Hari Libur Enaknya Sarapan Bubur

Saya kenal bubur Manado sekitar tahun 1979-an waktu saya bertugas di Balikpapan. Suatu hari, nggak ada hujan dan nggak ada angin isteri saya membuat sarapan yang lain daripada yang lain. “Hari Minggu sarapannya ganti ya. Jangan nasi goreng saja,” katanya sambil menghidangkan masakan sepanci yang masih ngepul. Melihat makanan yang mirip bubur tapi kok ada sayuran njrawut-njrawut, labu kuning, dan ceker ayam menjongat (duh apa ya menjongat itu) saya nggumun. ” Ini namanya bubur Manado. Uenak untuk sarapan,” jelas isteri saya. Setelah saya cicipi ternyata memang enak tenan. Tapi apa ya nendang sampai siang. “Wah cepat lapar donk kalau sarapan bubur.” Artikel selengkapnya