Malu-malu Tumpeng

Salah satu kebiasaan di kampung saya yang masih eksis sampai kini dan insha Allah sampai nanti adalah tumpengan. Menghidangkan nasi tumpeng untuk dikepung dan dinikmati ramai-ramai muncul dalam berbagai acara. Akan mulai tanam padi, akan panen, membangun rumah, boyongan, membakar bata atau genting, khitanan, mantenan, pasti ada tumpeng. Bayi yang baru lahir sudah disambut tumpeng. Mulai lahir, aqiqah, sepasar, selapan, dan tujuh bulanan masih diiringi tumpengan. Demikian juga pada sebuah kematian. tumpeng juga ada di sana, berkali-kali. Artikel selengkapnya

Usaha Rumahan Mas Suyoko Meringankan Kerepotan Keluargaku

“Jika ada jalan mulus dan beraspal mengapa harus memilih jalan becek, berdebu, dan atau berbatuan.” Kalimat ini dilontarkan oleh senior saya ketika saya dan sahabat saya bonek (bondo nekat) memasak makanan sendiri. Kala itu kami masih berstatus bujangan dan tinggal di mess perwira di Balikpapan. Beberapa senior saya yang juga tinggal di mess ternyata memesan makanan dari jasa catering. Istilahnya ‘makan rantangan.’ Artikel selengkapnya