Indonesia Trends: Rizki Ridho at Inbox SCTV

Tadi pagi saya mengunjungi akun Twitter saya. Kegiatan ini untuk melihat apakah artikel terbaru yang saya terbitkan di blog sudah berkicau di sana. Seperti kebiasaan tak lupa saya melirik menu Indonesia Trends yang terletak di sisi kanan. Pada urutan pertama terbaca #RizkiRidhoAtIn8oxSCTV. Disusul pada ranking kedua dan ketiga #PRILLYdi8thHutINBOX dan #FatinOnInbox8SCTV. Dari daftar ini saya menduga bahwa acara Inbox di SCTV sangat populer. 

Indonesia Trends Rizki Ridho

.

Beberapa pakar mancanegara menyarankan agar blogger melihat topik-topik yang sedang ngetren. Di Yahoo, Google, Twitter, dan situs lain biasanya memasang berita apa saja yang sedang ngetop. Dari daftar inilah para blogger bisa menulis artikel senada. Harap diingat bahwa apa yang sedang terkenal pasti banyak yang membahasnya di situs atau blog masing-masing. Ini berarti blogger sebaiknya menulis dari sudut pandang yang berbeda. Jika artikelnya sama maka persaingan di SERP akan sangat ketat.

Menulis artikel unik seolah sebagai keharusan. Google juga sangat menyukainya. Sebut saja saat ini sedang ramai diberitakan tentang Sidang MKD. Di media cetak, media elektronik, majalah, blog, media sosial dan situs ramai dibanjiri artikel terkait dengan masalah ini. Blogger yang jeli tidak akan menulis tentang jalannya sidang. Dia akan melihatnya dari sudut yang lain. Bagaimana kira-kira perasaan orang-orang yang diberitakan itu atau analisis tentang kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Namun sebaiknya dijaga agar artikel blogger tidak bernada provokatif negatif. Menghujat, memaki, atau menjelek-jelekkan pihak lain bukanlah sikap dan watak blogger.

Kembali ke Indonesia Trends di Twitter. Saya sebenarnya ingin juga menulis tentang Rezeki dan Ridho. Tetapi saya tidak memiliki pengetahuan tentang kedua orang ini. Saya juga sangat jarang melihat acara Inbox di televisi. Host yang pernah saya lihat hanyalah Gading Martin, Narji, dan Andhika Pratama. Jika saya akan menulis Rizki dan Ridho pasti saya harus melakukan riset agar tulisan saya akurat.

Akhirnya saya memutuskan untuk tidak menulis tentang topik yang sedang ngetren itu. Beberapa alasan saya adalah sebagai berikut.

1. Dua tokoh ini belum saya kenal dengan baik wajah, biodata maupun penampilannya di layar televisi.

2. Saya jarang menonton acara Inbox di SCTV.

3. Sosok selebriti atau orang terkenal belum pernah saya tulis.

4. Saya tidak ingin terjebak untuk hanya menyomoti artikel dari situs atau blog orang lain lalu paste dan modifikasinya.

5. Jika saya terlambat menulis tokoh ini jangan-jangan esok atau lusa trending topicnya sudah berbeda lagi. Ucapan saya ini terbukti. Saat artikel ini saya terbitkan Indonesia Trends di Twitter sudah bergeser. RizkiRidhoatinboxSCTV sudah turun ke peringkat 4. Sedangkan peringat 1 adalah #JKT48DangdutDiDahsyatRCTI. Mungkin peringkat itu akan berubah lagi manakala sahabat membaca artikel ini.

Mungkin suatu saat saya akan menulis artikel dengan bahan dari trending topic yang ada di Twitter, Google, Yahoo, Bing, dan lain sebagainya. Saya ingin menulisnya dari sudut pandang yang lain agar berbeda dari artikel yang ditulis oleh blogger lainnya.

Jika semua blogger sudah menulis reportase tentang Piala Jenderal Sudirman mungkin saya akan menulis tentang para penjaga gawang. Bagaimana sih perasaan kiper itu manakala menghadapi tendangan penalti yang menentukan. Apa yang ada di hati para penendang penalti jika tendangannya itu akan berakibat klubnya kalah atau menang? Jika tendangannya tidak masuk gawang mungkin dia akan menangis keras-keras karena klubnya tidak berhasil membawa piala yang sangat di dambakan.

Ada satu hal yang menjadi pedoman saya dalam menulis artikel blog. Saya lebih senang menulis apa yang saya sukai dan apa yang saya kuasai. Bagaimana mungkin saya mengatakan bahwa semur jengkol itu sangat enak sementara saya belum suka makanan itu. Ini juga yang dikatakan oleh Haya Aliya Zaki dalam workshop Fun Blogging 7: Dari Hobi Menjadi Profesi. Haya antara lain mengatakan pentingnya kejujuran. “Orang yang takut dengan kucing kok bisa menulis artikel tentang makanan kucing,” contohnya.

Jika saya menulis tentang yang saya sukai dan saya kuasai maka rasanya enteng dan mudah banget. Ketika saya menulis draft artikel berjudul Cara Membuat Halaman Pada Blog WordPress itu sangat mudah bagi saya. Itu terjadi karena sebagian blog saya memang berplatform WordPress. Saya juga mempunyai Blogspot, Blogdetik, dan juga blog di Kompasiana. Berbeda halnya jika saya akan menulis tentang Tumbir. Saya pasti akan mengalami kesulitan karena saya tidak mempunyai pengalaman dengan Tumbir.

Penguasaan suatu masalah bisa didapatkan karena memiliki latar belakang pendidikan terkait. Sebagai seorang perwira Polisi Militer tentu saya bisa menulis tentang tehnik penyidikan tindak pidana militer. Sebagai seorang mantan Direktur Kerjasama Internasional saya juga bisa menulis tentang operasi pemeliharaan perdamaian PBB. Tugas saya berkaitan dengan misi perdamaian dan saya juga pernah mengikuti peace mission UNTAG di Namibia.

Penguasaan materi juga bisa diperoleh dari hobi yang digeluti dan pekerjaan yang pernah dijalani. Blogger yang menekuni hobi menanam bonsai tentu faham benar bagaimana cara membuat bonsai. Shinta Ries yang seorang web desainer pasti piawai menulis artikel tentang cara membuat desain header yang menarik dan SEO friendly. Demikian pula Ani Berta yang sudah malang melintang di dunia monetize blog. Baginya banyak jalan untuk menjadikan blognya sebagai alat pendulang rezeki. Dengan pengalamannya itu maka dia bisa menjadi nara sumber yang tepat bagi blogger lain. Bagaimana cara mengedit artikel? Tanyakan ke Haya Aliya Zaki. Dia jagonya karena tiap hari mengedit aneka naskah buku.

Tapi cobalah ketiga wanita cantik dan smart itu diminta untuk menulis tentang Peran Satuan Perhubungan TNI-AD Dalam Perang Eletronika. Bisa sih bisa tapi memerlukan waktu yang lama. Sama halnya jika saya disuruh menulis artikel tentang Kanker Payudara: Penyebab dan Cara Mengatasinya. Pingsan deh wong saya nggak pernah melakukan SaDaRi (Periksa Payu Dara Sendiri) je. Itulah sebabnya dalam Giveaway Kampanye Finish the Fight saya tidak mengulas tentang penyakit itu. Saya malah melihatnya dari sisi yang lain. Alhamdulillah artikel saya berjudul Pentingnya Dukungan Moril Bagi Breast Cancer Fighter menjadi salah satu pemenangnya.

Tak perlulah kita mencari ide dari dalam lautan atau di angkasa raya jika kita tak suka dan tak menguasai.Saya tak akan bangga karena banyak yang bilang ‘wah’ ketika resensi film saya berjudul The Ghost Dimension berada di halaman pertama Google. Lha wong nonton filmnya saja saya belum pernah. Saya pasti copas tuh hehehe.

Sahabatpasti merasakan hal yang sama dengan saya. Menulis artikel yang disukai dan dikuasai pasti lebih mudah daripada menulis tentang sesuatu yang asing. “Saya hanya bisa masak Pakde makanya blog saya isinya hanya resep masakan mulu.” Lha malah bagus toh. Teruskan, teruskan, teruskan.Jalanmu sudah benar. Jika dengan menulis resep masakan itu sahabat merasa hepi maka itu sudah berhasil membuat sahabat menikmati ngeblog. Kadang saya menerka bahwa blogger ini kurang senang dengan blognya karena artikel blognya berat-berat. Akibatnya blognya lumutan dan banyak sarang laba-laba karena artikelnya jarang diupdate.

Pernahkah sahabat menulis artikel berdasarkan Indonesia Trends yang ada di Twitter.com? Silakan share di sini agar menambah wawasan sahabat yang lainnya.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

6 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Inayah says:

    soal Rizki Ridho ini tiap hari pasti muncul di twitter..meski nggak nomer 1.

    kalau soal ide menulis, setuju sama pak Dhe. saya lebih suka nulis yang saya temui dalam kehidupan sehari-hari.

    Iya, lebih mudah menggorengnya kan

  2. Asop says:

    Hahahaha saya pun gak tahu siapa mereka2 itu, Pakdhe. Kecuali Fatin yang menang X-Factor. 😆

    Saya belom pernah nyoba apa yang dikatakan Pakdhe, bahwa lebih baik coba menulis tentang topik yang hangat diperbincangkan di twitter. Masalahnya saya kalo nulis lama. Kan butuh research dulu sana sini. Bisa 6 jam saya nulis. Nanti pas saya post, topiknya udah basi. Hehe 😀

    Sama, saya juga nggak kenal

    • Saya senang memperhatikan trending topic. Karena memang filosofi blog saya adalah “menulis apa yang baru hari ini”.

      Kadang-kadang trending topic sekarang berkisar tentang tema-tema yang nggak saya kenal. Sebetulnya itu merangsang saya untuk mempelajarinya lebih jauh. Kadang-kadang, setelah saya pelajari, saya justru mampu mendongkrraknya jadi banyak tulisan.

      Seperti waktu beberapa minggu lalu Go-jek demo dan jadi berita di mana-mana. Saya ikut menulis tentang Gojek, dan jadi empat tulisan dan traffic saya naik. Bikin tulisannya lama, sampai berhari-hari (karena saya juga nyambi mengasuh bayi). Lebih lama lagi risetnya,karena saya turun juga ke lapangan untuk menginterview driver Go-jek sendiri.

      Menulis Trending topic yang tidak kita kenal, itu menyenangkan kalau kita punya motivasi untuk mempelajarinya. Tidak demikian kalau kita tahu sejak awal bahwa topik itu tidak ada manfaatnya. Makanya saya nggak mau nulis tentang Inbox, tentang Rizki Ridho, apalagi JKT Dangdut. Nonton Inbox nggak bikin makin pintar, nonton dangdut terbukti bikin otak makin tumpul. Dan ngomong-ngomong..siapa itu Rizki Ridho?

      “….nonton dangdut terbukti bikin otak makin tumpul..”
      Saya tidak sependapat dengan pernyataan ini.
      Buktinya otak saya nggak tumpul.Saya bisa ngeblog dengan konsisten dan juga berani membuat Program Satu Bulan Satu Buku 2015.

  3. Saya pernah nulis ttg serial King Sulaeman untuk diikutkan lomba, Pakde. Ga disangka ga dinyana, trafficnya cetar. Kebetulan serial itu kontroversi. Januari – Oktober 2015 serial King Sulaeman tayang, selama itu pula traffic postingan saya melesat. Serial itu habis, pengunjungnya juga ikut kandas wkwkwk.

    Iya, masa tayang habis biasanya habis pula pikiran orang

  4. echaimutenan says:

    aku selalu niat bikin yang lagi tren pak dhe…cuma karena kebanyakan niatan malah ga jadi… dan malah nulis sehari2 lagi xD

    Kadang sulit memang
    Sudah banyak yang menulis soalnya

  5. Keke Naima says:

    saya juga suka perhatiin yang lagi jadi trending topic. Suka ada yang menarik dan jadi ide 😀

    Iya. Nulisnya dari sudut lain agar tak sama

Leave a comment