Teks

Keuntungan Memanfaatkan Aplikasi Google Maps

Google maps bilang sudah sampai. Tapi Google maps gak bilang kalau jalan masuknya diportal.

*Muter cari jalan masuk
*Akhirnya, nanya satpam

Kalimat di atas ditulis oleh sahabat saya yang cantik menik-manik Myra Anastasia dalam timeline Facebooknya pada hari Kamis tanggal 11 Mei 2017 pukul 12.15pm

Saya tersenyum, ingat pengalaman sendiri. Terus terang, saya termasuk blogger dan Facebooker yang terlambat memanfaatkan piranti pemandu arah ini. Walaupun Sandy sudah menyarankan dan dia juga sering memanfaatkannya namun saya masih cuek bebek. “Tanya tukang becak, juru parkir, atau penduduk saja lebih praktis,” kilah saya.

Manfaat Aplikasi Google Maps

Karena sikap saya itulah ketika menuju kantor KBIH Al-Rahmah, Mojokerto hampir selalu bertanya dulu kepada siapa saja yang ada di pinggir jalan yang kami lintasi. Pada kunjungan ke-3, karena kepedean, saya bahkan tersesat lumayan jauh. Rute dan bentuk jalan yang nyaris sama membawa saya melenceng ke kawasan Ngoro Industri. Alhasil saya balik-bakul dan bertanya lagi kepada penduduk.

Hari Minggu yang lalu saya akan menghadiri resepsi pernikahan sahabat satu angkatan di Akabri Darat. Lokasinya di kawasan Kedung Kandang Malang. Alamat lengkap plus denah lokasi acara tertera dalam undangan. Waktu dibatasi pukul 10.00-12.00.

Saya minta tolong mas Rudi, tetangga saya, untuk mengantar. Ini sudah sering saya lakukan. Maklum, saya sudah agak malas mengemudikan kendaraan roda empat. Apalagi rute Jombang-Malang melalui jalur Pujon-Batu, harus melalui jalan yang kurang lebar, mendaki, menurun, dan berkelok-kelok.

Pada rute Jombang sampai kota Batu, mas Rudi terlihat masih oke sehingga perjalanan relatif lancar. Setelah masuk kota Batu barulah Mr. Driver minta tolong untuk memanfaatkan Google Maps yang ada di handphone saya.

Manfaat Aplikasi Google Maps

Menu Google Maps segera saya klik setelah sebelumnya saya ketik alamat yang tertera dalam undangan. Peta tergelar. “Terus piye?” tanya saya kepada mas Rudi. “Klik gambar mobil, Pak.” Saya ikuti petunjuknya. “Terus piye?” Mas Rudi memberitahu agar saya klik tulisan Start Navigation. Eala…..muncul peta diikuti suara dalam bahasa Inggris. Bingo, mas Rudi tinggal mengikuti peta dan suara yang muncul. Setelah berjalan satu jam lebih maka kami sampai lokasi acara dengan selamat. Saya dan isteri termasuk tamu yang paling rajin alias kepagian 20 menit dari jadwal acara.

Pulangnya mas Rudi tidak memakai Google Maps lagi. “Kita cari jalan yang lain saja, Pak. Nggak usah mengikuti peta.” Saya sih setuju-setuju saja. Bagaimana hasilnya? Ternyata pak sopir merasa bingung karena tak juga menemukan jalan ke arah Batu. Akhirnya dia minta saya untuk kembali memanfaatkan peta.

Kebingungan masih terjadi. Oleh Google Maps kami diajak masuk ke gang-gang kecil, bho. Bahkan masuk jalan terlarang segala. Alhasil mobil harus mundur untuk keluar dari gang tersebut. Setelah belak-belok beberapa kali akhirnya kami sampai ke rute jalan yang benar.

“Sudah tahu kan rutenya, nggak perlu pakai alat bantu penunjuk jalan lagi?” Yup, jalan raya Malang-Batu sudah kami kenali.

Dari pengalaman ke Malang ini saya akan memanfaatkan aplikasi gratisan ini jika bepergian menggunakan kendaraan pribadi. Semoga tidak kesasar lagi.

Itulah keuntungan memanfaatkan Google Maps. Tak perlu lagi turun dari kendaraan untuk menanyakan lokasi dan rute ke suatu tempat. “Kalau mau lebih rinci, sampai mengetahui jalan yang macet, bisa memanfaatkan aplikasi Maze, Pak.Tapi mbayar kayaknya,” kata mas Rudi.

Boleh juga dan layak dicoba. Asal biayanya nggak mahal. Maklum, kemacetan lalu lintas sekarang bukan hanya terjadi di Jakarta tetapi sudah melanda sampai ke kota kecil.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

6 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Visa Google maps, bisa juga pake App Waze pakde. Saya suka pake Waze juga mantap bisa kasih tunjuk jalan mana yg lagi macet dan tunjuk jalan
    alfernatifnya

  2. Mungkin maksudnya aplikasi Waze, Pakde. Saya pernah pake Waze, tapi diuninstall lagi. Pake Google maps udah cukup buat saya. Tetap bisa lihat macet atau enggak di maps.

    Sebetulnya saya juga sering terbantu dengan maps ini. Cuma sesekali aja ngebingungin hehehe​

  3. Aku belum pernah pake Pak De padahal suami suka bilang manfaatin google maps hahaha driver grab aja pas nganter saya pake google maps bahkan jalanan yang saya ga tau jadi akhirnya tau demi menghindari macet juga 🙂 keren aplikasinya sangat bermanfaat dan membantu

  4. monda says:

    emang kadang lebih mantap nanya sama orang di jalan ya pak de….
    selain pakai map saya masih nanya orang biar lebih yakin

  5. Nurul Inayah says:

    Aku pernaaah, pas di depan gang ada portal yg permanen alias buntu. Mana ujan gede pulak

  6. Alvie says:

    Iya Pakdhe, sangat membantu sekali aplikasi Google Maps ini, tapi saya lebih suka pake Waze sih, nampaknya lebih easy to use dan User Interfacenya lebih enak dipandang mata, hehehe…

Leave a comment