Blogger Menulis Untuk Media

Blogger pada umumnya sudah terlatih menulis artikel. Topiknya juga beraneka ragam. Resep masakan, reportase traveling, fiksi, tutorial, tips, gaya hidup, dan topik lainnya. Selain untuk mengupdate blognya mereka juga mengikutsertakan artikel dalam lomba menulis. Sudah cukup banyak blogger yang menjadi juara dalam giveaway dan blog competition. Ini membuktikan bahwa tulisan para blogger cukup apik, menarik, dan berbobot.

Dari hasil nguping dan membaca status yang ditulis di media sosial saya mengetahui bahwa beberapa blogger juga mengirimkan artikel ke media cetak. Tulisan mereka dimuat di koran atau majalah. Hal ini tentu sangat menggembirakan. Dengan dimuatnya tulisan di media para blogger telah menyebarkan ilmunya di luar blog. Tentu saja ada imbalan yang mereka terima. Nama mereka juga menjadi lebih dikenal oleh masyarakat luas.

Saya juga telah keluar kandang dengan mencoba mengirimkan artikel ke media. Dua buah tulisan saya dimuat di surat kabar. Namun ada juga yang ditolak disertai beberapa penjelasan mengapa artikel saya belum bisa diterima oleh redaksi. Saya tidak berkecil hati atas penolakan tersebut. Ini membuat saya semakin tekun belajar dan berlatih agar tulisan saya menjadi semakin baik.

Berdasarkan uraian di atas saya mengajak teman-teman blogger untuk keluar kandang. Ilmu pengetahuan dan pengalaman para blogger cukup banyak. Ketrampilan menulis juga semakin terasah dengan semakin banyaknya artikel yang telah diterbitkan di blog. Tentu akan lebih elok jika blogger mulai keluar kandang. Menulis artikel dan mengirimkannya ke media; koran atau majalah.

Cukup banyak surat kabar dan majalah yang menerima artikel dari luar. Ada rubrik-rubrik khusus yang disediakan untuk diisi pembaca. Majalah Femina misalnya menyediakan rubrik Gado-Gado, Cerita Pendek, Cerita Bersambung, Gaya Hidup, dan lain sebagainya. Demikian pula hanya dengan surat kabar. Ada koran yang menerima naskah berupa puisi atau cerita untuk anak.Β Blogger yang masih remaja bisa mengirimkan cerita pendek atau rubrik lain di majalah remaja, bukan.

Beberapa instansi biasanya mempunyai majalah khusus untuk lingkungannya. Redaksi juga ada yang menerima naskah dari luar. Ini juga merupakan kesempatan yang baik bagi blogger yang bekerja di instansi tersebut untuk mengirimkan artikelnya. Saya pernah mengirimkan artikel untuk majalah Gajah Mada milik Corps Polisi Militer Angkatan Darat. Ini termasuk sumbangan pikiran bagi corps. Semasa masih dinas aktif di corps baret biru ini tulisan saya juga sering dimuat. Selain mendapat honor nama saya juga dikenal oleh pimpinan dan warga corps di seluruh Indonesia.

.

Tulisan saya di majalah Gajah Mada milik Corps Polisi Militer

.

Menulis artikel untuk media memang agak berbeda dengan menulis untuk blog. Surat kabar dan majalah memberikan syarat dan ketentuan tertentu. Format, font, spasi, jumlah kata atau halaman, dan gaya tulisan biasanya ditentukan. Artikel untuk majalah ilmiah tentu berbeda dengan artikel untuk majalah hiburan. Demikian pula halnya artikel untuk majalah remaja. Oleh karena itu blogger sebaiknya membaca syarat dan ketentuan tersebut dengan seksama. Perlu pula diperhatikan cara pengiriman artikelnya. Ada redaksi yang minta artikel dikirim dalam bentuk soft copy melalui email. Ada pula yang minta hard copy dan dikirim melalui pos.

Apakah tulisan yang diterbitkan di surat kabar atau majalah mendapat honor? Tentu saja. Mereka memberi imbalan sesuai standart yang berlaku pada surat kabar atau majalah tersebut. Jumlahnya berbeda-beda. Cara pengiriman honornya juga tidak sama waktunya.

“Menulis artikel blog saja saya masih kurang pede apalagi mengirimkannya untuk media, Pakde.” Mulai deh. Oke, saya memakluminya. Mari kita cari jalan tengahnya. Mulai saja menulis draftnya dengan sungguh-sungguh. Menulis yang disukai dan dikuasai agar prosesnya agak mudah.

Misalnya saja sahabat suka makan ikan dan kebetulan juga mempunyai hobi memasak dengan bahan dasar ikan. Ini kan bagus jika dituangkan dalam tulisan dan dikirim ke majalah wanita atau surat kabar edisi weekend, misalnya. Tentu saja kemasannya harus menarik, disertai gambar, dan diberi judul yang menarik pula. Syokur jika resep makanan itu unik dan belum pernah ditulis orang. Tapi jangan lupa menguji coba resepnya di dapur sendiri.

Jika sahabat hobi traveling tak ada salahnya menyimak artikel perjalanan karya Bapak H.O.K Tansil. Beliau sering berkisah tentang perjalanannya di sebuah majalah. Membaca ceritanya serasa kita ikut berada di mobil beliau. Kisahnya begitu rinci sekali. Menulis pengalaman sendiri sesungguhnya lebih mudah.

Yuk kita keluar kandang dengan menulis artikel untuk media. Niatkan saja dulu untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Bisa dimulai dengan menulis artikel ringan namun bermanfaat. Jika artikel kita dimuat maka itu adalah bonusnya. Siapa tahu cerita pendek atau cerita bersambung karya sahabat diangkat ke layar televisi atau difilmkan. Jika itu terjadi maka jalan mulus untuk merambah dunia lain semakin terbuka lebar.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

17 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. cputriarty says:

    Salut dengan pakde yang super produktif, pasion menulis tidak akan pernah mati selamany. Ganbatte Kudasai. Slm hormat πŸ™‚

    Saya banyak waktu jadi harus dimanfaatkan dengan baik
    Matur nuwun

  2. suciana says:

    saya dah pernah mencoba pakde tapi blm pernah dimuat, agak putus asa juga, hiks

    Manusiawi, saingan juga banyak
    Coba terus
    Kalau sudah mentok tok ya dijadikan postingan di blog

  3. inda fitri says:

    siap laksanakan pak de..

    Sip, maju terus

  4. Yang di Analisa dipajang juga dong, Pakde. πŸ˜€

    Belum ketemu je gambarnya
    Lagi tak cari2, nyelip, maklum banyak gambar

  5. Mugniar says:

    Yuk keluar kandang πŸ™‚

    Banyak media yang belum peduli juga Pakdhe. Kalo gak dimuat ya gak dimuat, tidak mau memberitahukan kenapa gak dimuat. Yah, begitulah kalo super sibuk. Etapi kan ada yang bisa ya?

    Ada juga media yang tidak memberikan honor. Seperti yang baru2 ini memuat tulisan saya. Saya sih no problem Pakdhe, asalkan medianya berterus terang dari awal. Kan bagus juga, jadi ajang beribadah buat kita, yang baca tambah banyak dan tambah luas. Sekaligus jadi bahan portofolio kita kan, ya, Pakdhe.

    Media harus juga menghormati penulis donk ya
    Jangan merasa besar sendiri

    • Sedikit media cetak yang memberi tahu alasan naskah kita tidak dimuat. Soalnya naskah yang masuk ke redaksi bisa ribuan jumlahnya dalam sebulan. Pandai-pandai kita aja melihat jenis tulisan yang disukai di media cetak tersebut. Kalau rutin baca rubriknya, lama-lama jadi tahu. Sekadar share. πŸ™‚

      Naskah cerita anak yang saya kirim ke surat ditolak
      Mereka mengirimkan kembali naskah saya disertai alasannya
      Ini sangat menggembirakan karena koran sebesar itu meluangkan waktu untuk memberikan penjelasan kepada penulis
      Salut

      • Tambahan: untuk rutin baca rubrik tidak harus beli media cetaknya. Bisa baca dari media online-nya (biasanya ditayangkan juga via online) atau numpang baca dari lapak majalah hehehe. Kalau mau beli, lebih bagus lagi. Bisa diserapi dan dihayati sambil menimang-nimang majalah/korannya. :))

        Saya lebih sering membaca koran atau majalah online
        Maklum pensiunan harus bijak mengelola anggaran

      • Iya, Kompas dan Kompas Anak biasanya itu, Pakde.

        Betul, memanusiakan penulis

  6. Terima Kasih banyak untuk masukannya ya pak de
    ini sekarang masih berusaha nyari ide tulisan buat keluar kandang, hhhee

    Yang disukai dan dikuasai saja biar mudah

  7. MeriskaPW says:

    Salut ada media yg ngasi alasan kenapa tulisannya ditolak,, bisa buat bahan koreksi..

    Mulai tertarik buat keluar kandang tp mau riset dulu, hehehe

    Sip, untuk selingan menulis dan uji nyali

  8. opickaza says:

    pakde cholik bener-benr dah keluar dai kandang, menulis untuk surat kabar dan media cetak lainnya, sungguh menginspirasi bagi blogger2

    Sekalian uji nyali Mas

  9. Saya terharu karena pertama kalinya ada tulisan saya di muat di surat kabar.
    Memang tak ada royalti, tetapi niatnya ibadah dan menyebarkan kebaikan.
    Saling menyemangati, Pakde…

    Iya, kalau ada royalti akan lebih semangat lagi

  10. Dedy says:

    Boleh juga dicoba pak de

    Boleh Mas

  11. tulisan pakde memang keren keren πŸ™‚

    Matur nuwun Mas

  12. Wah pakdhe keren.
    Aku beberapa kali kirim, yang dimuat cuma satu aja πŸ™‚

    Coba terus

  13. Toko Asian says:

    Terima Kasih Pak Bro Atas Solusi Yang Di Berikan
    Smoga Bermanfaat

    Sama2 Mas Toko

  14. Di awal ngeblog 2008, saya sering kirim tulisan ke media, Pakde. Sering dimuat, tapi tak pernah dapat honor. Akhirnya saya jadi aras-arasen nulis. Mungkin, lain kali saya harus lebih selektif milih media.

    Terimakasih sudah berbagi, Pakde.
    SAlam hangat dari kota tape πŸ™‚

    Seorang teman juga bilang begitu
    Dia harus nagiiiiiiih berkali-kali baru dibayar

Leave a comment