Teks

Lebih Enak Menulis Buku Tentang Pengalaman Pribadi

Lebih enak menulis buku tentang pengalaman pribadi. Itu pendapat saya yang didasarkan atas pengalaman saya. Ada beberapa buku saya yang bertutur tentang pengalaman saya, baik di dunia menulis, blogging, traveling, maupun pengalaman saat masih dinas di lingkungan TNI.

Buku Dahsyatnya Ibadah Haji yang diterbitkan oleh Quanta, imprint penerbit Elex Media Komputindo misalnya, isinya mengenai pengalaman saya melaksanakan ibadah haji tahun 2006. Demikian pula buku Blog Mini Penghasilan Maksimal.

Cara menulis buku

Buku yang saya terbitkan secara mandiri berdasarkan pengalaman pribadi juga cukup banyak. Termasuk di antaranya buku semi memoar berjudul Bintang Untuk Emak. Perjalanan karir di bidang militer saya tertuang di buku ini. Karena saya bukan ahli sejarah maka tulisan dalam buku ini saya buat ringan dengan bahasa sederhana pula.

Caramenerbitkan Buku

Setelah membaca artikel di blog sahabat saya berkeyakinan bahwa para blogger dapat menulis dan menerbitkan buku berdasarkan pengalaman mereka sendiri. Dengan kategori tulisan yang begitu beraneka ragam maka topik/tema buku juga akan bermacam-macam.

Blog itu kan mirip universitas terbuka dengan banyak fakultas dan jurusan. Blogger wanita yang berpengalaman memasak makanan pastilah bisa menulis dan menerbitkan buku resep masakan. Mereka yang hobi blusukan tentu lebih bagus menulis buku traveling berdasarkan catatan perjalanannya daripada menulis tentang otomotif yang belum dikuasainya.

Cara menerbitkan buku indie

Gambar di atas ini adalah draft cover calon buku saya yang baru. Isinya tentang kisah perjalanan saya menunaikan ibadah umroh. Bukan mau menyombongkan diri, menulis tentang apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dan dialami tentu lebih mudah. Syaratnya hanya satu yaitu bersegeralah menulis.

Sekali lagi, menulis buku tentang pengalaman sendiri tak sulit. Untuk lebih memudahkannya akan sangat baik jika kita mulai membuat catatan secara rinci dan rapi tentang apa yang kita kerjakan, alami, rasakan, lihat, dan kita dengar.

“Saya sebenarnya ingin menulis buku tetapi saya sering tidak mood, Pakde.”

Wis ora usah mud-mudan. Ndang nulis ae.

“Cara menerbitkan bukunya bagaimanaaaa?”

Itu urusan nanti.Tulis sik.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

6 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. felyina says:

    Pantesan lama nggak update blog. Sedang mempersiapkan penerbitan buku rupanya ya Dhe?

    Iya,baru selesai kemarin

  2. Inayah says:

    waah calon buku baru,,,semoga lancar ya pak dhe. pak dhe jarang nongol di blog dan socmed jangan-jangan karena sibuk bikin buku ini yah? semoga lancar …selamat berpuasa

    Benar, kejar tenggat waktu

  3. Semangat aja Pak !!

    Terima kasih Mas

  4. kangkomar says:

    memang lebih leluasa kalau menulis tentang pengalaman pribadi mbah lebih enak dan tidak terbebani enjoy writing kata orang bule mbah hihi

  5. syuhada says:

    Bukunya kapan terbitnya, pak? Memang kalau tulisan pribadi sudah pasti unik deh. Ditunggu kabar terbitnya.

  6. Rini Uzegan says:

    menulis dari pengalaman pribadi itu memang lebih berjiwa dan lebih dalam ya Pakdhe..

Leave a comment