Track ini. Biayanya super murah dan acaranya juga asyik.

~Artikel hari ke-7 ( 5 April 2016) One Day One Post~


Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

12 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Ririe Khayan says:

    Sentra UKM Merr, saya belum pernah blas kesana. Penasaran, harus dicatet ini klo ke Surabaya wajib kesana

    Dekat rumahku itu

  2. Tatit Ujiani says:

    Tracking ke Surabaya belum pernah Pakdhe. Paling ngemall ke Royal 🙂

    Coba sekali-kali

  3. dWi (nining) says:

    Bis yg ngebawa rombingan ini sering terlihat di Balai Pemuda, ooooh ini diaaa ceritanya hehe baru tau. Honeymoonnya mesra syekaliii pakde meskipun digelapin hihi

    Iya, Balai Pemuda tempat start-finishnya

  4. Honeymoon nggak perlu mihil-mihil ya, Dhe…keliling kota berdua saja sudah cukup untuk “ngrabuk asmara” 😀

    Betul, hemat diongkos

  5. Kok foto berduanya digelapkan pakdhe kan penasaran, hihi…

    Itu karena motretnya melawan sinar

  6. Liswanti says:

    Wah pakdhe sama bidhe rimantis, honeymoon yang sangat menyenangkan ya.

    Iya, tak harus ke negeri Belanda atau Amerika
    Nggak tahan ongkosnya

  7. Ratna Dewi says:

    Seru juga honeymoonnya, sederhana tapi tetap menyenangkan. Yang penting romantis dan tambah mesra ya, Dhe 🙂

    Menyirami cinta istilahnya

  8. Wahh..seruuu..indahnya

    Murah-meriah

  9. momtraveler says:

    kangen surabaya 🙁

    Kangen Semarang

  10. Inayah says:

    Ini bukan honeymoon tapi pacaran. Hehhee…

    Gimana baiknya Ibu saja

  11. Ihiiiirrr…asyiknya honeymoon barengan orang satu bis hihiiii…

    Hooh, masih bisa ithix ithix kok

  12. Neng Nunung says:

    Heuheuheu seumur umur belum pernah naik bus itu…
    minggu besok geret suami ah pengen cobain…

    Asyik kok, murah meriah lagi.
    Kalau ada tamu biasa diajak juga

Leave a comment