Kalau Perempuan Menulis Blog, Kelemahannya Apa?

Apa sih bedanya memang kalau seorang perempuan menulis blog? Hehehe. Tren saat ini, hampir yang ramai mengisi timeline saya adalah para blogger perempuan. Mulai dari ibu-ibu yang bercerita tentang menu makanan sehari-hari, anak gadis yang lagi suka dandan, galau-ers yang bingung mau S2 atau menikah *eh. Pokoknya seru dan ramai.

Tapi ternyata, diantara keriuhan kegiatan menulis blog ini, ada kelemahan yang umumnya dialami oleh para blogger perempuan. Mungkin karena kita mengalami PMS kali ya hehehe. Jadinya memang unik dan kadang cuma para perempuan aja yang mengerti. Eh tapi tidak karena itu juga, ada beberapa hal yang menjadikan perempuan memiliki kelemahan dalam menulis blog. Apa aja? Ini dia versi saya:

.

1. Tidak menguasai hal teknis

Susahnya jadi perempuan itu, ngga bisa ganti ban sendiri, ngga bisa benerin genteng sendiri, atau masang lampu. Eh ngga semua gitu ya hehehe, saya yakin ada yang bisa. Sama halnya dalam ngeblog, hal teknis biasanya jadi hal yang rumit dan membuat bingung. Hampir semuanya menghindari berurusan dengan hal teknis. Padahal sebagai blogger, dituntut juga untuk bisa me-maintenance blognya sendiri. Belum lagi karena perempuan sukanya dengan template yang lucu-lucu atau feminim, ujung-ujungnya sibuk utak-atik sana sini dan kelupaan nulis. Saking lemah dan ngga mau ambil pusing, masih banyak blogger perempuan yang memiliki template standar dan tampilan kurang menarik. Padahal ibarat perempuan yang ingin selalu tampil cantik, alangkah menyenangkan kalau blognya juga rapi, bersih, dan memiliki layout yang nyaman.

2. Terbawa perasaan

Kalau sudah urusan tulis menulis, jangan ditanya deh. Blogger perempuan paling jago menuliskan semua kata hatinya. Saking jagonya, apa-apa yang ditulis pasti membawa perasaan. Apalagi kalau sudah menyangkut isu yang beredar. Terkadang isu tersebut tidak dicerna terlebih dahulu tapi langsung ditanggapi dengan postingan yang membara. Padahal hal tersebut belum tentu jelas kebenarannya. Cross check atau menunggu isunya mulai mereda menjadi hal terberat yang seharusnya bisa ditanggapi dengan dingin. Namanya juga social media, gampang sekali mempengaruhi orang dengan hal-hal yang menyinggung.

3. Penuh drama

Domain Authority turun jadi sedih, Alexa menggendut bikin bingung, blognya memiliki Spam Score gede jadi bete, Trust Flow blognya ngga bagus langsung ngambek. Hahaha beberapa ada yang begitu. Terlalu memikirkan hal yang dianggap penting. Padahal, itu semua sebetulnya hanya untuk memenuhi keinginan agency. Padahal sebetulnya kalau tidak over optimize dan terlalu berambisi dengan angka tersebut, semua mengikuti kok. Asal ngeblognya betul-betul dengan konten yang bagus dan menarik. Saya paham, nilai blog itu sama penting dengan nilai rapot jaman SD dulu atau IPK tinggi jaman kuliah. Tapi ngeblog ini basisnya adalah hobi. Kita mengerjakannya dengan senang hari dan tanpa target apapun. Hanya untuk mengisi waktu luang. Syukur-syukur karena konsistensi dan menghargai para pembaca dengan selalu rajin update, bisa menaikkan score itu semua dengan natural.

4. Suka ngambek

Bukan perempuan nampaknya kalo ngga suka ngambek hehehe. Ngga difolbek, komen ngga dibales, ngga blogwalking balik, dan segala macam problematika masa kini yang kayaknya kenapa jadi penting banget ya. Kan kita ngeblog maunya santai karena memang suka, segala macam perilaku blogger atau orang yang kita kunjungi mungkin memang berbeda. Kita ngga pernah tau apa yang sedang mereka hadapi atau berapa banyak waktu yang mereka miliki. Kita tidak menganggap bahwa dunia berputar hanya di sekitar kita saja toh. Toh tujuan kita bersosialisasi seharusnya menjadi kegiatan yang menyenangkan bukan. Jangan rusak kesenangan itu hanya karena tidak dibalas komennya atau tidak dikunjungi balik ๐Ÿ™‚

5. Moody

Apalagi kalau lagi PMS, duh rasanya mau gigit keyboard kali ya menghadapi banyak drama. Jadinya berpengaruh banget ke suasana hati. Mau ngeblog males, baca tulisan orang lain baper, baca status ikutan sensi, belum lagi kalo pada kompor sana sini wekekek. Alhasil, tulisan ngga ada yang ditulis, blognya nganggur, terus ngga terupdate wekeke. Memang gampang-gampang sudah kalau sudah moody begini. Tapi sebaiknya ngeblog tidak dijadikan beban. Kalau lagi pengen nulis ya nulis, engga ya ngga usah. Siapa tau dengan refreshing sana sini bisa jadi punya ide buat update tulisan.

Nah kalo itu sih 5 versi saya, punya cerita kelemahan ngeblognya perempuan lainnya?

.

Profil penulis

Shintaries adalah blogger di shintaries.com. Menulis kegiatan sehari-hari tentangย perjalanan, keluarga, keseharian, kecantikan, dan hal yang erat kaitannya denganย perempuan modern masa kini.
Untuk mengenal lebih lanjut dapat mengikuti akun social media
TW/IG: @shintaries dan Gplus: +ShintariesNM

.
Apakah sahabat ingin menulis artikel untuk Neo BlogCamp? Silakan mengirim tulisan ke decholik@gmail.com



Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

44 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Ini yang nulis artikel mbak Shinta atau Pak Dhe?

    Hlo…
    Mbak Shinta Ries yang profilnya ada di kotak bawah

  2. Hahahhaha..bener banget mbak Shinta ๐Ÿ™‚
    Kalau suka nyinyir termasuk juga gak ya? #eh

    Kalau nggak benar masa sampai sini hehehehe

  3. ipeh alena says:

    Saya pikir Pakde yang nulis artikel ini, baru mau mengatakan “betapa Pakde memahami perempuan” eh…gajadi deh ๐Ÿ˜€ hehehe

    Kata orang, kadang sulit memahami perempuan heheheh

  4. perempuan memang mudah baper yah Pakde ๐Ÿ™‚
    setuju sama semua yang dituliskan Mbak Shinta ๐Ÿ™‚

    Saya suka bilang :”Iiiiiiiih;” kalau isteri nangis lihat sinetron atau film di tv

  5. Wkwkwkwk gak komen deh mau ngakak aja LOL :))

    Lha ini sudah komen

  6. Aprie says:

    Hahaha. Setuju! Paling sering saya liat blogger wanita ribet sama angka dan trafik itu. ๐Ÿ˜€

    Ribetnya banyak usaha kurang kan ya…(ngumpet kemulan sarung]

  7. Hahaha tapi klo gak ada drama, timeline gk rame Dhe, saya kan jadi kurang hiburannya. Udah di kantor serius, di rumah sibuk urusan rumah, lah kok dunia maya adem ayem aja, gk asik dong.

    Harus heboh ya Jeng

  8. Susindra says:

    1 dan 2, saya langsung sepakat. Yang ketiga…. tidak… Saya tidak resah gelisah & baper jika nilai semua itu turun. Yang keempat…. tidak… Saya mempermasalahkan folbek, kunjungan balik, dkk. Kalau yg kelima, saya kalau PMS dan takut baper di media sosial, saya memilih diam.

    Tapi tulisan mbak Shinta benar sekali. Saya melihat semua gejalanya.
    Menunggu yang kelebihan penulis perempuan versi Blogger wanita sehebat mbak Shinta. Jadi bisa belajar jika ternyata saya belum punya kelebihan itu.

    Setiap orang punya kelebihan kok

  9. Maya Siswadi says:

    Perempuan yaa, ada aja problemnya yaa

    Laki-laki juga kok

  10. cutdekayi says:

    Bener. Saya aja yg bikin template blog dan segala macamnya itu, suami. Untung ada suami hihihi

    Sebaiknya berlatih agar kemampuan semakin bertambah

  11. Wah pas banget sharingnya ini Pakde, besok2 bolehlah ngirim artikel ya, makasih Pakde infonya.

    Boleh donk

  12. Ety Abdoel says:

    Wkwkwk, bener sih kalo soal drama. Lha saya nulis sekaligus buat melepaskan diri dari tekanan je.

    Whuik tekanan
    Nggak pakai konspirasi kan

  13. Mbak Kepo says:

    Saya paling setuju banyak perempuan kurang menguasai hal teknis. Dan tulisannya emang moody dan banyak curhatnya hehehe.. Oya, terima kasih info nya
    Kapan-kapan mau ahh kirim tulisan hehhee

    Silakan ditunggu ya

  14. Pas baca diawal ini yakin tulisan Pak De? Lah kok bahasanya gini eh eh makin kr bawah ternyataaaa….wkwkwwkk…

    Tapi semua poinnya saya pernah ngalamin De, eh Mbak Shinta ๐Ÿ™‚

    Tulisan Bude Shinta

  15. khairiah says:

    Nyengir2 bacanya,masalah teknis memang kurang menguasai

    Kekurangan itu yang harus ditambal

  16. Izzah Annisa says:

    Pantesaaan… Pas baca ngerasa ini kok kayak bukan gayanya Pakde. Perempuan banget artikelnya. Nggak taunya bener, hehe… Saya yang poin ke-5, Pakde. Penyebabnya macem2. Males, PMS, koneksi lambat, dll ๐Ÿ˜€

    Gayaku patah-patah ya hahahaha

  17. Nah yang point pertama itu aku banget, gaptek dengan hal-hal teknis hahaha.

    Ilmu katon, bisa dipelajari hal2 yang sederhana

  18. Willova says:

    heemmm, mungkin kalau soal drama, itu bisa jadi tempat pelepas penat dan tekanan dari segala rutinitas

    Berpegang teguh pada kata bijak :”All work no play makes Jack a dull boy”
    Bermain atau membuat selingan yang sehat agar kita bosan dan menjadi manusia yang membosankan

  19. Gurukecil says:

    Saya garis bawahi yang kalimat ini “Tapi ngeblog ini basisnya adalah hobi. Kita mengerjakannya dengan senang hari dan tanpa target apapun.” Karena kalau melihat fenomena skrg justru money oriented bgt..halah bahasaku.hahaha

    Nggak semua money oriented
    Money oke tapi jangan kehilangan idealisme untuk berbagi

  20. echaimutenan says:

    hahahhahahah bener bangettt

    Jelas donk say

  21. inda fitri says:

    Hehe…

    Hu hu hu

  22. eda says:

    pakdhe, kok betul semua yaaaa… itu aku banget yg ditulis.. penuh deramah berdarah-darah :))

    Kan sudah disurvai oleh Mbak Shinta

  23. windah says:

    saya termasuk yang moody dan baper, hehehhee. tapi ga papa sih, jadi ada sense of nge blognya *alesan

    Hooh, sense of ngeblog juga penting

  24. Duhhhh ini sih yes banget, tapi nomor 3 dan 4 kayaknya engga deh ๐Ÿ˜€

    Syukurlah jika ada yang enggak
    Enggak jauh berbeda maksudnya kan

  25. Liswanti says:

    Kalau saya moody tuh pakdhe, apalagi kalau kurang piknik#ehh

    Banyakin piknik biar banyak tulisan

  26. kania says:

    Itu betul semua mbak Shintaaaa ><

    Kalau nggak betul kumaha?

  27. gilaakkk…nomer satu itu lhooo, problem aku banget, ada yg mau bantuin gak…yg tinggal di jogja…aku modelnya gak ngeh klo gak face to face…hahaha

    Blogger Jogya kan banyak juga

  28. Iman says:

    Yang penting tulisannya bermanfaat dan penuh inspirasi saya kira ndak masalah ya walaupun terbawa perasaan dan penuh drama… ๐Ÿ™‚
    Manfaat Blogging

    Masing2 punya gaya

  29. Hi..hi..merasa tersentil…. ๐Ÿ™‚ kalo blogger perempuan sukanya bawa perasaan, kalau blogger laki-laki..?

    Bawa potretmu hi..hi..hi

  30. kholis says:

    poin nomer 2 bener2 deh, kejadian dimana2 wkwk

    Di desa dan di kota

  31. Aku perempuan, hehehe. Kalau nulis ya nulis saja, tidak melibatkan perasaan yang telalu drama, hehehe
    Sharingnya jos ini lah pakde, untuk bahan renungan

    Lain lubuk lain ikannya
    Lain perempuan lain perasaannya hahahaha

  32. Keke Naima says:

    tapi kayaknya saya gak gitu-gitu amat. Kalau pusing, ya diam *berarti gak seperti perempuan, ya hehehe

    Sama, saya kalau pusing langsung pasang koyok di pelipis
    Trus makan nai rawon yang panas
    Minum teh panas
    josss dhooor

  33. desi says:

    hahaha… u are 100 percent right ๐Ÿ™‚ bner semuanya ๐Ÿ™‚

    Leres sedaya

  34. lely says:

    hehe mampir pakdhe… lama sy gak main ya karena dulu rajin, kemudian punya bayi mulai jarang ngeblog kmudian malah off, sekarang mencoba memulai dari nol, smoga sy semangat ya klo off cuma bentar deh hahaha

    Maju terus jangan sampai blognya hangus

  35. Uwien Budi says:

    catet

    Yang rapi

  36. Nah…itulah Pakde, masalahku kalo ngeblog itu aku gak menguasai teknisnya.. Kadang aku mesti tanya2 dulu kepada sesama blogger atau nyari2 infonya di mbah google..

    Itu kan ilmu katon
    Asal mau membaca dan mempraktekkan lama2 juga bisa

  37. Dewi Fatma says:

    Halo Pakdhe.. Masih ingat diriku? ๐Ÿ™‚

    Tadinya baru baca satu paragraf, lansung mikir.. Kok Pakdhe sekarang jadi comel begini..hihi.. Langsung scroll ke bawah, eh..ternyata yang nulis cewek. Pantes..
    Salam kenal Mbak Shinta. Saya blogger moody.. ๐Ÿ˜€

    Eh ada Dewi murni berkembenkan sutera unggu
    Mut-mutan ya

  38. Aireni Biroe says:

    Duuh, pakde kok ngert banget soal perempuan hehe
    Btw, jadi serba salah ya mengenai hal teknis, sibuk utak-atik nanti malah lupa nulis, gak mau ambil pusing nanti terlihat kurang menarik

    Yang ringan2 saja latihannya

  39. Yulia says:

    Hahahaha.. tadinya udah baper baca kalimat perkalimat P’de.. eh ga taunya punya nyonyah Sinta..

    Hooh, gayanya kan hampir mirip

  40. retno says:

    Nomor 1 sama lima itu ho oh banget pakde…

    Bisa dikurangi

  41. Wah, jadi tertohok nih. Bener semua poin2nya. Hehehe

    Itulah sebabnya dipublish di sini hahahaha

  42. Khair says:

    wah, poin-poinnya bnar bngt, hahaha

    Iya
    Ngrasa ya

  43. dessy says:

    waaa.. bener banget nih pak de, eh mba shinta.. hihi..
    maklum lah wanita suka pakai perasaan.. hihi..
    saya juga lagi moody-moodyan ngeblog nih pak de.. semoga selalu semangat yah.. ๐Ÿ˜€
    salam hangat dari Bandung ๐Ÿ™‚

    Yuk tambahi semangatnya

Leave a comment